Love at First Sight

Love at First Sight
Melancarkan Aksi



Malamnya juga Aarav langsung bergerak untuk menghabisi para musuhnya yang telah beraninya menargetkan istrinya. Daniel dan Lukas pun bergabung dengan bos nya.


Aarav membawa sekitar seratus lebih anak buahnya.


"Habisi mereka semua kecuali pimpinan mereka, serahkan dia kepadaku." Perintah Aarav yang berdiri di depan sebuah gedung tua.


"Baik bos.." Jawab mereka.


Para anggota the devil's pun langsung masuk dan menyerang tempat itu. Mereka semua saling baku hantam dan tembak menembak, sedangkan Aarav menunggu diluar bersandar di mobilnya dengan sambil menghisap rokoknya.


Shen dan beberapa anak buah yang lainnya menemani bos mereka diluar. *Bos benar-benar sudah diluar kendali, semoga misi ini cepat selesai dan bos bisa menemui nona kembali secepatnya.* batin Shen melihat kemarahan yang sangat besar di dalam diri bos nya.


Daniel keluar dengan menyeret seorang pria yang tampak sudah paru baya dan melemparkan pria tersebut ke depan bos nya. "Dia pimpinan mereka bos." Seru Daniel.


Pria itu tersimpuh di lantai dengan tak berdaya karena sudah babak belur dihajar habis-habisan oleh Daniel. "Ampun tuan... " Lirih pria itu lemah.


Aarav menatap tajam pria tersebut lalu ia mengeluarkan sesuatu di balik jaket kulit nya dan tampa berkata sekatapun ia langsung melemparkan belatinya tepat tertancap dalam ke jantung pria tersebut hingga pria tersebut langsung tewas ditempat.


Beberapa helikopter tampak mendarat di halaman gedung yang luas itu. Aarav pun melangkah masuk kedalam nya dan di ikuti oleh beberapa anak buahnya.


Tidak butuh lama mereka tiba di suatu tempat yang cukup gersang dimana banyak anak buah the devil's yang sudah menunggu kedatangan bos mereka disana.


Aarav beserta yang lain masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan dan mereka pun pergi dari sana.


"Ternyata mereka semua sudah menyambut kedatangan kita." Seru Lukas ketika mereka sampai di tempat tujuan dan melihat banyak sekelompok orang di depan mereka.


Aarav mengambil rokoknya dan menghisap nya. "Yang mana pimpinan mereka?" Tanya Aarav menghembuskan asapnya.


"Dia bos!" Kata Shen menujuk seorang pria yang berdiri paling depan.


Aarav berdecak melihat pimpinan klan mafia tersebut. "SERANG!!" Teriak Aarav.


Dan terjadi lagi lah pertumpahan darah di daerah gurun itu. "Kau bagianku." Geram Aarav memelintir kuat leher pria itu.


"Cepat atau lambat klan kalian akan hancur." Kata pria itu mencoba melepaskan diri.


"Bermimpilah." Decak Aarav menyeret tubuh pria itu lalu membantingkan nya dengan sangat keras sehingga terdengar bunyi tulang pria itu patah.


Aarav mengeluarkan pistol kesayangannya dan mengarahkan nya ke pria tersebut. "Katakan pesan-pesan terakhirmu." Kata Aarav.


"Kau..... " Ucapnya terpotong karena Aarav menembak nya dan pria tersebut tewas ditempat.


Tidak butuh lama bagi Aarav dan anak buahnya untuk menghabisi sekelompok mafia kecil itu.


Entah apa yang membuat mereka memiliki keberanian yang besar, menyinggung seorang Aarav yang merupakan salah satu ketua mafia paling ditakuti di dunia bawah.


......................


DUARR!!


DOR!! DOR!! DOR!!


Namun kali ini sepertinya the devil's memiliki lawan yang cukup kuat karena organisasi mafia lawan mereka kali ini pimpinannya mantan jendral militer dan bekerjasama dengan pemerintahan di italia.


Sebenarnya kelompok mafia itu merupakan musuh bebuyutan Arthur sang ayah dari Aarav, dan karena dulu mereka tidak bisa mengalahkan Arthur. Mereka pun beralih


menyerang putranya yaitu Aarav.


"BOS!!!" Teriak Shen karena Aarav memisahkan diri dari anak buahnya yang mencoba melindungi nya.


Aarav berlari cepat masuk kedalam bungker tua untuk menyerang ketua mafia kelompok tersebut. Dia berlindung di balik tong besar dan menembaki para musuh dari baliknya.


DOR!! DOR!! DOR!!!


Anak buah the devil's berhasil masuk kedalam bungker tua itu dan melemparkan tembakan brutal ke kelompok mafia itu. Mereka pun saling melemparkan serangan dan baku hantam yang tidak bisa dielakkan.


BUGH!! BUGH!! BUGH!!!


Aarav menendang keras perut salah satu orang yang mencoba menyerang nya hingga tersungkur di lantai.


Sekitar tujuh orang mengepung Aarav dan menyerangnya secara bersamaan. Aarav dengan lihai menghindari semua serangan tersebut.


BUGH!! Aarav memukul wajah musuhnya dengan sikunya hingga hidung pria tersebut patah dan mengeluarkan banyah darah..


BUGH!! BUGH!! BUGH!!


Aarav menghajar brutal sekelompok orang tersebut dengan hanya hitungan menit saja dan mereka semua langsung tepar di atas lantai.


"Bos.. Orang itu ada di bawah tanah, di sebelah kanan ada tangga menuju kesana." Kata Shen menghampiri bos nya sembari menembaki musuh yang mendekat.


BERSAMBUNG.


(Aarav Geraldo Grey)



(Shane Ben)



(Daniel Immanuel)



(Lukas Delwyn)