
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sayang, biarkan aku mengantarmu okayy." Jack masih bersikeras ingin membawa Zoe pulang.
Shen melihat kearah anak buahnya yang berada di dekat dinding, dia hanya menggerakkan sedikit kepalanya kearah Jack dan anak buahnya pun sudah paham akan perintah tuannya itu.
Anak buahnya itu menahan Jack lalu Shen membawa pergi Zoe dari sana.
Di dalam mobil, Shen melajukan mobilnya menuju ke apartemen elit mereka. Di dalam mobil. Zoe terus menggeliatkan tubuhnya tak karuan karena wanita itu merasakan tubuhnya sangat tidak nyaman dan merasa panas.
"Hei, ada apa denganmu?" Tanya Shen melihat tingkah aneh Zoe itu.
"Entahlah Shen... Aku juga tidak tahu dan tubuhku benar-benar sangat tidak nyaman." Lirih Zoe dengan suara yang terdengar seperti *******.
"Damn!! Sepertinya pria itu telah memberikanmu obat." Ucap Shen.
Tidak lama mereka pun tiba di lobby hotel. Shen keluar dari mobil dan membuka pintu mobil Zoe lalu menggendong wanita itu dan membawanya masuk kedalam lift.
Di dalam lift Shen menurunkan Zoe, wanita itu menempelkan tubuhnya ke tubuh Shen dan terus menggeliat. "Hentikan Zoe," Ucap Shen dengan suara beratnya karena dadanya menempel padanya, untung hanya ada mereka berdua di dalam lift itu.
TING!
Pintu lift terbuka dan Shen membawa Zoe keluar, pria itu tidak tahu sandi apartemen Zoe jadi dia bertanya kepadanya, namun Zoe tidak menjawab nya justru yang ada wanita itu
Langsung memangut bibir Shen dengan liar. Shen terkejut, lalu dia mencoba melepaskan Zoe namun Zoe kembali menciumnya. Shen mengumpat dalam hatinya karena dia merasa terpancing dengan ciuman tersebut.
Shen tidak menghentikan ciuman Zoe, dia menatap wajah Zoe yang tampak sangat bergairah. *Fu*k!!* umpat Shen langsung membalas ciuman wanita itu tak kalah liarnya.
Shen seorang pria normal dan tentu saja memiliki hasrat ketika gairah nya dipancing apalagi dengan seorang wanita secantik Zoe.
BRUK!
Shen menutup pintu kamarnya dengan bibir masih saling bertaut dalam dengan Zoe. "Hemphh... " Lenguh keduanya.
Shen melepaskan jas nya dan dasinya dengan terburu-buru, Tangan Zoe bergerak dengan cepat membuka kancing kemeja putih milik Shen.
Shen melepaskan tautan mereka. "Tidak Zoe... Kau sedang dalam pengaruh obat sekarang, aku tidak ingin memanfaatkan keadaanmu." Lirih Shen yang tersadar walaupun hasrat gairahnya sudah memuncak ke ujung kepalanya.
"Ah... Shen, please... help me. " Lenguh Zoe dengan wajah sayu nya karena tersiksa dengan obat sialan itu.
Zoe meraba dan mengenggam sesuatu di celana bagian bawah Shen dan mengusapnya, Shen memejamkan matanya karena sentuhan tangan wanita cantik itu.
'****!' umpat Shen dalam hatinya.
Zoe kembali menyambar mulut Shen dan mengulumnya dengan ganas, Shen yang gairahnya sudah berada di puncak pun tidak bisa diam saja dan membalas pangutan Zoe dengan tidak kalah liarnya.
Entah sejak kapan kedua insan itu sudah melepas semua pakaiannya diatas kasur. Shen seakan tiada bosannya bermain dan menenggelamkan wajah di dada Zoe. Shen memainkan benda kenyal itu secara bergantian dengan lidahnya dan terkadang mengigit gemas.
Zoe terus memaksa Shen untuk menyatukan mereka dan Shen pun berusaha untuk menyatukan nya.
Dia terdiam dan menatap Zoe ketika ia merasa susah memasukkan senjatanya kedalam inti milik Zoe.
"Ahh.... " Lenguh Shen ketika milik Zoe menjepit nya sehingga dia merasakan nikmat yang tiada tara dari ujung kaki sampai kepalanya.
Sebuah kenikmatan yang belum pernah Shen rasakan selama ini, Shen merasa berada di awan, padahal dirinya belum bergerak sama sekali tapi dia sudah merasa terbang.
Shen mulai bergerak pelan di atas tubuh Zoe. "Sorry Zoe... Aku tidak bisa berhenti, ini benar-benar delicious." Lenguh Shen yang bergerak pelan.
"Hmph... Aku tidak akan memintamu untuk berhenti." Lenguh Zoe yang sudah sangat berkabut gairah gara-gara minuman yang diminum nya.
Shen mencium mulut Zoe yang terbuka dan mengeksplor nya, lidah mereka saling melilit satu sama lain.
Gerakan yang awalnya lambat berakhir dengan cepat dengan nafas yang cepat. Suara lenguhan keduanya yang saling bersahutan memenuhi ruangan itu.
Seakan tiada puasnya, kedua insan itu melakukannya sampai beberapa kali dan beberapa kali pelepasan juga. Seprai putih di ranjang sudah tak karuan bentuknya karena permainan liar itu dan pakaian mereka berdua bertebaran di lantai.
...****************...
...****************...
Cahaya matahari yang memasuki gordeng kamar membuat seorang wanita cantik itu membuka kedua matanya dan mengusap matanya yang menyipit karena silauan pantulan cahaya tersebut.
Zoe melihat sekeliling kamar yang asing baginya lalu dia mulai mencoba mencerna apa yang terjadi semalam.
Seketika Zoe langsung menutup mulutnya karena sudah mengingat yang terjadi padanya semalam.
"Oh my god." Ucap Zoe pelan dan melihat pria yang tidur ter telungkup di sebelahnya.
"Damn!!!" Umpat Zoe segera beranjak dari ranjang dan memunguti pakaiannya.
Dia mengambil kemeja milik Shen semalam lalu memakainya, Zoe mengambil tas nya lalu berlari pelan ke luar dari apartemen Shen.
Zoe bernafas lega ketika sudah masuk kedalam unit apartemennya. "Gila!!! Bagaimana ini... Zoe kau sungguh memalukan." Ucap Zoe mengusap gusar wajahnya.
Dia sungguh bingung dengan situasi yang dihadapinya sekarang, apalagi bagaimana dia sampai berhadapan dengan Shen nanti.
Zoe tidak menyalahkan Shen atas kejadian semalam karena Zoe ingat jika dirinyalah yang memintanya semalam.
"Ini semua pasti gara-gara minuman yang diberikan oleh Jack semalam. Keparat itu pasti telah memasukkan obat sialan kedalam minuman itu." Kesal Zoe.
"Ahh!!..... Tenang Zoe, Pura-pura lah bersikap biasa saja jika kalian bertemu nanti." Ucap Zoe pada dirinya sendiri.
Zoe Caroline
Shen Ben
BERSAMBUNG.