
Sedangkan di mansion saat ini, tampak seorang pria yang terlihat pasrah dengan apa yang dilakukan istrinya kepada wajahnya.
"Sweetie... Apa masih belum selesai?" Tanya Aarav yang wajahnya sedang di lukis oleh istrinya.
Pria itu hanya bisa pasrah ketika saat baru pulang kerja tadi, sang istri langsung memintanya untuk melukis wajahnya bahkan Aarav belum sempat membersihkan tubuhnya.
Belakangan ini Arabella suka sekali menonton film fiksi. Kemarin lalu bahkan istrinya itu menyuruh dia tidur dengan menggunakan pakaian spiderman yang super ketat ditubuh nya.
Sehingga membuat pria itu terus mengumpat dalam hatinya. Dia tidak berani menolak permintaan istrinya itu karena Arabella saat ini sedang dalam fase yang sangat sensitif.
Mood wanita itu sering kali berubah-ubah, terkadang marah, lalu sedih bahkan sampai menangis sesegukan jika kemauannya telat satu menit tidak dituruti.
"Sebentar lagi honey!" Jawab Arabella yang matanya tampak sangat fokus.
"Lain kali jangan nonton yang aneh-aneh lagi," Seru Aarav.
"Aku tidak pernah nonton yang aneh!" Timpal Arabella.
"Carilah tontonan yang bermanfaat untuk bayi-bayi kita sayang," Seru Aarav.
Arabella menghentikan kegiatannya, keningnya berkerut melihat suaminya itu. Bisa ditebak jika wanita itu sebentar lagi akan merajuk dan marah.
Aarav yang menyadari perubahan ekspresi itu, langsung memegang kedua tangan istrinya dan meminta maaf.
"Maksudmu aku tidak menyayangi bayiku," Kata Arabella yang sudah mengeluarkan kekesalannya.
"Bayi kita sayang," Ralat Aarav.
"Dan aku tidak mengatakan jika kau tidak menyayangi bayi kita, aku hanya menyarankanmu tadi, jika kau tidak setuju juga tidak apa-apa, sayang." Jelas Aarav pelan dan berulang kali menciumi punggung tangan Arabella, supaya istrinya itu tidak marah padanya.
"Sama saja." Kesal Arabella melepaskan tangannya dari Aarav dan berjalan keluar dari kamar dengan hati yang dongkol terhadap suaminya itu.
Aarav menghembuskan nafasnya, lalu menyusul istrinya keluar, dia harus membujuk istrinya dan mengembalikan kembali moodnya.
...****************...
Shen dan Zoe masuk kedalam mansion dan mereka berdua tiba-tiba terkejut ketika melihat seseorang dengan wajah yang cukup menyeramkan.
"Zoe!!" Panggil Arabella menghampiri Zoe dan memeluknya.
"Arabella siapa orang itu?" Tanya Zoe.
"Entahlah aku juga tidak mengenalnya, ayo kita duduk dulu." Seru Arabella membawa Zoe duduk di sofa tamu.
"Sayang, baiklah aku salah dan kau benar. Maafkan aku dan please jangan marah lagi okay.." Seru Aarav duduk disebelah istrinya dan memegang tangannya.
Arabella tidak menghiraukan suaminya itu, ia justru mengajak Zoe mengobrol. Zoe merasa sedikit canggung seakan berada di tengah-tengah perselisihan suami-istri itu.
Aarav menarik nafas dan membuangnya dengan kasar, Shen hanya bisa mengulum senyuman nya melihat wajah tersiksa bos nya itu.
Karena semenjak pulang dari Eropa, kesabaran Aarav benar-benar diuji oleh istrinya.
"Tidak sayang, aku sama sekali tidak mendengus. Mungkin kau salah dengar." Kilah Aarav.
"Tidak, aku mendengar dengan jelas kau mendengus tadi." Cebik Arabella yang tampak kembali kesal.
"Oh my god, aku sama sekali tidak mendengus sweetie ku sayang, tadi itu hanya karena bulu hidungku jatuh." Kilah Aarav mencium gemas pipi istrinya itu.
"Pfftt... " Shen dan Zoe menahan tawa mendengar alasan konyol itu.
"Naiklah dan bersihkan tubuhmu." Ucap Arabella.
"Baiklah," Jawab Aarav tiba-tiba menggendong istrinya itu dan membawanya ke kamar.
"Apa yang lakukan? Cepat turunkan aku, aku masih ingin mengobrol dengan Zoe." Seru Arabella.
"No sweety, kau tetap harus menungguku di kamar." Jawab Aarav.
"Shen, Zoe tunggu kami sebentar." Seru Arabella karena dia tidak bisa mencegah suaminya itu.
"Apa mereka selalu manis seperti itu?" Tanya Zoe tertawa lirih melihat tingkah menggemaskan pasangan suami istri itu.
"Hmm... " Jawab Shen pindah duduk disamping Zoe.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke taman dulu sementara menunggu tuan dan nona Arabella." Ucap Shen.
"Boleh juga tapi apa tidak masalah, nanti mereka berdua mencari kita." Kata Zoe.
"Tenang saja, mereka tidak akan turun secepat itu." Jawab Shen karena dia sangat mengenal bos nya itu.
Zoe dan Shen pun berjalan disekitar taman, Shen menggandeng tangan wanita itu dan sekali-kali mencium nya. Dada Zoe seakan mau meledek setiap kali Shen melakukan hal itu.
"Sudah berapa lama kau kerja bersama Aarav?" Tanya Zoe membuka obrolan.
"Sejak kecil, sekitar umur delapan tahun." Jawab Shen.
Zoe menghentikan langkahnya dan melihat kearah Shen. "Kenapa? Kau tidak percaya?" Tanya Shen yang mengerti arti tatapan wanita itu.
Zoe menganggukkan kepalanya dan kembali berjalan. Shen tersenyum dan mencium tangan Zoe.
"Aku tidak berbohong." Jawab Shen yang tampak belum ingin menceritakan masa lalu nya karena dia sudah menguburnya dalam-dalam.
Lalu Shen berhenti dan membalikkan tubuh Zoe menghadap kearah nya, tanpa berkata-kata Shen mencium bibir Zoe yang terbuka itu.
Zoe mengalungkan tangannya dileher Shen dan membalas ciuman yang akhirnya jadi pangutan dalam itu. Suara decapan dari mulut mereka dapat di dengar oleh keduanya.
Shen menarik punggung Zoe agar semakin menempel padanya.
"Apa mereka memiliki hubungan honey?" Tanya Arabella yang berdiri di beranda belakang bersama dengan suaminya.
Saat turun tadi, Arabella tidak melihat keberadaan Zoe dan Shen dan Arabella pun mengajak suaminya untuk menyusul mereka berdua ditaman setelah bertanya dengan pelayan.
BERSAMBUNG.