
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ke esokan paginya, Arabella tampak memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing, dia melepaskan pelukan Aarav dan pergi kedalam kamar mandi dengan berjalan sedikit terhuyung.
Arabella berdiri di depan wastafel, dia hendak mengambil sabun cuci muka yang berada di kotak yang tertempel di dinding kamar mandi.
Brukk!!!
Barang-barang yang berada di dalam kotak itu terjatuh semua dan tubuh Arabella terduduk di lantai karena kepalanya terasa lebih sakit dan berat.
Aarav yang mempunyai pendengaran yang tajam langsung berlari kedalam kamar mandi, Aarav langsung membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci itu.
Dia langsung kaget ketika melihat istrinya terduduk lemah di lantai. "Sweety.. Ada apa?" Ucap Aarav pankk dan segera mengangkat tubuh Arabella keluar dan membaringkan nya ke ranjang.
Arabella hanya diam karena tubuhnya benar-benar lemah. Aarav memegang kening Arabella yang terasa panas. Ia pun dengan segera membawa Arabella ke rumah sakit terdekat.
Aarav memerintahkan anak buahnya untuk segera menghubungi direktur RS untuk menyiapkan pemeriksaan untuk istrinya.
Tidak butuh lama hanya lima belas menit, mereka pun sampai di rumah sakit.
Terlihat di depan lobby rumah sakit beberapa perawat dan dokter sudah berdiri disana menunggu pasien VVIP RS tersebut.
Mendiang Kakek Aarav merupakan salah satu donatur terbesar di RS Spanyol itu sehingga dia mendapatkan pelayanan khusus.
Aarav meletakkan istrinya ke atas emergency Stretcher yang sudah disiapkan di depan lobby rumah sakit.
"Cepat periksa istriku." Ucap Aarav yang tampak sangat khawatir itu.
"Honey tenanglah aku tidak apa-apa." Lirih Arabella lemah.
"Kau sudah terbaring disini dan kau masih bilang tidak apa-apa," Aarav semakin panik melihat istrinya yang lemah itu.
Arabella dimasukkan kedalam ruang pemeriksaan dan dokter wanita yang tampak sudah senior pun segera memeriksa keadaan wanita itu.
Dokter wanita itu mengerutkan keningnya ketika memeriksa bagian perut Arabella. "Ada apa dengan istriku?" Tanya Aarav tidak sabar dan tidak tenang apalagi melihat ekspresi dokter itu.
Dokter itu, melepaskan alat stetoskop nya dan melihat kearah Arabella. "Kapan terakhir anda datang bulan nona?" Tanya dokter wanita itu ramah.
Arabella tampak mengingat nya. "Sepertinya sudah dua bulan aku tidak menstruasi dok." Jawab Arabella.
"Benarkah istriku hamil dok?" Tanya Aarav dengan wajah terkejutnya.
"Iya tuan, selamat untuk kalian berdua." Jawab dokter itu.
Arabella sangat senang mendengar nya begitupun dengan Aarav, pria itu langsung menghujani wajah Arabella dengan ciumannya.
"Sayang hentikan." Ucap Arabella terkekeh kecil.
"I love you... I love you so much sweety." Ucap Aarav menangkup pipi Arabella dan mengecup bibir nya di depan dokter dan perawat yang masih berada di dalam sana.
"I love you too.." Balas Arabella.
"Ehem... Sebaiknya nona Arabella segera dibawa periksa ke dokter kandungan untuk mengecek kandungannya." Kata Dokter wanita senior itu.
Tidak butuh lama Aarav segera membawa istrinya menuju dokter kandungan.
"Kandungan anda sangat sehat nona, dan sepertinya kalian akan memiliki dua bayi nanti, lihatlah dua titiik itu,mereka adalah calon bayi-bayi kalian." Seru dokter sembari menunjuk kearah monitor USG.
Wajah Aarav dan Arabella terkejut mendengarnya dan melihat ke titik itu, mereka tidak menyangka akan memiliki dua bayi sekaligus. Lalu Aarav kembali menciumi wajah istrinya, mereka sangat senang mendengar kabar tersebut.
"Namun saya tetap akan memberikan vitamin kandungan kepada anda nanti." Ucap dokter kandungan itu.
"Kapan sudah bisa melihat jenis kelaminnya dok?" Tanya Arabella.
"Sekitar dua bulan lagi nona." Jawab dokter itu.
"Kami masih bisa bercinta kan dok?" Tanya Aarav absurd.
Wajah Arabella langsung memerah mendengar pertanyaan suaminya itu, ia pun mencubit perut suaminya yang berada disamping nya. "Aww... Itu hal penting sweety." Jawab Aarav yang mengerti dengan tatapan istrinya itu.
Dokter itu tersenyum melihat sepasang suami istri itu. "Tenang saja tuan, kalian masih bisa melakukannya tapi sebaiknya lakukan dengan lembut dan perlahan supaya kandungan nya tetap baik-baik saja." Jelas dokter.
Aarav menganggukkan kepalanya dia mendengarkan semua penjelasan dokter itu dengan saksama tanpa melewatkan satupun, karena dia sendiri yang akan menjaga istrinya selama hamil nanti.
BERSAMBUNG.