
Aarav menyeringai melihat darah yang sudah bercucuran membasahi seluruh kaki dan paha pria itu. Dia benar-benar menyiksa habis pria itu.
*itulah akibatnya karena berani mengucapkan nama nyonya besar dengan mulut bajingan mu itu. Aku bahkan sangat ingin bergabung dengan bos untuk menguliti mu hidup-hidup.* batin Shen yang juga emosi karena ucapan pria itu.
Aarav menaikan belati tepat di dekat area vital laki-laki itu, satu jari saja lagi akan langsung tepat melukai alat vital Ken.
Ken menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tolong ampuni tuan. Saya benar-benar sangat menyesal... Tolong ampuni saya tuan." Mohon ken dan tanpa ia sadari ia telah mengompol dibalik celananya.
"Menjijikkan!" kata Aarav karena pria itu mengompol.
Lalu ia pun bangkit dan membalikkan tubuhnya, sembari menepuk bahu Shen yang berdiri di belakangnya. "Selesaikan dia!" Perintah Aarav lalu berjalan pergi dengan beberapa anak buahnya yang mengikuti.
"Terima... " Belum selesai dengan ucapannya Shen menembakkan senjatanya tepat di jantung pria itu.
Dor!! Dor!!
Dua tembakan cukup untuk menghabisi pria mengenaskan itu. "Ck dasar memang cari mati, sudah tahu tidak sebanding dengan bos tapi tetap saja mencari masalah!" Ucap Shen berdecak lalu pergi menyusul bos nya yang sudah menunggu di dalam mobil.
"Ke markas!" Perintah Aarav yang membuat Shen dan sang sopir mengerutkan keningnya yang duduk di kursi depan.
Karena biasanya Aarav akan langsung pulang ke mansion dan jarang pergi ke markas. Walaupun begitu sopir tetap melajukan kendaraan menuju markas.
"Aku tidak ingin dia takut melihat pakaian ku yang penuh darah ini!" Jelas Aarav karena asisten dan sopirnya itu terlihat bingung.
*bos benar-benar memikirkan nona itu* batin Shen.
***
Di tempat lain, tepatnya di dalam kamar milik Aarav. Seorang wanita tampak mondar-mandir sembari mengigit ujung jarinya. Dia tampak bingung dengan apa yang terjadi.
"Bagaimana ini? Tidak mungkin aku tidur di kasur yang sama dengan pria itu." Ucapnya melihat kearah ranjang.
Hoaamm.. Annabella menguap karena sudah merasa sangat mengantuk. Lalu ia memilih untuk tidur di sofa panjang yang ada di kamar tersebut, tidak butuh waktu lama ia pun terlelap.
***
"Selamat datang bos." Ucap salah satu orang kepercayaan Aarav di the devil's yang bernama Daniel.
"Hmm.. " Jawab Aarav datar berjalan menaiki tangga yang setiap tangga nya ada anak buahnya yang berdiri disana.
Shen mengikuti langkah Aarav bersama dengan Daniel.
"Shen," Bisik Daniel yang berjalan disamping nya.
"Hmm..." Jawab Shen datar.
"Kenapa bos tiba-tiba datang kemari?" Tanya Daniel berbisik karena takut bos nya mendengar.
"Kau akan segera tahu nanti.." Jawabnya.
Daniel tampak berdecak mendengar jawaban dari Shen yang tidak jelas itu. *dasar pria datar, tapi kalau dia datar lantas bos pria apa?* batinnya mengumpat.
Aarav masuk kedalam kamar yang berada di lantai dua, dimana kamar itu khusus untuknya di markas itu.
Shen pun mengikutinya masuk untuk menyiapkan pakaian bosnya tersebut.
"Shen, kau pergilah membersihkan diri. Biarkan Daniel yang menyiapkan pakaian untuk ku!" Ucap Aarav melihat kedua pria di belakangnya itu.
"Baik bos!" Jawab Shen menundukkan kepalanya lalu pergi keluar.
Aarav pun masuk kedalam kamar mandi sedangkan Daniel masuk kedalam ruangan walk in closet untuk menyiapkan pakaian bosnya.
****BERSAMBUNG****.