Love at First Sight

Love at First Sight
Rencana Erina



Seminggu sudah Erina berada di mansion sang kakaknya, wanita itu tampak mati membosankan dikurung ditempat kakaknya itu. Walaupun ada Arabella tapi dia juga ingin bersenang-senang keluar.


"Huffftt.... " Erina menghembuskan nafas bosannya dan merebahkan tubuh nya disamping sofa Arabella duduk.


"Ada apa Erina?" Tanya Arabella yang melihat Erina tampak lesu.


"Kakak ipar. Apa kau tidak bosan berada di mansion terus?" Ucap Erina melihat kearah Arabella.


Jujur sebenarnya Arabella juga merasa bosan berada di mansion apalagi dari dulu dia tidak terbiasa berdiam diri dirumah karena itu akan membuat nya sering bertemu dengan ibu tirinya, itulah sebabnya Arabella selalu menghabiskan waktu luangnya diluar rumah.


Arabella mengangguk pelan. "Tuh kan, aku pun sama kakak ipar, aku sangat ingin bersenang-senang keluar sebentar, sekedar hanya menghilangkan kejenuhan saja." Lirih nya.


"Tapi Aarav tidak mengizinkan kita keluar kalau bukan atas izinnya." Jawab Arabella.


Erina tampak diam dan berpikir bagaimana cara untuk bisa melarikan diri sebentar dari sana. Tiba-tiba senyuman tersungging di bibir wanita itu. Arabella mengerutkan keningnya melihat senyuman Erina itu.


"Kakak ipar bagaimana kalau kita bekerjasama sebentar." Bisik Erina pelan supaya tidak ada dinding yang mendengar.


Arabella menatap Erina. "Apa yang kau rencakan Erina? Kau jangan macam-macam, bisa-bisa Aarav marah nanti." Ucap Arabella.


"Asalkan kakak ipar mau bekerjasama, aku yakin kak Aarav dan kak Shen tidak akan tahu." Ucap Erina.


"Tidak aku tidak mau," Jawab Arabella.


"Ayolah kakak ipar, pliss." Bujuk Erina dengan tatapan memohon nya.


"Aku tidak berani Erina, kau tahu kan se tegas dan se sangar apa kakak mu?" Ucap Arabella tidak setuju,namun Erina tidak patah arang untuk membujuk hingga Arabella pun akhirnya menyetujui nya.


Erina meyakinkan Arabella jika Aarav dan Shen tidak akan tahu sebab mereka hari ini akan lembur di kantor, dan Arabella tahu itu karena Aarav sudah memberitahu nya tadi lewat telepon.


Erina mulai mengatakan rencananya kepada Arabella, dia benar-benar membuat rencana yang sempurna karena wanita itu memang mempunyai otak yang cerdik, itulah sebabnya dia selalu bisa melarikan diri dari pengawasan para bodyguard nya.


"Kau yakin ini akan berhasil?" Tanya Arabella.


"100% kakak ipar, percayalah padaku." Sahutnya dengan yakin.


Tapi sebelum melancarkan rencananya, Erina mengajak Arabella untuk berdandan terlebih dahulu. Erina membawa Arabella kedalam kamarnya dan mulai merias wajah Arabella dan memilihkan nya pakaian.


"Menurutku baju ini terlalu terbuka Erina?" Ucap Arabella ketika memakai pakaian yang dipilih Erina.


Erina memilihkan Arabella baju model Backless dengan rantai kecil sebagai tali di lehernya dan bagian dadanya.


Dan bagian bawahnya ia memilihkannya rok mini berwarna brown.


"Tapi bagian dada dan punggungnya terlalu terbuka." Kata Arabella di depan cermin.



"Itulah namanya fashion kakak ipar kusayang." Sahut Erina.


Sedangkan Erina memilih dress mini berwarna hitam yang membentuk tubuh mungilnya menjadi seksi.


"Tatto mu cukup banyak ternyata." Ucap Arabella melihat beberapa tatto di bagian tubuh Erina.


"Ini belum seberapa, aku ingin menambah lebih banyak lagi tapi mommy melarangnya." Jawab Erina.


"Emangnya kita kan pergi kemana Erina?" Tanya Arabella yang memang belum sempat menanyakan nya ketika diluar tadi.


"Kakak ipar akan tahu sendiri nanti, yang jelas ke tempat yang sangat seru." Sahut Erina memakai sepatu high heels talinya.


Arabella keluar dari kamar Erina sekitar pukul tujuh malam, wanita itu keluar terlebih dahulu menggunakan coat panjang nya sehingga menutupi pakaian seksi nya. Dan berjalan melenggang keluar.


"Permisi, bisakah kau mengantarku ke perusahaan Aarav." Ucap Arabella ramah ke salah satu penjaga yang berada di depan pintu mansion.


Penjaga itu segera menundukkan kepalanya. "Maaf nona, tapi saya harus mempunyai izin terlebih dahulu dari bos." Jawab pria itu.


"Tidak usah menghubungi nya karena dia sedang rapat, dan dia ingin makan malam bersama denganku, ini lihatlah." Sahut Arabella memperlihatkan layar ponselnya dimana di ponsel itu tertulis jika Aarav menyuruh Arabella untuk datang ke perusahaan.


Penjaga pria itu tampak mengerutkan alisnya, dia merasa ada yang janggal mungkinkah bosnya memberikan perintah seperti itu.


namun tidak lama ponsel Arabella berdering menandakan ada seseorang yang menelponnya.


Nama Shen tertera di layar handphone nya dan pria itu sudah melihat nya. Arabella mengangkat panggilan tersebut, wanita itu berusaha sekuat tenaga untuk tetap tenang agar tidak dicurigai walau sebenarnya dia sangat takut sekarang ini.


"Shen, ingin bicara padamu." Seru Arabella memberikan ponselnya ke pria itu.


Penjaga itu pun menerimanya dan tampak dia menganggukkan kepalanya. "Baik tuan, saya akan mengantar nona tanpa pengawal." Jawabnya.


Penjaga itu pun akhirnya mempercayai perintah tersebut ketika ia bicara dengan Shen di telepon tadi dan akan segera membawa Arabella ke perusahaan Aarav.


Iya itu semua adalah perbuatan Erina, wanita itu menggunakan suara palsu yang sama persis dengan milik Shen. Erina memang pandai meng-hack sesuatu karena dia merupakan keturunan dari Beatrice, jadi sangat mudah baginya melakukan hal sepele seperti itu.


BERSAMBUNG.