
L A 84 - Sosok Pria Misterius
Untuk memastikan kebenarannya tentang keberadaan Leo, V bersama Cochlea dan Celestre bergegas menuju Kerajaan Floral. Dalam perjalanan ketiganya mendapatkan rumor yang tidak sedap karena kabar penculikan Ratu Floral menyebar dengan cepat. Pelaku penculikan itu adalah dua pria asing dari Kekaisaran Timur.
Diwaktu yang sama sekitar satu jam dari Ibukota Floral terlihat dua pria yang sedang membawa seorang wanita. Kedua pria itu bernama Viscara dan Benten, keduanya merupakan anggota militer dari Kekaisaran Timur dan menculik Charlotte Floral.
Terlihat Viscara dan Benten dihadang oleh tiga orang yang menyerang mereka. Disana ada Lechia, Jinan dan Lea. Terlihat ketiganya mencoba menahan Viscara dan Benten yang tidak bergeming setelah menerima serangan mereka bertiga.
”Kakak, biarkan aku yang berubah dan menyadarkan mereka bertiga tentang perbedaan kekuatan kita!” ujar Benten sambil mengeraskan seluruh tubuhnya hingga terlihat kekar dan berotot.
Jinan mengambil inisiatif untuk memulai serangan dan melepaskan sihir angin yang membentuk pusaran angin. Dengan sigap Benten menahan gempuran serangan tersebut dan menunjukkan keperkasaan dirinya yang tidak terluka sedikitpun.
”Elf dan gadis cantik. Kalian bisa menjadi oleh-oleh ke Kekaisaran Timur. Jangan melawan atau akan menyesalinya!” Benten mengancam dan melepaskan aura intimidasi.
Namun dari dalam tanah yang ia pijak muncul akar pepohonan yang mengikat tubuhnya. Sihir itu adalah milik Lea dan dari depan terlihat Lechia melepaskan dua tebasan menyilang yang membentuk sabit angin.
”Menyebalkan!” Benten tersenyum menyeringai dan melepaskan aura sihir yang pekat sebelum wujudnya perlahan berubah mengerikan dan menjadi Naga.
”Naga?” Mata Lea melebar melihat hal ini. Trauma masa lalunya merayapi tubuhnya.
Lechia dan Jinan menyadari betapa bahayanya aura sihir yang terlepas dari Benten. Terlebih Benten merupakan keturunan asli Kekaisaran Timur dan keberadaannya di Benua Carta sudah menjadi ancaman.
”Kami berniat pergi tanpa membuat pertumpahan darah tetapi kalian mengetahuinya...” Benten dalam wujud naga berwarna hitam menatap Lea, Lechia dan Jinan sebelum menyemburkan api.
Saat ketiganya bergidik ketakutan, sebuah aura sihir dalam jumlah besar muncul. Lingkaran sihir tercipta di udara dan mengelilingi tubuh Benten yang sedang dalam wujud Naga berwarna tersebut.
”Archie...”
”En...” gumam seorang pria yang mengamati pertarungan itu dari kejauhan.
Tak lama muncul kepala Naga berwarna hitam yang jauh lebih besar bentuknya dari Benten dan menggigit Benten yang dalam wujud tubuh Naga tersebut.
”Sihir pemanggilan...” Lechia mengamati kejadian mengerikan itu dan memberi instruksi pada Lea dan Jinan untuk menjaga jarak.
Terlihat Benten tidak berdaya saat kedua sayapnya hancur begitu juga dengan badannya. Secara perlahan mulut Naga berwarna hitam itu menghilang setelah berhasil membuat tubuh Benten hancur.
”Benten!” teriak Viscara tidak percaya saat mengetahui adiknya mati mengenaskan.
Lalu Viscara menatap ketiga gadis itu dengan sangat tajam. Tanpa menahan seluruh emosinya, Viscara melepaskan aura sihir yang begitu pekat dan hendak menyerang Lea, Lechia dan Jinan.
Sosok pria yang mengamati kembali mengeluarkan sihirnya dan menggunakan sihir pemanggilan yang berbeda.
”Archie...”
”Bunuh orang itu!” Pria itu memberikan perintah.
Wujud Chiesa yang terpanggil melalui lingkaran sihir dan langsung menuju lokasi. Sebelum Viscara memulai serangannya, Chiesa lebih dulu sampai dan menahan semburan api pria tersebut.
”Kali ini apalagi?!” Jinan nampak panik saat merasakan aura sihir yang pekat.
Sementara itu Lechia mengambil kesempatan untuk menyelamatkan Charlotte yang pingsan. Melihat hal ini Lea melakukan konsentrasi secara penuh dan merasakan aura milik Leo yang tidak asing.
”Kakak... Leo...” gumam Lea setengah tidak percaya.
”Kubunuh kau!” Viscara berteriak keras dan menggema. Lalu dengan kecepatan tinggi Viscara menuju kearah Lea, namun Chiesa menghadangnya.
”Matilah-”
Sebelum Viscara bertindak lebih jauh, Chiesa membekukan tubuh Viscara dan langsung membunuh pria tersebut dengan menciptakan sihir petir yang menyambar tubuh Viscara.
Tubuh Viscara berlumuran darah saat sihir petir yang membentuk mulut Naga menghantam tubuhnya. Chiesa tidak berdiam diri dan langsung membunuh Viscara saat itu juga.
”Kau... Sihir ini milik Kakakku, Leo Avalon...”
Saat Chiesa hendak lenyap, Lea menghampiri dan bertanya. Tidak ada jawaban apapun dari Chiesa. Namun aura sihir yang tidak asing membuat Lea penasaran.
Lalu mereka bertiga dikejutkan dengan kedatangan V, Cochlea dan Celestre yang tiba dilokasi. Ketiganya juga terkejut saat melihat sosok Chiesa yang secara perlahan lenyap seperti tinta berwarna hitam dan menyatu dengan tanah.
”Chiesa! Apa yang terjadi?!” V terkejut saat mengetahui hal ini.
Lalu pandangan V jatuh ke sosok Charlotte yang pingsan dan dijaga Lechia, kemudian V dikejutkan dengan dua jasad Viscara dan Benten.
”Apa yang terjadi disini?” V langsung menatap Lea dan meminta penjelasan.
Lea menjelaskan kepada V secara singkat sebelum mengejar keberadaan Leo dengan merasakan aura sihirnya.
”Leo, berada disekitar sini katamu?” V langsung mengejar setelah mendengar penjelasannya.
”Celestre, aku serahkan yang ada disini padamu.” Cochlea pun ikut menyusul V dan Lea untuk mengejar Leo.
Sementara itu sosok pria misterius itu menciptakan lingkaran sihir dan kembali menggunakan sihir pemanggilan. Kali ini wujud End terlihat dan mencegat Lea yang mengejar dirinya bersama V dan Cochlea.
”Mereka dapat bergerak dengan bebas disini. Sepertinya tebakanku tidak salah, ada pengkhianat di dalam Elemen,” ujar pria tersebut sebelum pergi menjauh meninggalkan tempat tersebut.