
Hari pesta pernikahan pun akhirnya tiba. Semua kerabat dan para pengusaha kaya serta orang-orang penting lainnya datang untuk merayakan pesta pernikahan tersebut.
Pesta Pernikahan mereka diadakan di sebuah hotel ternama milik keluarga Grey. Dekorasi pesta pernikahan itu didominasi dengan warna gemerlap seperti emas dan silver atau putih. Kedua perpaduan warna ini menciptakan kesan pesta pernikahan yang sangat mewah.
"You're soo beautifull sweetie." Aarav memeluk pinggang Arabella dan mengecup bibirnya.
"Kau juga sangat tampan honey. I love you," Arabella tersenyum manis.
"I love you too.. I will love you like there’s no tomorrow until I breathe my last." Aarav menempelkan keningnya ke kening Arabella.
(Aku akan mencintaimu seperti tidak ada hari esok sampai aku menghembuskan nafas terakhirku).
Tak terasa air mata Arabella menetes, dia sama sekali tidak pernah membayangkan akan ada seseorang yang sangat mencintai dan menyayangi selain orang tuanya dulu.
"Jangan menangis sweetie, sungguh hatiku sangat sakit ketika melihatmu menangis." Lirih Aarav mengusap wajah Arabella.
"Aku bahagia, sangat bahagia Aarav ... I never planed it. But, you’re the best thing ever that has ever happened in my life." Arabella memeluk Aarav.
"Aku tidak pernah merencanakannya (jatuh cinta).Tetapi, kamu adalah hal paling baik yang pernah terjadi di hidupku."
"Mereka sangat serasi." Kata Clara melihat putranya yang sedang berdansa dengan istrinya.
"Hmm... semoga mereka selalu bahagia." Jawab Arthur dan mencium kening istrinya.
"Lihatlah boy, apa kau tidak iri melihatnya." Seru Beatrice kepada Shen, mereka duduk di meja yang sama.
"Kakak tidak akan iri mom.. Mommy harus turun tangan sendiri sepertinya mencarikan pria tua itu pasangan," Timpal Erina.
Shen dan Erina sudah tiba kemarin sore di Chicago.
"Umurku masih 28 anak nakal," Shen meminum minuman nya.
"Baiklah, kalau begitu mommy akan turun tangan supaya kau benar-benar tidak melajang sampai tua." Ucap Beatrice akhirnya.
"Oh no mom... " Shen menggelengkan kepalanya.
"Mommy sudah cukup bersabar melihatmu melajang selama ini, dan sekarang mommy tidak akan membiarkan nya." Tegas Beatrice karena Shen memang sangat membentengi dirinya dengan seorang wanita.
"Hai Clara, lama tidak bertemu kau menjadi semakin cantik saja." Sapa seorang wanita yang tampak seumuran dengan Clara.
"Hai Anna, terimakasih, kau juga tetap cantik. Aku tidak menyangka kau akan menerima undanganku untuk datang ke acara pernikahan putraku." Clara mencium kedua pipi Anna.
"Tentu saja aku akan datang, mereka pasangan yang sangat serasi." Ucap Anna.
Anna merupakan salah satu rekan kerja yang berteman dekat dengan Clara sewaktu dia di Yunani. Mereka masih berkomunikasi via telepon walau tidak terlalu sering.
Di eps 48 the sexy maid and the king devil's of mafia, ada sekilas tentang Anna temannya Clara.
"Iya, terimakasih Anna.... Oh ya dimana suamimu?" Tanya tersenyum.
"Dia sedang pergi dinas ke luar negeri.. " Jawab Anna.
"Mommy.." Panggil seorang wanita.
"Siapa Anna?" Tanya Clara.
"Oh iya,, perkenalkan dia Zoe putriku,, sayang ayo sapa aunty Clara dulu. " Ucap Anna.
"Aunty juga senang bertemu denganmu. Kau mempunyai putri yang cantik sekali Anna." Puji Clara.
"Terimakasih aunty.. Aunty juga sangat cantik." Balas Zoe tersenyum.
"Hai Anna. Kau akhirnya datang." Sapa Beatrice yang baru tiba bergambung.
Mereka ber cipika-cipiki.
"Iya, karena aku sekalian ingin mengantarkan putriku, sebab dia akan bekerja di New York besok lusa." Jawab Anna.
Beatrice melihat kearah Zoe dan menyapanya. "Kau bekerja di perusahaan mana sayang?" Tanya Beatrice.
"Di perusahaan RX aunty," Jawab Zoe ramah.
"Apa kau sudah punya pacar?" Tanya Beatrice.
Zoe tersenyum dan menggeleng pelan. Beatrice pun langsung tersenyum lebar. "Good Girl. " Serunya.
Clara tersenyum mengetahui niat terselubung sahabat nya itu.
"Apa maksud senyummu itu Beatrice?" Kata Anna memicingkan matanya.
"Aku mempunyai seorang putra yang sangat tampan dan baik hati, dan aku ingin menjodohkan anak kita anna." Bisik Beatrice ditelinga Anna.
"Really? Kebetulan sekali putriku baru putus cinta dan dia cukup galau selama seminggu ini. Dan aku sebelumnya berencana akan mencarikannya jodoh disini." Bisik Anna.
"Kalau begitu ayo kita segera jodohkan mereka berdua. Aku akan mengatur semuanya supaya mereka bisa bersama." Bisik Beatrice dan Anna menganggukan kepalanya.
"Mommy, kenapa kau meninggalkanku sendirian?" Decak Erina menyusul ibunya.
"Dia putrimu be?" Tanya Anna.
"Iya aunty,, kenalkan aku Erina." Sapa Erina ceria dengan senyuman manisnya.
"Ya ampun anakmu manis sekali be,," Puji Anna memegang pipi Erina yang cukup chabby.
"Jangan tertipu dengan wajah chubby nya Anna, dia itu sangat bengal." Sahut Beatrice.
"Moomm... "
Lalu Erina melihat kearah Zoe wanita cantik yang berdiri disamping Anna. "Siapa kakak cantik ini?" Tanya Erina.
"Dia putri aunty sayang." Jawab Anna.
"Hallo aku Zoe, senang bertemu denganmu." Jawab Zoe tersenyum.
"Hai kakak Zoe, aku Erina." Jawab Erina.
"Mommy akan menjodohkan nya dengan kakakmu." Bisik Beatrice ditelinga Erina.
"Benarkah? Aku sangat setuju, kalau begitu aku akan membantu mommy." Bisik Erina.
Zoe hanya memandang heran kedua wanita itu.
BERSAMBUNG.