
...****************...
Erina bangun di pagi hari, dia masuk kedalam kamar mandi dan memakai pakaiannya yang telah di siapkan di atas sofa kamar itu.
Erina duduk di sofa sembari membuka ponselnya namun terdengar seseorang mengetuk pintu kamarnya. "Masuk!" Teriak Erina.
Orang itu adalah Daniel yang datang untuk membawakan sarapan wanita itu. Erina tampak menatap pria itu yang berjalan mendekati nya. "Ini sarapan anda nona." Kata Shen meletakkan nampan yang berisi makanan ke meja.
"Thanks, Kau baik juga ternyata." Ucap Erina yang masih menatap kearah Daniel.
"Shen yang memerintahkan untuk membawakan sarapan ini." Jawab Daniel.
"Hmm.. Tentu saja aku tahu." Kata Erina yang kemudian memakan sarapan itu.
Daniel pun berpamitan keluar.
Selepas sarapan Erina keluar dari kamar karena ia merasa bosan terus berada di dalam sana, Erina berjalan ke arah halaman belakang karena ia mendengar banyak suara tembakan dari sana.
"Fokuskan pandangan kalian, jangan alihkan pandangan kalian dari titik itu, dan bayangkan jika titik itu adalah musuh kita." Seru Daniel yang sedang melatih ke fokusan parah anak buah the devil's di halaman belakang.
Daniel mengarahkan mereka untuk menembak titik kecil yang di ukir di atas kayu yang tergantung di sebuah pohon besar sehingga kayu itu berputar-putar karena tiupan angin.
Dor!!
Tiba-tiba seseorang menembak kayu tersebut tepat di titik nya. Daniel dan yang lainnya langsung melihat ke arah penembak itu.
"Sorry.. Aku hanya ingin mengetes kemampuan ku saja. Dan sepertinya tidak ada kemunduran." Ucap Erina tersenyum.
"Woww!!" Seru para anak buah the devil's yang kagum dengan keahlian menembak wanita itu.
"Masuklah nona, jangan menganggu disini." Ucap Daniel memandang datar kearah wanita itu.
"Aku tidak akan menganggu, aku akan duduk disini melihat kalian saja." Jawab Erina yang sudah duduk di salah satu kursi disana.
Daniel memandang dingin Erina. "Di dalam sangat membosankan kau tahu, ayolah aku juga tidak akan menganggumu." Ucap Erina ketika melihat pandangan dingin itu.
Daniel tidak menghiraukan wanita itu, ia kembali melatih para anak buah the devil's. Karena kedatangan Erina membuat para laki-laki disana mencuri pandang kearah wanita cantik itu dan Daniel dengan tegas memerintahkan mereka untuk fokus kepadanya.
Dua jam kemudian Daniel pun membubarkan mereka semua. Daniel berjalan masuk kedalam markas dan melewati Erina bahkan pria itu sama sekali tidak melihat kearah nya.
Erina pun segera menyusul karena semua orang sudah membubarkan diri. Erina mengikuti langkah Daniel di belakangnya.
"Apa kau akan mengikutiku kedalam kamar mandi juga." Ucap Daniel yang menyadari jika wanita itu terus mengikutinya.
"A-apa.. T-tidak aku akan pergi saja." Ucap Erina gugup.
Daniel pun masuk kedalam kamarnya dan membersihkan tubuhnya.
Erina berjalan menyusuri ruangan di markas itu, hingga langkah nya terhenti di salah satu ruangan, kemudian ia pun masuk kedalam nya dan melihat banyak komputer dan orang-orang yang berada di depannya.
"Hei nona belut keluar lah, kau hanya akan mengacau jika disini." Seru Lukas yang melihat Erina masuk keruangan pengawasan itu.
"Aku ingin pinjam satu komputer disini." Seru Erina duduk di salah satu kursi kosong yang berhadapan dengan komputer besar.
"Hei nona, cepat menyingkir jika kau tidak ingin ditendang seseorang karena duduk disana." Ucap Lukas yang sedang duduk di kursi sofa.
"Ck.. Emang siapa yang berani menendangku." Sahut Erina enteng.
Erina mulai mengotak-atik komputer tersebut, dia membuka video game dan memainkannya dengan senang.
"Yuhuuuu.... I'm win because i'm queen." Serunya heboh.
"Siapa yang menyuruhmu duduk disini." Ucap Daniel dingin yang kini berdiri dibelakang kursi yang di duduki oleh Erina.
"Ops,, sorry. Aku tidak tahu jika ini adalah kursimu tampan." Seru Erina mengerlingkan matanya.
"Silahkan duduk pria tampan." Ucap Erina menunduk dan mempersilahkan Daniel untuk duduk di kursi tersebut.
"Pfffft... " Lukas menahan tawanya melihat wajah kesal Daniel terhadap tingkah wanita itu.
BERSAMBUNG.