
L A 42 - Kemunculan Chiesa
Serangan yang dilepaskan Mars membuat Reptile kesulitan menjaga jarak dan menggunakan kemampuannya yang biasa. Setiap ular yang dia panggil terbakar dengan mudah oleh serangan Mars dan itu membuat Reptile dalam posisi terpojok.
“Kau sangat merepotkan rupanya!” Reptile tersenyum menyeringai saat Mars sudah berada di hadapannya dan bersiap mengarahkan pukulannya yang berapi-api.
Reptile tidak menghindar melainkan menerima pukulan tersebut hingga setengah badannya hancur dan terbakar. Mars yang sudah di penuhi emosi langsung menyerang Reptile secara membabi-buta tanpa keraguan.
“Mati kau keparat! Kau harus membayar semua ini!” Mars mengakhiri serangannya kepada Reptile dan membuat tubuh lawannya tersebut terbakar hebat.
Namun Mars yang tidak menyadari kembali dikejutkan dengan ular kecil yang jumlahnya banyak bermunculan dan membentuk tubuh Reptile kembali seperti semula.
“Tidak semudah itu membunuhku!” Reptile menatap dingin Mars sebelum mengangkat tangan kanannya keatas.
“Sebaiknya kalian merasakan amukan dari peliharaanku yang manis!” Setelah berkata demikian, Reptile melepaskan aura sihir dalam jumlah besar dan seketika tanah dibawah sana bergetar hebat.
Dari dalam tanah bermunculan pepohonan besar yang langsung menjulang keatas dan ular dalam jumlahnya tidak diketahui. Dalam sekejap kemampuan Reptile ini membuat Mars kebingungan.
“Dia dapat memanipulasi alam dan melakukan sihir pemanggilan? Tidak mengherankan karena dia adalah bawahan salah satu Raja Iblis Agung, hanya saja kemampuannya ini sangat merepotkan!” Mars melihat dua ular yang besar hendak menyerang dirinya.
Dengan kecepatan tinggi Mars menghindar dan memilih fokus menghadapi ular-ular tersebut setelah melihat Reptile terbang menjauh.
“Kalian akan terkurung selamanya disana jika tidak bisa mencapai diriku! Itu semua sudah menjadi takdir kalian! Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan bukan?! Karena kalian semua akan mati disini secara perlahan-lahan ditanganku!” Reptile tertawa keras karena begitu senang melihat musuhnya kesulitan menghadapi ular-ular yang dia panggil.
Terlebih pepohonan besar yang tinggi dan mengekang pergerakan mereka itu seperti sebuah penjara. Reptile benar-benar membuat semua orang tidak berkutik.
Mars yang jaraknya paling dekat dengan Reptile pun tidak dapat berbuat banyak. Bahkan sekarang penghalang sihir telah sepenuhnya tercipta dan membatasi pergerakan mereka semua.
“Matilah secara perlahan-lahan!” ucap Reptile sambil tersenyum lebar.
“Penghalang sihir diatas sana juga seperti kurungan yang dapat membuat kami mati secara perlahan dimakan ular-ular sialan ini!“ umpat Leo setelah membunuh semua ular yang mengepungnya.
Namun seolah tidak terbatas jumlahnya, setiap dia membunuh ular maka akan muncul monster ular yang lainnya. Ular-ular tersebut selalu bermunculan setiap dia membunuhnya dan itu membuat Leo mengambil inisiatif untuk terbang menuju keatas namun semua itu tentu tidak mudah.
Saat Leo mengeluarkan kemampuan Phoenix dan terbang, ular yang wujudnya lebih besar dan kuat menghalangi Leo. Situasi yang sama juga dialami Nggere, Zeketaryan dan Earth yang kesulitan menghadapi gempuran ular-ular yang tidak ada habisnya.
“Saat kalian berada didalam sana pembantaian ditempat lain sedang terjadi. Jadi nikmatilah waktu kalian disini.” Reptile berkata kepada semua orang yang terjebak dalam penghalang sihir.
Ucapan Reptile ini menyulut Earth marah. Pria itu mengeluarkan aura sihir dalam jumlah yang sangat besar dan membuat tanah berterbangan keatas dan menghancurkan penghalang sihir.
DUUUAAARRR!!!
Reptile yang awalnya mengira berada diatas angin justru terkejut dengan kemarahan Earth. Belum sempat Reptile mengetahui apa yang terjadi, Earth sudah berada dihadapan pria itu dan melepaskan pukulan yang dia tangkis menggunakan kedua tangannya.
KREK!
“Apa?!” Mata Reptile terbelalak saat mengetahui kedua tangannya patah karena menahan pukulan Earth.
Saat Earth hendak melakukan serangan penghabisan, sebuah ledakan terdengar sangat keras dari arah Wilayah Vildahala dan Ibukota Soulfred.
Baik Earth, Mars, Leo, Nggere ataupun Zeketaryan tidka mengetahui apa yang terjadi. Namun Reptile yang sudah putus asa tiba-tiba menjadi kembali di penuhi harapan.
“Akhirnya beliau sudah datang! Tamatlah riwayat kalian!”
Saat harapan tiba, sosok Raja Iblis Chiesa datang dan membuat kekacauan yang tidak terduga.