
......................
Zoe memegang dadanya dan mengatur nafasnya ketika dia sudah berada di dalam taxi menuju kembali ke perusahaan RX.
"Ya tuhan, kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku saat bersama dengan pria itu." Gumam Zoe.
"Jadi hubungan kami ini termasuk apa? Pacar atau tunangan?" Gumamnya bertanya-tanya.
Bohong jika Zoe tidak terpesona dan tertarik dengan Shen, karena pria itu memiliki pesona yang juga tidak kalah dari Aarav.
Apalagi tatapan pria itu dapat membuat siapa saja yang dilihatnya menjadi salah tingkah terutama para wanita.
"Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku setujui saja lamaran nya itu? Tapi aku takut pria itu tidak benar-benar serius, apalagi dia sendiri mengatakan secara tidak langsung kalau hanya tertarik pada tubuhku saja." Gumamnya tiba-tiba merasa dilema.
Setelah tiba di perusahaan, Zoe kembali melanjutkan mengerjakan pekerjaannya.
***
Tepat pukul jam enam sore, Shen tiba di unit apartemennya lalu dia bergegas dengan cepat membersihkan tubuhnya dan bersiap untuk membawa Zoe makan malam di mansion Aarav.
Ting! Tong!
Cklek!!
Tampak seorang wanita cantik yang sudah siap dengan dandanannya, membuka pintu. "You look so beutiful, baby!" Seru Shen terpesona dengan penampilan cantik Zoe.
Ia pun mengecup bibir wanita itu, Zoe terkejut dengan perbuatan pria itu karena dia belum terbiasa dengan sifat Shen yang benar-benar berubah seratus persen kepadanya.
Jika dulu pria itu sangat dingin kepadanya sangat berbeda dengan sekarang, dalam sekejap menjadi sangat hangat dan lembut karena malam panas itu.
"Ayo kita pergi." Kata Shen menggandeng tangan Zoe. Zoe merasa salah tingkah dengan perbuatan Shen itu.
Di depan lobby, mobil Buggati hitam milik Shen sudah menunggu disana, Shen membukakan pintu mobilnya untuk Zoe.
Lalu dia pun masuk kedalam pintu satunya. Di dalam mobil hanya ada keheningan, hingga membuat Zoe merasa canggung dengan suasana tersebut.
"Kenapa Arabella tiba-tiba mengundangku?" Tanya Zoe memulai percakapan supaya suasana menjadi lebih nyaman.
"Karena nona tidak memiliki teman atau kenalan di negara ini dan kau menjadi satu-satunya orang yang dikenalnya disini jadi nona sangat senang dan mengundangmu untuk makan malam ini." Jawab Shen yang baru kali ini Zoe mendengar pria itu bicara cukup panjang.
"Emangnya Arabella berasal darimana? Apa dari Eropa?" Tanya Zoe.
Shen menganggukkan kepalanya. "Iya, nona berasal dari Rusia." Jawab Shen.
"Wajar saja dia terlihat sangat cantik." Kata Zoe.
"Iya, aku tahu. Seluruh wanita Eropa emang cantik termasuk aku." Jawab Zoe tersenyum lebar kearah Shen.
Shen melihat kearahnya dan mencubit gemas pipi wanita itu. "Ishh,, jangan mencubit pipiku, sakit tauu." Cebik Zoe memegang pipinya.
"Kau sangat menggemaskan, baby." Jawab Shen.
Zoe memalingkan wajahnya kearah jendela dan mengulum senyum nya karena merasa salah tingkah setiap kali Shen memanggilnya dengan panggilan sayang itu.
"Siapa mereka?" Zoe menunjuk kaca spion dimana dia melihat beberapa mobil Jeep hitam mengikutinya.
"Mereka bawahanku." Jawab Shen.
"Apa kau juga seorang mafia?" Tanya Zoe berhati-hati.
"Juga?" Shen mengerutkan keningnya.
Zoe mengigit bibirnya karena dia takut Shen akan marah jika dia bertanya. "Apa kau pernah bertemu dengan anggota mafia sebelumnya?" Tanya Shen yang tiba-tiba penasaran.
Zoe menganggukkan kepalanya hingga membuat Shen langsung menepikan mobilnya di jalan sepi yang mereka lewati. "Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Zoe ketika Shen berhenti.
Shen melepaskan seatbelt nya dan sedikit menghadapkan tubuhnya kearah Zoe yang duduk disamping nya. "Dimana? Dan siapa mafia yang kau maksud tadi? Lalu apa yang mereka lakukan padamu? Apa mereka melukai atau menyakitimu?" Tanya Shen dengan bertubi-tubi karena dilanda rasa cemas.
Zoe melihat heran pria disampingnya itu. "Pertanyaanmu banyak sekali, aku jadi bingung menjawabnya." Ucapnya.
Shen menatap dalam netra indah Zoe lalu ia menggenggam kedua tangan wanita itu dan menciumnya, dia mencoba menenangkan dirinya karena entah mengapa dia merasa sangat khawatir.
"Siapa mereka?" Tanya Shen lembut.
"Aku tidak tahu, tapi dulu Erina pernah membawaku ke markas mafia yang berada di puncak." Jawab Zoe.
Shen menautkan keningnya, "Kapan kalian pergi kesana?" Tanya Shen karena dia sama sekali tidak tahu informasi tersebut.
"Sewaktu hilangnya Arabella." Jawab Zoe.
Shen menghembuskan nafasnya, dia merasa lega Zoe tidak pernah diserang oleh sekelompok mafia seperti dalam pikirannya.
"Ada apa?" Tanya Zoe bingung.
"Tidak ada, nanti saja aku ceritakan padamu. Bos dan nona pasti sudah menunggu saat ini." Jawab Shen tersenyum.
Zoe menganggukkan kepalanya, Shen menarik tengkuk leher Zoe dan ******* bibir wanita itu, Zoe pun membalas ciuman tersebut.
Beberapa menit kemudian mereka pun melepaskan pangutan itu, Shen mengelap bibir basah Zoe dan mengambil tisu lalu membersihkan lipstik wanita itu yang berantakan di pinggir bibir nya.
Zoe melihat wajah Shen yang sangat dekat dengannya, dadanya tiba-tiba berdebar kencang. Shen mengecup sekilas bibir Zoe ketika selesai membersihkan lipstiknya. Lalu mereka pun melanjutkan kembali perjalanan menuju mansion Aarav dan Arabella.
BERSAMBUNG.