
L A 86 - Leguain dan Cesta
Sekembalinya Leo ke Kerajaan Gaspar, ia menemukan keanehan disana. Sebuah penghalang yang sangat luas memenuhi perbatasan dan membuatnya tidak bisa sembarangan untuk masuk.
’Jadi ucapan Nyanmaru benar jika Pangeran Kekaisaran Timur berniat menjadikan Charlotte menjadi istrinya.’ Leo berkata dalam hati dan tersenyum tipis.
”Sungguh bodoh mengotori tangan hanya untuk masalah percintaan.” Leo berkata pelan sebelum menciptakan lingkaran sihir yang besar.
Archie adalah jurus sihir pemanggilan milik Saturn dan Leo menggunakan jurus sihir tersebut untuk menjadi kekuatannya. Selama lima tahun belakangan Leo menempa kemampuannya dan sudah menggunakan jurus yang ia ciptakan sendiri.
”Archie...”
”Chiesa.”
Kali ini Leo memanggil Chiesa. Sosok mantan Raja Iblis Agung itu benar-benar seperti mayat hidup yang dapat Leo kendalikan sesuka hati.
Setelah memeriksa penghalang sihir yang menghalangi wilayah perbatasan, Leo mengetahui jika sesuatu terjadi di Kerajaan Gaspar. Kemungkinan Raja Leguain tidak hanya melakukan perjanjian dengan Kekaisaran Timur melainkan salah satu dari Raja Iblis Agung.
”Pergilah,” ucap Leo.
Tak lama Chiesa melompat keatas dan masuk kedalam penghalang sihir. Setelah memasuki penghalang sihir, Chiesa menciptakan lingkaran sihir yang lain dan memanggil End beserta Catloph.
Disisi lain Leo tidak masuk kedalam lingkaran sihir dan mencari tempat persembunyian. Leo ingin mengetahui apa yang terjadi di Kerajaan Gaspar dengan mengendalikan Chiesa, End dan Catloph.
Hampir bersamaan di dalam Istana Gaspar terlihat sosok Raja Leguain sedang berbincang dengan seorang pria paruh baya.
”Jendral Cesta, apa yang terjadi?” tanya Raja Leguain saat menyadari perubahan pada raut wajah pria bernama Cesta.
Sosok pria yang menjabat sebagai Jendral Bumi Kekaisaran Timur itu tertawa pelan sebelum mengepalkan tangannya.
”Ada orang yang berani menyusup ke negeri ini, Leguain!” ucap Jendral Cesta menjelaskan.
”Skyfish sedang menuju Allegra untuk memastikan bawahannya berhasil menemukan pemimpin Elemen! Aku hanya perlu menunggu orang yang telah menghancurkan rencanaku beberapa tahun ini dan membalasnya!” ujar Jendral Cesta penuh ambisi.
Mendengar hal itu Raja Leguain menelan ludah. Dia sudah mendengar rumor tentang sosok yang menghancurkan armada pasukan dari Kerajaan Canute. Identitas pelaku utama dari musuh yang dimaksud Jendral Cesta adalah orang yang sama.
”Kau sudah menyelidikinya bukan, Leguain?” tanya Jendral Cesta untuk memastikan.
Raja Leguain mengeluarkan dokumen tentang Leo yang ia temukan di Elemen dan memberikannya kepada Jendral Cesta.
Jendral Cesta membacanya dan terkejut setelah mengetahui identitas Leo yang merupakan keturunan Raja Avalon. Identitas Leo disembunyikan namun Raja Leguain berhasil mengambil dokumen yang disimpan oleh Hera.
”Ada apa dengan wajahmu, Leguain?” tanya Jendral Cesta saat menyadari wajah Leguain memucat.
”Wajahmu memucat...”
Raja Leguain menelan ludah dan mengingatkan Jendral Cesta jika Vasco Gaspar adalah mantan teman sekelas Leo Avalon. Tidak menutup kemungkinan Leo akan menyelamatkan Vasco dan membunuhnya.
Mendengar itu Jendral Cesta tertawa karena mengetahui apa yang dikhawatirkan Raja Leguain. Sosok Jendral Bumi Kekaisaran Timur ini sangat percaya diri dengan kemampuannya sehingga ia tidak merasa takut jika Leo memburu dirinya.
”Tidak ada yang perlu ditakutkan! Bawahanku akan kembali kesini membawa Ratu Floral! Semua itu berkat dirimu! Kekaisaran Timur akan mendirikan pangkalan militer yang besar disini!”
Jendral Cesta memastikan ketenangan untuk Raja Leguain. Benar saja dan itu membuat Raja Leguain tenang, namun ketenangan itu hanya sesaat saat sebuah kepala prajurit militer menabrak jendral istana dan masuk kedalam ruangan mereka.
”Siapa yang lancang melakukan ini?!” Raja Leguain menatap kepala bawahannya yang menggelinding setelah menabrak dinding.
Membaca pesan tersebut membuat Jendral Cesta murka. Kedua pria diruangan itu saling berpandangan sebelum akhirnya Raja Leguain bergerak memberikan perintah kepada para jendral istana dan pasukan militer kerajaan untuk mengeksekusi Vasco Gaspar dihadapan publik.
Sedangkan Jendral Cesta melepaskan aura sihir yang besar dan menemukan keberadaan orang yang menentang dirinya. Setelah Ibukota Gaspar menjadi siaga, Jendral Cesta bergerak keluar Ibukota Gaspar dan menemukan Chiesa yang berada disana.
”Jadi kau keparat yang berani mencari masalah denganku?!” ujar Jendral Cesta.
Chiesa tidak menjawab melainkan menjentikkan jarinya. Seketika End dan Catloph bergerak memasuki Ibukota Gaspar dan langsung menuju tempat keberadaan Vasco Gaspar.
”Kau terlalu meremehkannku!” Jendral Cesta tersenyum lebar.
Sebuah aura sihir yang besar membuat tanah yang ada disekelilingnya dapat ia manipulasi. Dengan mudahnya Jendral Cesta menangkap End dan Catloph yang hendak menuju Ibukota Gaspar.
”Aura sihir yang tidak stabil ini... Kalian bertiga hanyalah mayat hidup yang dikendalikan...” Jendral Cesta meremas telapak tangannya dan seketika tubuh End dan Catloph hancur.
Lalu Jendral Cesta menggunakan sihirnya untuk menangkap Chiesa, namun Chiesa dapat menahan serangan sihirnya dengan membekukan tanah disekitarnya.
”Katakan padaku apa tujuanmu mencari masalah denganku?!” ujar Jendral Cesta kepada Chiesa.
Lingkaran sihir yang besar tercipta disekelilingnya, Jendral Cesta berniat membunuh Chiesa begitu juga dengan Chiesa yang berniat melakukan hal yang sama.
’Aku sudah lama tidak menggunakan wujud itu. Mungkin ini saatnya aku menggunakan wujud naga tersebut!’ ujar Jendral Cesta dalam hati.
”Matilah dengan tenang!” Jendral Cesta menggunakan sihirnya dan tanah yang dibekukan Chiesa terangkat ke udara.
Lalu Jendral Cesta menjentikkan jarinya dan seketika dua bongkahan tanah yang padat menabrak tubuh Chiesa. Mengira Chiesa telah mati, Jendral Cesta dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang dibelakangnya.
Jendral Cesta pun menoleh dan menemukan lingkaran sihir yang besar. Kemudian ia menoleh kedepan menemukan tubuh Chiesa yang hancur dan lenyap.
”Kau-”
”Jangan bergerak! Ada banyak hal yang ingin kutanyakan padamu!” ujar sosok tersebut.
Mengetahui dirinya diancam, Jendral Cesta malah tertawa dan membuat pria itu langsung berniat menebas lehernya.
Trang!!!
Leher Jendral Cesta menjadi keras dan secara perlahan wujudnya berubah menjadi Naga berwarna coklat seperti tanah.
”Kau dalang dari semua ini bukan Leo Avalon?!” Jendral Cesta dalam wujud Naga menatap Leo yang berdiri dengan tenang ditanah.
”Aku akan membunuhmu, bocah berandalan!” Mulut Jendral Cesta menganga lebar dalam wujud Naga.
Tak lama tanah disekitarnya terangkat ke udara dan langsung mengincar Leo, seolah-olah Leo adalah magnet yang menarik semua tanah dan bebatuan disekitarnya.
’Sial!’ Leo mengumpat dalam hati saat mengetahui dirinya tidak menemukan celah melarikan diri.
”Kau tidak akan bisa melarikan diri dari serangan ini!” ujar Jendral Cesta saat mengetahui Leo tidak memiliki celah untuk melarikan diri.
”Death Valley!”
Mata Leo melebar saat bebatuan dan tanah bergerak cepat menghantam dirinya. Ledakan keras terdengar dan hembusan angin yang dipenuhi aura sihir memenuhi area sekitar pertarungan antara Leo dan Jendral Cesta.