Love at First Sight

Love at First Sight
Bertemu Kembali!!



Ia pun membukanya dan masuk kedalam nya. Bibir Aarav langsung tersenyum lebar ketika melihat sosok wanita cantik tengah tertidur pulas di atas ranjang.


Aarav berjalan mendekati ranjang namun langkahnya terhenti, dia berlaih berjalan masuk kedalam kamar mandi. Aarav akan membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum menyentuh istrinya karena dia tidak ingin kuman atau bakteri menempel di tubuh istrinya.


Selesai membersihkan dirinya, Aarav naik ke atas ranjang dengan hanya menggunakan penutup bagian bawahnya saja. Dia memeluk istrinya itu dan menciumnya berkali-kali. Aarav menatap wajah istrinya yang terlelap itu dan menyelipkan rambut ke belakang telinganya.


"I miss you so much, sweetie." Lirih Aarav membawa Arabella kedalam dekapan nya, dimana wajah Arabella berada di dadanya dan Aarav mengelus-elus kepalanya dengan lembut.


Arabella sama sekali tidak menyadari keberadaan suaminya itu karena dia tidur dengan sangat lelap.


Pukul tujuh pagi, Arabella membuka kedua matanya dan sangat terkejut melihat dirinya sedang memeluk seseorang. Arabella pun mendongakkan kepalanya melihat siapa pria itu. Dia semakin terkejut ketika pria itu adalah suaminya.


Arabella pun menggosok matanya untuk memastikan kalau dia tidak salah melihat. Lalu ia pun mencubit tangannya untuk memastikan kembali bahwa dia tidak sedang bermimpi saat ini.


"Aww... " Pekik Arabella karena merasa sakit dengan cubitannya sendiri.


Seketika Aarav pun terbangun mendengar suara teriakan istrinya itu. "Ada apa sweetie?" Tanya Aarav khawatir dan segera duduk melihat istrinya itu.


"Jadi ini benar-benar kau..." Ucap Arabella menangkup wajah pria itu.


"Iya ini aku... Jawab ada apa? Kenapa kau berteriak tadi?" Ucap Aarav yang masih khawatir terhadap istrinya itu.


"Tidak ada... Aku mencubit diriku ketika melihatmu disini dan memastikan jika ini bukanlah mimpi." Jawab Arabella tersenyum.


Aarav mengambil tangan istrinya yang merah karena cubitan tadi dan menciumnya. "Jangan lakukan ini lagi, ya." Ucap Aarav lembut.


Arabella menganggukkan kepalanya dan langsung memeluk suaminya itu, dia juga sangat merindukan pria itu, selama sebulan penuh tidak bertemu dan melihatnya.


"I miss you so much, honey." Lirih Arabella.


"Me too, sweetie." Sahut Aarav dan mengangkat wajah istrinya dan mencium bibirnya dengan sangat lembut.


Arabella membalas ciuman itu dan mengusap halus leher kokoh pria itu. Aarav mengangkat tubuh Arabella pangkuannya tanpa melepaskan bibir mereka.


Beberapa menit kemudian mereka pun melepaskan ciuman bibir mereka dan menatap lekat satu sama lain.


"Dimana pakaianmu?" Tanya Arabella yang menyadari jika pria itu tidak memakai bajunya.



"Bajuku kotor sweetie." Jawab Aarav membelai wajah Arabella.


"Aku akan meminta kakek untuk menyiapkan pakaianmu nanti." Arabella merapikan rambut suaminya itu yang berantakan dengan jari tangannya.


"Hmm... " Jawab Aarav yang tidak mengalihkan pandangannya dari wajah istrinya.


"Kapan kau tiba?"


"Apa masalah perusahaanmu sudah selesai?" tanya Arabella.


"Hmmm... " Jawab Aarav tersenyum dan membelai pipi Istrinya.


"Kau sudah bertemu dengan kakek?"


"Belum, karena aku menyelinap datang kemari." Jawab Aarav jujur.


Arabella mengerutkan keningnya. "Kenapa?" tanya nya heran.


"Karena kakekmu menyembunyikanmu dariku dan melarangku untuk bertemu denganmu selama sebulan kedepan." Jawab Aarav jujur.


"Tapi kenapa kakek melakukan itu, honey?" Tanya Arabella heran.


Aarav diam dan tak menjawab pertanyaan wanita itu, karena dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya terjadi. Dia tidak ingin istrinya itu menjadi takut.


"I want you sweetie." Lirih Aarav menatap intens istrinya itu.


Arabella tersenyum dan mencium bibir Aarav dengan lembut, Aarav sangat senang karena Arabella memberikan nya lampu hijau.


Aarav mengangkat tubuh Arabella dan membawanya di bawah kungkungan nya. Mereka berciuman dengan sangat lembut dan dalam, melampiaskan kerinduan satu sama lain.


Tangan Aarav masuk kedalam gaun tidur milik Arabella, dia meremas benda bulat di dalamnya hingga suara lenguhan merdu Arabella keluar dan membuat Aarav semakin menyesap dalam ke bibir istrinya itu.


Aarav melepaskan gaun tidur sang istri,. Dia mulai memainkan benda bulat yang sudah lama tidak dilihatnya itu dan menyesapnya dengan lahap.


"Ahh... " Lenguh Arabella mencengkram rambut Aarav yang memainkan benda bulatnya.


Seraya mulutnya bermain di benda bulat itu, tangan Aarav turun ke bagian bawah dan memainkan kepiawaian jarinya disana.


Arabella terus mengeluarkan lenguhan indahnya karena service dari suaminya itu. Aarav memandang wajah istrinya itu yang hampir mencampai puncaknya karena permainan jarinya di bawah.


"I really miss you, sweetie." Lirih Aarav dengan suara beratnya.


Arabella terpekik kecil ketika mencapai pelepasan pertamanya. Aarav melepaskan penutup bagian bawahnya dan Arabella. Ia pun langsung memasukkan nya dan bergerak perlahan di atas istrinya itu.


Aarav berusaha sekuat tenaga untuk tidak bermain liar untuk melampiaskan kerinduan nya terhadap istrinya itu. Karena dia tidak ingin sampai menyakiti istri dan bayinya yang sedang dalam kandungan Arabella.


Suami-istri itu melepaskan rindu dengan permainan lembut mereka, hingga satu jam kemudian mereka menyudahi permainan itu dan sama-sama membersihkan diri di dalam kamar mandi.


BERSAMBUNG.


Sorry Ya Ges Baru Up, Soalnya Proses Reviewnya Lama Banget Dari Kemarin Nggak Lulus-Lulus🙏 Author Geregetan Jadinya 😫