
L A 32 - Leo vs Flamingo
Dengan membawa sekitar lima pasukan terkuatnya, keluarga anggota Flamingo yang dipimpin pria bernama Alroy menuju Ibukota Floral setelah melakukan pembantaian dibeberapa desa dalam perjalanannya.
“Sepertinya August dan yang lainnya berhasil menjalankan rencana mereka. Tetapi aku tidak melihat keberadaan Naga Hitam yang dimaksud pria tua itu.” Pria bernama Alroy berkata sambil memberi tanda pada pasukannya untuk berhenti.
“Kakak Alroy, lihat kota megah yang sudah musnah ini? Dengan ini pasti Paman John akan senang!” ucap pria yang umurnya lebih muda dari Alroy dan merupakan adiknya. Pria ini bernama Martin.
“Martin, jangan senang dulu. Entah mengapa aku merasakan firasat yang buruk. Seharusnya aku merasakan aura sihir August dan yang lainnya, tetapi aku sama sekali tidak merasakannya.” Alroy mengerutkan keningnya dan memasang ekspresi serius setelah melepaskan aura sihirnya.
Martin pun terdiam sebelum mencoba merasakan hawa keberadaan disekitarnya, namun yang dia temukan adalah hal yang mengejutkan karena dirinya sama sekali tidak merasakan hawa keberadaan August, Ann, Bela ataupun Dane.
“Mereka berempat tidak ada...” ujar Martin.
“Kak Alroy, Kak Martin, aku merasakan aura yang besar dari arah depan!” tegur pemuda bernama Frodo.
Sebelum ketiganya sampai di Ibukota Floral, mereka bertiga dikejutkan dengan Saturn yang sudah menunggu lika ratus pasukan dari Kerajaan Avalon.
“Flamingo selalu saja merepotkan. Kalian pikir bisa ikut campur lebih dari ini? Tetapi berkat kalian juga kami bisa ikut campur untuk menghabisi para bedebah!” Saturn berdiri bersama Archie dan mengamati lima ratus pasukan yang dibawa Alroy.
“Wanita berambut pirang yang memakai kacamata? Dia tidak asing...” Alroy menajamkan matanya menatap Saturn sebelum dia menyadari sosok wanita itu.
“Saturn Rebecca... Kau adalah ilmuwan sihir terhebat di Kerajaan Avalon bukan?” Alroy setengah tidak percaya.
“Ilmuwan terhebat ya? Itu julukan yang bodoh.” Saturn tersenyum dan menatap sinis Alroy.
‘Ilmuwan terhebat sekalipun tidak bisa menghidupkan kembali orang mati...’ Saturn memejamkan matanya dan mengingat sosok dua wanita yang menyelamatkan hidupnya yaitu Ibu dari Leo dan Ibu dari Lea.
Saat Alroy hendak bergerak menuju Saturn, sebuah api merayap kearah Alroy sebelum meledak dan menghancurkan tanah disekitarnya.
“Saturn, mereka bertiga adalah bagianku. Kau urus saja sisanya.” Leo datang dan langsung mengincar Alroy, Martin dan Frodo.
Saturn tertawa kecil, “Dasar anak muda. Kenapa kau menjadi seperti ini Leo?”
“Leo, kami akan membantu!” Lyon datang juga bersama Clara dam Nereid.
Bukan hanya mereka bertiga tetapi Charlotte, Mercurius dan Venus juga datang. Menyadari kekuatan ketiga orang dihadapannya tidak bisa diremehkan bahkan Alroy setara dengan Saturn, hal itu membuat Leo bersemangat.
Leo maju kedepan menyerang Alroy dan melepaskan pukulam api bertubi-tubi yang akhirnya membuat ketiga orang tersebut keluar dari rombongan pasukan.
Alroy terbang di udara begitu juga dengan Martin dan Frodo. Ketiganya mengira Leo tidak bisa mengontrolnya aura sihirnya dan tidak bisa terbang, namun pemikiran seperti itu sama sekali tidak berguna karena Leo dapat terbang menggunakan kemampuan Phoenix miliknya.
Leo sendiri sudah menargetkan Alroy sebagai lawan utamanya. Pertarungan pun dimulai saat Alroy mengeluarkan aura sihirnya dan menciptakan sebuah penghalang yang mengurung Leo dan mereka bertiga.
Sementara itu Martin dan Frodo terlihat bekerjasama melakukan sesuatu. Leo masih mengamati dan belum mengetahui kemampuan yang akan mereka bertiga gunakan.
Dengan Frodo yang melompat kebelakang dan dilindungi Martin, sedangkan Alroy berada paling depan, Leo yang belum memahami kemampuan ketiganya maju kedepan melepaskan tendangan cepat kepada Alroy.
“Kau terlalu gegabah, anak muda!” Alroy menahan tendangan Leo menggunakan kakinya.
“Apa kau tidak menyadari apapun?” Alroy tersenyum lebar saat kakinya bersentuhan dengan kaki Leo.
“Apa maksudmu-”
KREK!
Kaki Leo retak dan Alroy menggunakan kesempatan ini untuk melepaskan beberapa tapak kepada tubuh Leo. Lalu dari belakang Alroy terlihat Martin maju dan melepaskan beberapa pukulan mematikan yang dilapisi petir.
“Kau terlalu meremehkan kami bertiga bocah!” Martin mengakhiri serangannya dengan tendangan pada perut Leo.
“Tidak buruk...” Leo mengatur nafasnya dan menatap ketiganya tajam.
Api Phoenix membakar kaki kanannya yang retak dan menyembuhkannya, lalu Leo memperhatikan Martin yang melepaskan aura sihir begitu besar.
“Sepertinya kau belum menyadari apapun. Kau telah terkena sihir waktu milikku. Satu jam dari sekarang jika kau tidak dapat membunuhku, kau akan mati dengan tubuh yang meledak.” Alroy memberitahu dengan nada meremehkan.
“Kemampuanmu sangat berguna.” Leo justru tidak menunjukkan ketakutan sedikitpun dan membuat Alroy keheranan.
“Aku tidak memerlukan waktu sampai satu jam, sialan!” Setelah itu Leo menyerang Martin yang berada didepan.
Keduanya langsung melakukan pertukaran serangan yang cepat dan lincah. Leo dengan pergerakannya yang gesit mampu diimbangi Martin yang memanipulasi aura sihirnya menjadi petir. Kilatan petir yang melakukan pertukaran serangan terlihat diatas langit.
“Frodo!” teriak Martin saat menyadari pergerakan Leo semakin cepat.
Leo masih belum memahami kekhawatiran Martin. Namun saat suara siulan Frodo terdengar menggema, Leo langsung menyadari keanehan pada dirinya. Pergerakannya menjadi lambat dan dalam waktu yang singkat Martin dapat memanfaatkan hal tersebut.
“Matilah!” Martin tersenyum menyeringai lebar sambil melepaskan pukulan telak kepada Leo.
Tubuh Leo pun terpental ke arah reruntuhan Ibukota Floral sebelum menabrak penghalang dan jatuh kebawah. Namun penghalang yang tidak menyentuh tanah itu seperti menangkap tubuh Leo sebelum sebuah tangan besar terlihat dan berusaha menghancurkan tubuh Leo.
“Baru kali ini aku bertemu orang yang terlalu meremehkanku. Kalau begitu matilah bocah sialan!” Alroy meremas tangan kanannya dan dibawah sana terlihat tubuh Leo yang diremas oleh telapak tangan yang besar.