Love at First Sight

Love at First Sight
bab 4 : Pertemuan



Pagi yang indah, burung berkicau, ayam berkokok, rumput di penuhi dengan embun, Aliya membuka jendela kamarnya pelan-pelan sembari menghirup udara pagi yang segar itu.


Selamat pagi ucapnya dengan ceria.


Hari ini ia akan pergi ke toko buku, tapi tidak di temani oleh Uli, karena Uli ada keperluan keluarganya.


Di tengah keramaian kota. Aliya menuju toko buku untuk mencari buku yang ia cari. Suasana panas, macet membuat Aliya haus dan segera membeli air minum terdekat.


Apakah hari ini sangat panas sekali, hingga aku sampai kehausan? katanya.


"Kalau panas pake payung aja mba." Terdengar dari belakang Aliya. Aliya terkejut karena Pria tersebut tak di kenalinya. Aliya hanya terdiam tak sepatah katapun menjawab si pria tersebut.


Pria tanpa nama : "hey mba, kaget ya? haha"


Aliya : tak ada respon


Pria tanpa nama : "ya ampun mba , santai aja kali, saya ini bukan penculik. Saya cuma mau beli minum, kebetulan saya juga haus."


Aliya : "ga nanya mas!"


Pria tanpa nama : "saya ngasih tau, yaudah mba saya duluan ya."


Ya ampun, sok kenal banget sih. Tapi sebentar, muka nya kok gak asing ya ? Ya ampun, itu kan pernah nabrak aku di pemakaman dan manggung di puncak waktu itu. Kok bisa ketemu lagi sih? Memang dunia ini sempit. Kata Aliya.


Pria tanpa nama pun juga merasa pernah bertemu dengan Aliya. Tapi dia tidak mengingatnya.


Aliya pun melanjutkan tujuannya ke kota. Sesudah membeli buku ia langsung ke rumah Uli, katanya Uli mau ngajak ke Puncak lagi.


Aliya : "Assalamualaikum , Uli ????"


Uli : "Waalaikumsalam Ukhti. Gimana udah ketemu bukunya?"


Aliya : "Alhamdulillah udah"


Uli : "tunggu bentar ya , aku mau mandi dulu."


Aliya : "ya ampun Uli, kirain kamu udah siap-siap, nunggu berapa jam nih"


Uli : "tunggu di kamar ku aja, bentar doang kok hahaha"


Aliya : "dasar, kalau bukan temen gak Sudi aku hahaha"


Uli : "makanya kita temen kan hahaha"


Aliya : "hmmmm..."


Foto keluarga masih terlihat bahagia di kamar Uli. Ada mama dan ayahnya begitu bahagia di foto ini, tapi kenapa mereka bisa berpisah? Urusan orang dewasa lebih rumit. Dalam hatinya.


Uli : "yuk berangkat, udah siap nih"


Aliya : "yukkk.."


Uli : "Yah, Uli main dulu sama Aliya, mau ke puncak"


Ayah Uli : "iya hati-hati Ul"


Uli : "iya ayah"


Aliya : "saya pamit dulu om"


Ayah Uli : "iya hati-hati Aliya"


Sesampainya di puncak, suasana sangat ramai pengunjung, bahkan sepi pun jarang. Tempat itu destinasi untuk tempat nongkrong anak-anak muda. Tak heran jika tempat itu sangat ramai pengunjung apalagi pas malam Minggu. Dan pasti ada live musicnya juga, jadi lebih menarik untuk di datangi.


MC : "selamat sore para penikmat senja, selanjutnya kita akan mendengarkan live music dari Nakula Band. Tepuk tangan yang meriah"


Para penonton pun menyambut dengan meriah. Nakula Band sudah terkenal di daerah Jogja dan sekitarnya, tidak heran jika banyak fans yang datang untuk menontonnya.


Uli : "eeeh eehh Al, ini yang aku tunggu2."


Aliya : "apa?"


Uli : "itu Nakula Band, vokalis nya ganteng banget Namanya Zidane."


Aliya : "Oalah namanya Zidane."


Uli : "kenapa kamu juga ngefans ?"


Aliya : "hah, enggak enggak, biasa aja gitu kok orangnya "


Uli : "kamu tu matanya gak bisa liat orang ganteng"


Aliya : "inilah aku, gak tergoda sama cowok ganteng apalagi oppa oppa. hahaha"


Uli : "hmmmm, "


Ya ampun kenapa aku jadi salting gini. (dalam hatinya)


Uli : "eh Al, Zidane tu ngelurik kamu."


Aliya : "ih apaan sih, enggak!"


Uli : "itu tu senyumannya, ya ampun , siapa yang ga terpesona dengan ketampanannya."


Aliya : "aku sih."


Uli : "kamu mah , sakit kali."


Aliya : "kaya gini kok dibilang sakit "


Uli : "ga waras. jangan jangan kamu suka nya sama wanita, terus aku yang kamu suka."


Aliya : "eh ngaco tu omongan , halu..."


Uli : "iya bener nih, bisa jadi, aduh bahaya, Al sadar Al."


Aliya : "iya aku suka sama kamu."


Uli : "ya Allah, sadarkanlah temanku ya Allah, amit amit ya Allah, hiiii "


Aliya : "apaan sih, bercanda kali hahaha,"


Uli : "bisa jadi kalau beneran"


Aliya : "mau ya temennya kaya gitu!"


Uli : "enggak enggak Al."


Tak terasa matahari sudah terbenam, waktu adzan telah tiba. Live musicpun berhenti, di lanjutkan nanti setelah Maghrib. Aliya dan Uki bergegas untuk sholat. Ketika Aliya sudah wudlu, tak disangka ada seorang pria menabraknya. Ternyata itu Zidane. Akhirnya wudlu Aliya pun batal.


Aliya : "astagfirullahaladzim, hati-hati dong mas!"


Zidane : "maaf mba, ga sengaja"


Aliya : "kamu lagi!!!"


Zidane : "loh kita pernah ketemu. ketemu lagi disini, mungkin kita berjodoh hahaha"


Aliya : "ya Allah, mas , masnya liat bacaan. itu gak, ini tempat toilet dan wudlu perempuan, masnya gak sopan masuk sini!"


Zidane : "namanya juga buru-buru jadi ya ga kebaca, gak nyangka ya kita ketemu lagi."


Aliya : "keluar mas!"


Zidane : "cantik cantik kok kaya macan, hahaha"


Aliya : "iiihhh dasar!"


Zidane : "wweeeekkkk ..."


Zidane yang tidak sengaja masuk itu tidak berpikiran akan ketemu Aliya.


Gadis itu, aku baru ingat, waktu itu aku menabraknya di pemakaman. Ternyata manis juga, imut, dan lucu. Beda dengan perempuan lainya. Liat cowok ganteng heboh. Alay. Tapi kenapa tadi aku bilang kalau dia jodohku ya, hahaha, baru kali ini aku bilang sama cewek. Udah ah, mungkin hanya kebetelun saja. (dalam hati Zidane)


Uli : "OMG Al, itu tadi Zidane, dari Deket tambah ganteng tu orang."


Aliya : "halu deh."


Uli : " eh emang kamu pernah ketemu? kapan? kok ga cerita sih."


Aliya : "ya gak sengaja ketemu"


Uli : "dimana ?"


Aliya : "di pemakaman sama di kota"


Uli : "hah? ya ampun Al, cewek2 malah pengen lho ketemu apalagi bisa tatapan gitu."


Aliya : "aku ga pengen"


Uli : "hati-hati nanti jodoh lho. Tadi Zidane juga ngomong kaya gitu kan hahaha"


Aliya : "Yaya, semoga aja enggak."


Hari telah petang, Aliya dan Uli pun segera pulang.


&&&&&