Love at First Sight

Love at First Sight
Pergi Ke Pesta



Tak terasa sudah dua bulan penuh Aarav dan Arabella berbulan madu dan mereka juga sudah mengelilingi Eropa tapi mereka melewati Rusia karena Arabella masih belum ingin ke negara tersebut.


Sekarang mereka berdua sedang berada di mansion Aarav yang berada di Spanyol. Mansion itu terletak di kawasan elite yang berada di Madrid.


Sebenarnya mansion itu milik kakek nya dulu dan kemudian diberikan kepadanya.


Saat ini kedua insan itu duduk di sofa yang berada di balkon kamar, Aarav duduk bersandar di sofa dengan memeluk istrinya. "Kita akan pulang besok." Lirih Aarav ditelinga Arabella.


"Apa kita akan langsung ke New York?" Tanya Arabella mengelus lengan kekar suaminya.


"Hmm.. Iya, karena aku punya beberapa urusan penting." Jawab Aarav.


"Aku ingin makan ice cream honey!" Kata Arabella mendongakkan kepalanya melihat sang suami.


"Akhir-akhir ini kau sudah terlalu banyak makan ice cream sweety... Kau bisa terkena flu nanti apalagi cuaca sedang dingin sekarang ini." Jawab Aarav.


Dia tidak tahu kenapa istrinya itu hampir beberapa minggu ini sangat suka sekali makan makanan dingin itu.


"Pleasee," Mohon Arabella dengan wajah gemasnya.


Aarav mengecupi wajah istrinya itu. "Ganti dengan yang lain aja ya, bagaimana dengan cake?" Ucap Aarav dengan lembut.


Arabella tampak mencebik namun tidak lama ia pun menganggukan kepalanya, tanda bahwa ia setuju.


"Baiklah, kau ingin cake apa?" Tanya Aarav.


"Apa saja aku akan memakannya." Jawab Arabella.


Aarav tersenyum mendengar jawaban istrinya itu lalu ia pun menyuruh pelayan di mansion nya untuk membuatkan beberapa kue untuk istrinya.


...****************...


Malam harinya Aarav mendadak mendapatkan telepon dari sang daddy, dia meminta putranya untuk datang ke salah satu acara ulang tahun perusahaan sahabat nya yang berada di kota itu.


Arthur tidak bisa datang karena sibuk dengan beberapa urusan perusahaan yang harus ditanganinya.


"Ini pasti karena terlalu sering makan icecream sehingga berat badanku bertambah." Gumam Arabella di depan cermin melihat gaun yang dipakainya terlihat ketat dan seksi.


Aarav berdiri bersandar di dekat pintu, yang telah siap dengan setelan jas hitamnya dan melihat istrinya yang berdiri di depan cermin.



"Woww.... No no no aku tidak akan membiarkanmu menggunakan gaun itu, sayang." Seru Aarav ketika melihat gaun yang dipakai Arabella terlihat sangat seksi.


Aarav menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang. Mereka saling melihat pantulan mereka di depan cermin besar itu.


Aarav mencium leher Arabella. "Tidak sayang, kau justru terlihat bertambah seksi, lihatlah dadamu hampir menyembul keluar semua dan bokongmu. Uhh.... Bertambah besar dan indah sayang." Lirih Aarav menarik pinggang Arabella menempel ke tubuhnya.


"Jadi aku ingin kau menggantinya karena hanya aku yang boleh melihat keindahan ini." Lanjutnya lalu kembali mencium lehernya.


"Baiklah aku akan menggantinya." Jawab Arabella menjauhkan wajahnya dari Aarav yang tidak kunjung berhenti menciumi daerah lehernya.


"Hmm... " Sahut Aarav yang masih tidak melepaskan Arabella.


"Honey... Lepaskanlah, aku akan mengganti gaunku." Arabella menahan wajah Aarav dengan telapak tangannya.


"Aku jadi ingin bercinta denganmu sweety." Bisik Aarav ditelinga Arabella.


"Pulang dari acara nanti saja ya, kita bisa sepuasnya bercinta nanti." Jawab Arabella.


Aarav tersenyum lalu mencium pipi Arabella."Baiklah, kalau begitu gantilah pakaianmu. Aku akan menunggu di sofa kamar." Ucap Aarav melepaskan Arabella lalu keluar dari walk in closet.


Arabella mengganti pakaian nya dengan Long Dress Camisoles Saten berwarna biru. Rambut pirang panjangnya di urai dengan indah, Arabella menambahkan pearl headband bando dengan motif bunga berwarna gold serasi dengan kalung yang di pakainya.



Riasan tipis di wajahnya menampilkan kecantikan dan ke eleganannya yang sesungguhnya.


***


Tiba di pesta itu Aarav membawa istrinya untuk menyapa pemilik acara tersebut dan menyampaikan permintaan maaf dari daddy karena tidak bisa menghadiri acara tersebut.


Tuan Shardos pun tidak masalah dan justru berterimakasih karena Aarav datang di pesta ulang tahun perusahaan nya.


"Baiklah, semoga kau dan istrimu menikmati acaranya nak. Aku permisi sebentar karena ingin menyapa para tamu yang lainnya." Ucap tuan Shardos ramah.


"Baik tuan Shardos." Jawab Aarav.


"Arabell!!" Panggil seorang pria berjalan mendekati Arabella.


Arabella menoleh ke samping dan melihat seorang pria yang dikenalnya. "James!" Ucapnya ketika melihat pria itu.


BERSAMBUNG.