Love at First Sight

Love at First Sight
Kebersamaan Erina dan Zoe



Sudah tiga minggu Erina berada di apartemen milik sang kakak yaitu Shen, Pria itu benar-benar menjaga ketat adiknya yang nakal itu supaya tidak bisa melarikan diri.


Dan hampir selama tiga minggu ini Erina dan Zoe semakin dekat, kenapa tidak Erina selalu datang ke apartemen Zoe ketika wanita itu pulang dari kerja.


Zoe juga tidak merasa terganggu melainkan dia senang karena memiliki teman cerita yang semenyenangkan Erina. Dia menganggap Erina sudah seperti adiknya sendiri.


Sore ini, kedua wanita itu tampak sedang maskeran dalam bentuk Sheet mask, mereka juga tampak asik mengobrol sembari melihat televisi di depannya.


"Jadi besok kau sudah akan pulang?" Tanya Zoe ketika mendengar cerita dari Erina jika dia akan kembali besok siang.


Erina menganggukkan kepalanya. "Iya kak, karena minggu depan aku sudah akan kembali ke sekolah." Jawabnya.


"Aku akan kesepian jika nanti kau sudah pergi." Seru Zoe.


"Kakak cobalah mendekati kak Shen dan ajak dia berteman," Timpal Erina.


Sebelumnya Erina sudah menyusun rencananya untuk mendekatkan sang kakak dengan Zoe, namun sayang ia tidak bisa menjalankan rencananya tersebut,


Dikarenakan selama Aarav dan istrinya pergi honeymoon, Shen menjadi begitu sibuk dengan pekerjaan di perusahaan. Bahkan Erina saja jarang bertemu dengannya di Apartemen.


"Maksudmu kakak killer mu itu.... Impossible, jangankan bicara, menoleh kearah orang saja kakakmu begitu susah, Erina." Seru Zoe.


"Itu karena kakak belum akrab saja dengannya, lihatlah kak Aarav sekarang,dia menjadi sangat bucin dengan istrinya. Padahal dulunya dia anti sekali dekat dengan wanita." Sahut Erina.


"Iya itu juga karena mereka saling mencintai Erina, sedangkan aku dan kakakmu itu sama sekali tidak memiliki perasaan itu." Timpal Zoe.


"Kalau begitu buat kakak Shen jatuh cinta denganmu kak." Kata Erina.


Zoe melemparkan bantal sofanya kepada Erina. "Kau jangan sembarangan Erina," Ucap Zoe.


"Kenapa kak? Apa kau tidak menyukai kakakku? Tapi tak mungkin jika kau tak menyukainya secara kak Shen sangat tampan dan keren, aku yakin tidak ada yang akan menolak pesonanya termasuk dirimu kak." Ucap Erina dengan bangganya.


"Percaya diri sekali kau tentang kakakmu. Aku akui Shen memang tampan bahkan sangat tampan tapi aku sama sekali tidak memiliki ketertarikan padanya." Jawab Zoe apa adanya.


"Kalau begitu kakak buat kak Shen saja yang tertarik padamu." Kata Erina yang tidak patah arang untuk menjodohkan kedua orang tersebut.


Ketika Erina akan berbicara, tiba-tiba bel apartemen Zoe berbunyi. "Aku akan melihatnya dulu." Ucap Zoe berdiri berjalan kearah pintu.


Cklek!


Pintu apartemen terbuka dan Erina melihat sosok pria tampan tanpa ekspresi di depannya. "Ada apa?" Tanya Erina yang masih menggunakan maskernya.


"Suruh Erina kembali ke apartemen!" Jawab Shen datar.


"Baiklah tunggu sebentar." Sahut Zoe kembali kedalam.


"Erina, kakak killer mu menyuruh pulang." Seru Zoe.


Erina menghembuskan nafasnya lalu berjalan keluar bersama dengan Zoe.


"Aku pulang ka, bye." Pamit Erina.


"Hmm, bye Erina." Jawab Zoe di depan pintunya.


"Sungguh pria terdatar yang pernah aku temui." Gumam Zoe melihat Shen yang berjalan membelakanginya.


"Benda aneh apa itu?" Ucap Shen melihat Erina yang masih menggunakan maskernya.


"Ini namanya masker kak, untuk mengencangkan kulit dan mencerahkan wajah. Lihatlah wajahku selalu fresh setiap hari. kakak juga harus mencobanya untuk menghilangkan wajah kakak yang kaku itu. " Jawab Erina.


"Kakak apa yang kau lakukan? Aku baru memakainya... Ishhh." Kesal Erina karena Shen menarik masker itu sehingga robek.


"Bagaimana bisa benda setipis ini mengencangkan kulit.... Tidak masuk akal." Kata Shen.


"Bukan masalah tebal dan tipisnya tapi kandungan di dalam masker ini yang dapat melakukannya.... Sudahlah pria tua seperti kakak tidak akan mengerti hal seperti itu." Jawab Erina.


Shen tersenyum dan mengacak rambut adik tengilnya itu.


BERSAMBUNG.