Love at First Sight

Love at First Sight
#53



Pagi harinya Arabella mengerjapkan kedua matanya karena merasakan sesuatu dibalik selimut tebalnya.


Ia pun terpekik pelan ketika sebuah ciuman berada di bagian bawah nya. Lenguhan seksi terdengar keluar dari bibir wanita itu. "Ahh.... " Lenguh Arabella dan sedikit menggeliatkan tubuhnya.


"Good morning my sexy wife!" Ucap Aarav dengan suara beratnya mengeluarkan kepalanya dari selimut dan ******* bibir Arabella yang terbuka.


"Hmmphh.... " Desah keduanya dibalik ciuman pagi yang panas itu.


Aarav menciumi dan menjilat leher Arabella, kedua tangannya meremas dan memijat dada Arabella yang tubuhnya sudah tidak menggunakan apapun lagi.


"Honey..... Aku tidak tahan lagi." Desah Arabella menatap sayu suaminya itu.


"Kau mau sekarang sweety?" Sahut Aarav yang melihat kabut gairah istrinya yang sudah tidak tahan lagi untuk dimasuki senjata miliknya.


Arabella menganggukkan kepalanya dan mencium bibir suaminya itu dengan dalam. Aarav menggosok senjatanya dan mulai perlahan memasukkannya kedalam milik Arabella, sehingga keduanya mendesah bersamaan.


Penyatuan tubuh mereka berdua begitu liar pagi jtu. Aarav beberapa kali membolak-balikan tubuh istrinya dan mencoba bermacam gaya yang membuat keduanya puas.


"Aku memberimu kesempatan untuk memimpin sweety." Ucap Aarav memindahkan posisi menjadi Arabella di atasnya.


Arabella pun bergerak di atas tubuh suaminya, Aarav menggenggam kedua gundukan milik Arabella yang naik turun mengikuti irama goyangan wanita itu.


Setelah akan mencapai puncak yang ke sekian kalinya, Aarav kembali membalikkan posisi di atas Arabella dan menghentakkan pinggulnya den cepat. "Ahh... Ah.. Ah.. " Desah keduanya dengan nafas yang memburu.


"I love you baby." Bisik Aarav ketika mencapai puncaknya dan memeluk tubuh istrinya itu.


"I love you too honey." Balas Arabella.


...****************...


Setelah selesai melakukan pergulatan panas di pagi hari itu, Aarav dan Arabella langsung pergi menuju ke jerman, menggunakan jet pribadi nya. Aarav sudah menyerahkan semua pekerjaannya kepada asistennya yaitu Shen.


Mereka akan berbulan madu disana selama satu bulan, mereka tidak membawa banyak barang karena Aarav akan membelinya disana saja.


Shen dan Erina langsung kembali ke New York setelah mengantar bos dan istrinya di bandara. Erina masih tetap menjalani hukuman disana walau Aarav pergi honey moon karena masih ada Shen.


Setelah menempuh perjalanan berjam-jam akhirnya kedua pasangan pengantin itu sampai di Germany. Aarav membawa cukup banyak anak buahnya untuk menjadi Pengawal nya selama bulan madunya dengan istrinya.


Saat turun dari pesawat Aarav dan Arabella langsung disambut oleh beberapa anak buahnya disana. Mereka menyiapkan mobil khusus untuk sang bos dan nona bos.


"Hmm... " Arabella menganggukkan kepalanya.


Mereka pun makan siang di restoran terdekat setelah tiga puluh menit Aarav dan Arabella keluar dari restoran dan melanjutkan perjalanan mereka ke Heidelberg menggunakan helikopter pribadi milik Aarav yang sudah disiapkan disana.


Selang beberapa jam kemudian mereka pun tiba di juga di kota tersebut. Aarav langsung membawa istrinya ke hotel, dimana anak buahnya sudah memesankan kamar VIP untuknya dan istrinya.


"Istirahatlah sweetie.. Besok aku akan membawamu jalan-jalan mengelilingi kota ini." Ucap Aarav melepaskan jaketnya.


"Baiklah,, aku akan mandi terlebih dahulu." Arabella berjalan masuk kedalam kamar mandi.


Aarav menahan pintu kamar mandi ketika Arabella akan menutupnya. "Ada apa?" Tanya Arabella.


"Ayo kita mandi bersama." Aarav tersenyum.


Lalu menarik tangan istrinya itu ke bawah shower dan menyalakan airnya. "Aku belum melepaskan pakaian ku honey." Ucap Arabella yang masih memakai pakaiannya.


"Biar aku saja yang melepaskan nya." Jawab Aarav memangut bibir Arabella dengan panas.


Arabella mengeluarkan desahannya ketika tangan suaminya itu masuk kedalam bajunya dan meremas dadanya.


Aarav dengan cepat dan lihai melepaskan seluruh pakaian Arabella dan pakaiannya. Mereka sudah sama-sama naked di bawah guyuran shower.


Arabella tak henti-hentinya mendesah karena Aarav memainkan inti sensitif nya dengan jarinya, Aarav mempercepat tempo tangannya sampai Arabella mendapatkan pelepasan nya.


Kemudian Aarav kembali memainkan jarinya walaupun Arabella sudah mendapatkan pelepasan nya. "A-aku sudah tidak tahan lagi honey." Desah Arabella menatap sayu suaminya itu.


"Kau semakin nakal sweetie but i like it." Jawab Aarav kemudian membalikkan tubuh wanita itu dan memasukkan intinya ke milik istrinya nya dari belakang.


"Ah.. Ah.. Tubuhmu membuatku selalu tidak ingin berhenti sweetie." Desah Aarav memaju mundurkan pinggulnya dengan cepat.


"Hmph... Ah.. Ah.. Faster honey." Desah Arabella dengan tangannya membelai rambut Aarav dari belakang.


Aarav pun menambah kecepatan temponya sampai mereka melakukan pelepasan secara bersamaan. Mereka tampak tidak ada capeknya melakukan kegiatan panas itu setelah tadi pagi sudah melakukan nya.


BERSAMBUNG.