
Aarav dan para anak buahnya sudah berada di kawasan, Red Light District bisa disebut sebagai kawasan prostitusi 'premium', karena pekerja **** di sana diwajibkan membayar pajak ke pemerintah.
Mereka masuk kesebuah bar yang dikatakan oleh anak buah Anthony kemarin. "Aku tidak pernah melihat tempat se menjijikkan ini." Ketus Aarav ketika melihat suasana di dalam bar itu.
Dimana banyak orang-orang memakai benda terlarang secara terbuka dan bahkan parahnya mereka tidak malu-malunya bercinta dimana saja di dalam sana.
"Cepat temukan ruangan itu, aku tidak ingin berada terlalu lama ditempat laknat ini." Ketus Aarav lagi.
"Kenapa bos tiba-tiba jadi se cerewet ini." Bisik Lukas kepada Daniel.
Aarav menghentikan langkahnya dan berbalik kebelakang melihat kearah Lukas dengan mata tajamnya. "Apa katamu?"
Lukas terkejut dan menelan saliva nya. "So-sorry bos, aku akan menghukum mulutku yang biadap ini." Jawab Lukas memukul bibirnya dengan telapak tangannya.
*ya ampun, seberapa tajam pendengaran bos, sampai-sampai masih dapat mendengar bisikan ku yang bahkan Daniel saja tidak terlalu mendengar nya.* batin Lukas.
Aarav kembali melanjutkan langkahnya dan mengamati setiap sudut ruangan itu. Tiba-tiba dia menyipitkan matanya ketika melihat salah satu pintu ruangan di lorong itu jauh lebih besar di bandingkan yang lainnya.
"Sepertinya itu ruangannya bos." Seru Lukas.
"Hmmm.. " Jawab Aarav berjalan dengan langkah lebarnya dan membuka pintu itu.
Cklek!!!
Aarav melihat kearah para pria yang duduk di kursi bundar panjang dan tampak menikmati pertunjukan tarian striptis dari wanita seksi di depannya dengan didampingi oleh para wanita disamping kiri dan kanannya.
Saking fokusnya pada pertunjukan striptis dari wanita seksi itu, para orang-orang itu tidak menyadari kehadiran Aarav beserta anak buahnya.
Aarav tidak memperdulikan mereka semua, dia dan lainnya mengedarkan pandangan mencari tempat toilet diruangan itu.
"Bos, disana!" Tunjuk Lukas ke sebuah lorong yang sangat kecil.
Aarav dan lainnya langsung berjalan kedalam sana, dan mencari kaca yang dikatakan oleh anak buah Anthony kemarin, setelah menemukan nya.
Aarav mengeser kaca itu dan terlihat sebuah lorong dimana di ujung ada sebuah pintu. Mereka pun masuk kedalamnya.
"****," umpat Aarav keras ketika tidak melihat siapapun disana.
DOR!!
DOR!!
Suara tembakan itu terdengar di dalam bar itu, Aarav beserta yang lainnya langsung berlari keluar, menuju suara tersebut.
Di lantai bawah tampak anak buah the devil's tengah baku tembak dan baku hantam dengan sekelompok orang.
Para pengunjung berlarian melarikan diri dari tempat itu.
Aarav, Shen, Daniel dan Lukas turut turun tangan menghajar kelompok orang-orang itu.
BUGH!!!
BUGH!!!
BUGH!!!
Aarav menghajar delapan orang sekaligus, dia memukul brutal sekelompok orang itu, Emosinya pada Anthony ia lampiaskan kepada anak buah Anthony di bar itu.
BUGH!!!
BUGH!!
BUGH!!!
BUGH!!!
Aarav kembali memukul pria itu secara bertubi-tubi karena tidak mengatakannya, pria itu pun tergeletak di lantai dan tak sadarkan diri.
Lalu Aarav menarik sala satu musuhnya dan kembali menghajar dengan brutal seperti pria tadi.
"KATAKAN DIMANA PRIA ITU SEKARANG!!" Teriaknya kembali.
Karena tidak mendapat jawaban, Aarav kembali menghujani tubuh pria itu dengan pukulan mautnya.
Drttt..... Drttt..... Drttt......
Handphone milik Lukas bergetar disaat dia sedang baku hantam dengan tujuh orang musuh. Pria itu pun mengeluarkan handphone dari jaketnya dan mengangkat pangilan itu sembari menghajar musuh dengan kaki dan tangannya yang satu lagi.
"Tuan, kami menemukan keberadaan Anthony. Dia sedang menuju perbatasan ke belgia." Serunya.
"Okay!! Kau ikuti terus mereka!" Jawab Lukas singkat dan mematikan handphone nya.
BUGH!!!
BUGH!!!
Lukas melayangkan pukulan terakhirnya, lalu dia pun menghampiri bosnya.
"Bos, Anthony sedang menuju perbatasan ke belgia." Seru Lukas.
Tanpa berkata sepatah katapun, Aarav langsung berjalan cepat keluar dari bar yang sudah kacau balau itu. Para anak buahnya pun mengikuti bos mereka dibelakangnya.
Aarav masuk kedalam mobilnya di ikuti dengan Shen, sedangkan Lukas dan Daniel naik ke mobil yang berbeda.
Aarav melajukan mobil itu dengan kecepatan penuh. "Jika sampai dia lolos lagi maka akan ku penggal kepala kalian semua." Geram Aarav penuh emosi.
Baru kali ini Shen merasa takut berada satu mobil dengan Aarav karena pria itu benar-benar sedang menggila, *Silahkan luapkan amarahmu sepuasnya bos,* batin Shen.
Setelah menempuh perjalanan berjam-jam lamanya, akhirnya mereka tiba di perbatasan Amsterdam-Belgia. Aarav turun dari mobilnya dan melihat sebuah helikopter tampak sedang menunggu disana.
Daniel dan Lukas turun dari mobil menghampiri sang bos. "Bos, anak buah yang mengikuti Anthony mengatakan jika pria itu sedang menarik uangnya disebuah bank," Seru Lukas.
"Hmm... " Jawab Aarav masuk kembali ke dalam mobil karena Anthony belum tiba disana.
"Periksa helikopter itu." Perintah Aarav.
BERSAMBUNG.
Lanjut nggak ges?? comment ya 🤗