
Dua minggu kemudian,
Setelah pulang dari eropa, Aarav langsung membawa istrinya ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan nya karena dia masih khawatir jika tidak melihat secara langsung kondisi bayi-bayi mereka.
Clara dan Arthur sudah datang ke New York minggu lalu untuk menjenguk menantu dan calon cucu mereka. Mereka sangat senang mendengar kabar jika bayi Aarav dan Arabella adalah Twins. Clara sudah tidak sabar menunggu kehadiran cucunya.
Aarav sudah kembali pergi ke kantor dua hari yang lalu. Dan hari ini dia mendapatkan kabar mendadak dari anak buahnya jika hari ini Duke datang ke New York dan sekarang sudah berada di mansion bersama dengan Arabella.
Mendengar kabar itu Aarav langsung pulang ke mansion nya, karena dia takut Duke membujuk Arabella untuk pergi bersamanya lagi.
Sampainya di mansion, Aarav langsung keluar dan berlari kedalam. "SWEETIE!!" Teriak Aarav.
"Oh my, kenapa kau berteriak honey?" Timpal Arabella yang berada di ruang keluarga bersama dengan sang kakek.
"Aku takut kau diculik seseorang lagi sayang." Jawab Aarav duduk disebelah istrinya dan mengangkat tubuh Arabella agar duduk di depannya.
"Apa yang kau lakukan, cepat lepaskan. Tidak enak dilihat oleh kakek." Bisik Arabella.
"No sweetie!!" Jawab Aarav.
"Oh my... " Decak Arabella pasrah.
"Kapan anda akan pulang?" Tanya Aarav to the point mengusir Duke.
Arabella menyikut perut suaminya. "Aw, maksudku kapan anda datang kemari?" Tanya Aarav kembali setelah mendapat pukulan dari istrinya.
"Aku baru tiba, dan langsung mengunjungi cucuku kemari." Ketus Duke menampakkan raut tak sukanya melihat kehadiran cucu menantunya.
"Seharusnya anda istirahat terlebih dahulu di hotel, dasar tidak sadar umur." Seru Aarav tak kalah ketusnya.
"Honey.... " Arabella menatap tajam suaminya.
"Apa sayang? Yang aku katakan memang benar bukan, kakek tua ini harus memikirkan kesehatan nya terlebih dahulu." Kilah Aarav.
Arabella tampak setuju dengan ucapan suaminya itu. "Benar, kakek harusnya beristirahat terlebih dahulu," Seru Arabella.
Aarav tersenyum penuh kemenangan melihat kearah Duke. "Tak apa sayang, kakek baik-baik saja." Jawab Duke memaksa senyum nya karena merasa kesal dengan pria di depannya.
Kenapa tidak? dia baru saja tiba menemui cucunya namun sudah akan langsung diusir oleh pria tengil di depannya sekarang.
"Tidak kek! Ayo aku antar kakek ke kamar untuk beristirahat dulu." Seru Arabella berdiri.
Seketika senyuman di bibir Aarav langsung pudar ketika mendengar ucapan istrinya itu. Padahal maksud dia adalah untuk mengusir Duke dari mansion nya. "A-apa sweetie? Bukankah sebaiknya kakek tua ini kembali ke hotelnya saja, mungkin dia lebih tenang disana. " Ucap Aarav tak patah arang mengusir Duke.
"Tidak honey! Lebih baik kakek beristirahat disini saja dan panggil dia 'Kakek' aku tidak suka panggilanmu." Tegas Arabella.
Aarav langsung cemberut mendengarnya dan dia tidak bisa protes lagi dengan ucapan istri tercintanya.
Sekarang giliran Duke yang tersenyum penuh kemenangan kepada cucu menantunya itu, Aarav berdecak melihat senyum menyebalkan itu.
"Tak usah dengarkan ucapannya kek, mungkin dia sedang lelah karena dari kantor." Ucap Arabella pelan.
Duke menganggukkan kepalanya dan memegang tangan Arabella yang berada di lengannya. "Katakan pada kakek jika kau merasa tertekan padanya, kakek bisa membawamu pergi." Bisik Duke.
Aarav yang mempunyai pendengaran sangat tajam, tentu saja mendengarnya. "Hei kakek tua, kau jangan bicara sembarangan jika tidak ingin ku usir." Ketus Aarav.
Arabella langsung menatap tajam suaminya itu. "Sayang, dia ingin membujukmu untuk meninggalkanku, tentu saja aku kesal." Ucap Aarav cemberut.
Arabella memutar bola matanya, karena jengah dengan sikap suaminya itu. Dia tidak tahu kenapa hubungan kedua orang itu tidak akur sejak pertama kali bertemu.
"Kau tidak akan bisa mengusirku bocah, karena cucuku tidak akan membiarkannya." Jawab Duke.
"Ck, kalau begitu aku tidak akan memberikanmu makan." Ketus Aarav.
"Sudah cukup!" Seru Arabella, hingga kedua pria itu akhirnya diam.
Setelah sampai di depan kamar tamu, Arabella langsung menyuruh kakeknya untuk beristirahat disana sebentar. Lalu dia pun kembali ke kamarnya bersama dengan Aarav.
"Aku tidak tahu kenapa kau selalu terlihat tidak suka kepada kakek? ada apa hmm?" Tanya Arabella.
"Mungkin faktor umur kami yang berbeda jauh." jawab Aarav random.
"Aku bicara serius Aarav!" Ucap Arabella.
"Hei, kau memanggil namaku sweetie?" Ucap Aarav.
Arabella terlihat kesal karena Aarav tidak menjawab pertanyaannya dengan serius, lalu dia membalikkan badannya dan melangkah kearah kamar mandi,
Namun Aarav menarik tangannya dan mencium bibir istrinya yang mencebik itu. "Okay maafkan aku ya," Ucap Aarav lembut.
"Katakan kenapa kau tidak menyukai kakek?" tanya Arabella.
"Karena dia mencoba membawamu pergi." cebik Aarav.
"Kakek hanya bercanda, jangan mengangap nya serius honey." seru Arabella.
"Tidak, menurutku dia tidak terlihat bercanda." ketus Aarav.
"Oh my.... jangan kekanakan okay." ucap Arabella.
"Baiklah, karena kau tidak ingin aku kekanakan, maka ayo kita lakukan hal yang ke dewasan sekarang." Bisik Aarav sensual di telinga Arabella dan menjilatnya.
Tubuh Arabella langsung meremang seperti biasanya ketika Aarav sudah mulai menyentuh nya. Aarav mengangkat tubuh Arabella ke ranjang dan menindih nya.
Selanjutnya tentu saja adegan dewasa yang mereka lakukan. Silahkan Travelling sendiri ya ges, Karena Author takut lama proses Reviewnya nanti hehehe.....
BERSAMBUNG.