
Mobil Kingston berhenti di sebuah lapangan luas dimana ada sebuah helikopter yang sudah menunggu disana. "Cepat perintahkan anak buah untuk menyiapkan helikopter, malam ini juga." Perintah Aarav menatap tajam Kingston yang masuk kedalam helikopter tersebut.
Shen segera menghubungi anak buahnya dan memerintahkan apa yang disuruh oleh bos nya tadi. Tidak butuh lama helikopter untuk Aarav telah siap disuatu tempat.
Aarav segera kesana dan menaiki helikopter nya bersama dengan Shen, Lukas dan Daniel yang sebagai petunjuknya mengenai keberadaan Kingston.
Lukas mendaratkan helikopter nya di sebuah tempat hamparan, karena Daniel meminta nya untuk berhenti disana. Mereka ber empat pun turun. "Alat pelacak nya menunjukkan villa diatas bukit itu bos." Seru Daniel menunjuk sebuah bukit yang cukup tinggi.
"Lalu kenapa kau menyuruh berhenti disini bodoh." Ketus Lukas.
"Dasar bodoh, kalau kita langsung mendarat disana yang ada kita malah ketahuan dan mereka akan membawa nona pergi lagi." Jawab Daniel kesal.
Aarav melihat sekeliling dimana tidak ada satupun kendaraan yang bisa mereka gunakan menuju bukit tersebut. "Kita jalan kaki." Ucap Aarav melangkah terlebih dahulu.
Ketiga pria itu pun mengikuti langkah bosnya, mereka berjalan bersama menuju bukit itu. Tidak ada satupun dari ketiga pria itu yang berani protes kepada bosnya ketika mereka mulai lelah berjalan semalaman.
"Kalian lelah." Tanya Aarav.
"Tidak bos." Jawab mereka bersamaan.
"Baguslah, kita harus cepat sampai kesana karena aku sudah tidak sabar bertemu istriku." Seru Aarav yang tampak masih memiliki banyak tenaga.
Berbeda dengan ketiga pria dibelakangnya, dimana tubuh mereka terasa akan jatuh ke tanah. Namun sekali lagi, mereka tidak berani mengeluh terhadap bosnya yang tergila-gila dengan istrinya itu.
Hampir menjelang pagi mereka Sampai di puncak, mereka melihat banyak sekali orang berjaga di dekat villa besar itu. Ke empat pria itu bersembunyi di sebuah gudang kecil yang tak berpenghuni. Mereka melihat situasi dari balik tempat itu.
"Ada sekitar empat orang berjaga di depan gerbang itu bos." Ucap Shen mengintip dari balik tirai besi gubuk itu. Shen mengikatkan jaket levis nya ke pinggang dan terus mengamati situasi disana bersama dengan Daniel dan Lukas.
"Kalian alihkan perhatian mereka, aku akan menyelinap masuk kesana." Kata Aarav.
Mereka pun mulai menyusun rencana. "Yakin rencana ini akan berhasil bos?" Ucap Daniel ketika mendengar rencana bosnya yang sedikit aneh itu.
"Berhasil atau tidak itu tergantung pada kalian," Jawab Aarav memberikan tatapan mengultimatum kepada ketiga anak buahnya itu.
***
Aarav bersembunyi dibalik semak-semak sedangkan ketiga anak buahnya akan mengalihkan perhatian para penjaga gerbang.
BUGH!!
Shen memukul keras salah satu pipi Lukas hingga pria itu sedikit terhuyung ke belakang. "Apa-apaan kau Shen." Kesal Lukas karena sebelumnya mereka sudah berkata untuk tidak memukul kuat satu sama lain namun sepertinya Shen mengingkari ucapan itu.
"Diamlah,, buat semuanya terlihat se natural mungkin." Decak Shen.
Lukas pun hendak membalas tinjuan Shen itu, namun gagal karena Shen menghindar dengan cepat. "Kau curang Shen." Kesal Lukas.
BUGH!!
Kali ini Daniel melayangkan tinju keras ke pipi Lukas yang satunya. "****... Kau gila Daniel." Geram Lukas bertambah kesal karena kedua pria itu hanya memukulinya.
"Lihatlah... Bos mengawasi kita." Kata Daniel sedikit melirik kearah bosnya yang menatap tajam para anak buahnya itu.
Lukas membalas pukulan Daniel dan Shen, mereka bertiga akhirnya saling berkelahi satu sama lain. Kegaduhan di dekat gerbang itu akhirnya terdengar oleh penjaga dan beberapa penjaga menghampiri mereka.
Aarav mengambil kesempatan itu dimana hanya tinggal satu orang saja yang menjaga disana. Aarav membekap mulut penjaga itu dan membawanya ke semak-semak, dan menukar pakaiannya dengan penjaga tersebut.
Aarav memasuki kawasan villa itu dengan pura-pura menjadi seorang penjaga disana. Dia menggunakan jas hitam dan kacamata hitam yang sama dengan penjaga lainnya. Tidak ada satupun yang menyadari Penyamaran Aarav itu.
Aarav masuk kedalam villa itu tanpa ada ketakutan atau kecemasan dalam dirinya karena menyamar menjadi penjaga. Aarav melihat sekeliling ruangan itu dan matanya tertuju pada tangga yang mengarah ke lantai dua.
Aarav menaiki anak tangga itu, saat ia baru sampai diatasnya. Ia melihat Kingston bersama dengan seseorang disebelahnya berjalan menuju tangga. Aarav pun segera bersembunyi dibalik dinding dan keluar ketika kedua orang itu pergi menuruni tangga.
Aarav mengelilingi lantai dua itu dan mencari keberadaan istrinya. Matanya tertuju pada sebuah pintu yang terlihat berbeda dengan pintu lainnya karena terdapat gantungan bunga mawar di depannya.
BERSAMBUNG.