Leo Avalon

Leo Avalon
L A 71 - Mengorbankan Diri



L A 71 - Mengorbankan Diri


Celine tidak berkutik karena V benar-benar melepaskan nafsu membunuh yang mengerikan. Soren pun bergegas turun dan menghadang amukan V kepada Celine.


”Kau akan mati, kakek sialan! Aku sarankan kau tidak ikut campur!” V mengingatkan dan melepaskan nafsu membunuh yang besar.


”Sepertinya kau tidak bisa dihentikan dengan kata-kata Virginie.” Soren melapisi seluruh tubuhnya dengan petir sebelum melayangkan pukulan yang dahsyat.


V tersenyum lebar dan menahan pukulan Soren menggunakan tameng dari akar pepohonan. Ledakan besar pun tercipta saat pukulan Soren menghancurkan tameng pepohonan tersebut dan V berhasi menghindar.


”Kau cukup gesit juga rupanya. Aku kira kau sudah lama tidak berlatih.” Soren kembali menyerang V dan tidak memberikan wanita itu kesempatan untuk menyerang.


V pun terlihat kesulitan mengimbangi serangan Soren yang terkesan seperti mengamuk. Butuh aura sihir yang besar untuk V mengimbangi serangan Soren yang memiliki daya hancur besar.


”Cih, gorila sialan!” V mengumpat sebelum mengalirkan aura sihirnya ke tanah.


Seketika tubuh V dikelilingi tumbuhan sebelum pepohonan tinggi tercipta membuat Soren terpaksa menjauh. V menggunakan kesempatan tersebut untuk mendekati Lea yang sedang menolong para murid bersama Sepuluh Elite Carta.


Namun sebelum V mencapai Lea, ia dihadang oleh Leo yang menyadari niat V. Mengetahui ada anak remaja yang menghadangnya, V berniat membunuhnya namun Leo menunjukkan kemampuannya.


”Phoenix?” V mengerutkan keningnya dan menyerang Leo.


”Apa tujuanmu mengincar mereka berdua?” Leo mencoba bertanya namun V tidak memberinya celah.


”Bocah tidak perlu mengetahuinya! Minggir atau kau akan mati!” V mengikat tubuh Leo menggunakan akar pepohonan.


Leo menghancurkannya dan menunjukkan kemampuannya lebih jauh dan itu membuat V keheranan. Setelah menunjukkan unsur api, Leo memperlihatkan unsur petir dan angin yang membuat V tertarik pada anak remaja tersebut.


Leo sendiri sudah mengamati dengan seksama pertarungan dan percakapan antara V dengan Celine, ia menyimpulkan V memiliki masa lalu yang kelam dan seperti dirinya.


’Jadi mereka adalah Tartaros...’ Leo membatin sebelum menghindari cambukan akar yang dilayangkan V dan melakukan serangan cepat.


V terkejut dan menahan tendangan Leo sebelum ia mengunci pergerakan Leo. Namun Leo memberontak dan membebaskan diri dengan mudah sebelum menyerang V bertubi-tubi.


”Kau... Sepertinya kau bukanlah bocah sembarangan!” V tersenyum lebar sebelum menjentikkan jarinya.


”Menarik.”


Leo merasakan aura yang pekat dan ia melihat V yang berdiri memperhatikannya. Sebelum menyadari lebih jauh, Leo melihat diudara tercipta sebuah portal dan muncul mulut Naga berwarna hijau menganga lebar hendak memakan tubuhnya.


’Teknik apaan ini?!’ Leo berkeringat dingin karena menyadari ia tidak dapat menghindar.


Namun V tidak membunuh Leo melainkan membuatnya tidak dapat bergerak ataupun menggunakan kekuatannya.


”Aku hanya bisa menggunakan kemampuan ini sebanyak tiga kali dalam sehari dan aku sangat jarang menggunakannya.”


”Cepat katakan padaku siapa dirimu, jika kau tidak ingin mati.”


V menatap Leo tajam dan memperhatikan mata kiri Leo yang secara perlahan menjadi warna merah darah. Seketika V tersenyum lebar melihatnya dan langsung menggunakan telepati untuk memberitahu Cochlea.


”Kau... Keturunan Avalon.”


”Lepaskan aku atau kau akan menyesalinya!”


Saat V hendak memberitahu Cochlea, Leo justru memberi peringatan kepada V karena ia tidak akan segan menghabisi wanita tersebut jika berurusan dengannya.


”Tidak masalah, dengan ini Lea akan selamat dan kau akan menjadi pengganti dirinya.”


V menciptakan empat tombak dari akar tumbuhan dan menusuk kedua tangan dan kaki Leo. Saat itu juga Leo menatap dingin V karena telah menghiraukan peringatannya.


”Ada apa? Apa kau marah padaku?” ujar V.


”Saat ini aku lebih lemah darimu, tetapi kau tidak tahu apa yang ada didalam diriku ini.” Leo melepaskan aura hitam pekat yang mematikan sebelum tubuhnya dikelilingi tengkorak dan aura hitam.


Mata V melebar melihat sosok Shinigami dibelakang tubuh Leo dan langsung menyerang dirinya. V berhasil menghindar namun ia melihat Leo dapat melepaskan diri dari gigitan mulut Naga hijau.


”Bocah ini!” V melihat Leo sudah tidak sadarkan diri dan memperhatikan remaja tersebut mengangkat tangan kanannya ke atas.


Seketika dari bayangan tubuhnya muncul bayangan yang begitu besar dan berubah menjadi Naga berwarna hitam yang mengerikan.


”En, mengamuklah!”


”Bocah, kau tidak bercanda kan?” V tersenyum lebar karena mengetahui Leo adalah keturunan Avalon dan memiliki mata Shinigami terlebih Naga Hitam yang merupakan malapetaka menjadi peliharaan Leo.


”Semua tujuan Tartaros ada dalam bocah ini!”


”Aku akan menyegelnya!”


V memusatkan aura sihirnya pada satu tujuan untuk menghentikan amukan Naga Hitam yang belum sepenuhnya keluar serta membuat Leo pingsan.


Saat V menjentikkan jarinya, dua mulut Naga berwarna hijau menggigit tubuh Naga Hitam sedangkan V bergerak maju menyerang Leo yang terlihat tidak dapat mengendalikan dirinya.


”Bocah, tidurlah!” V melepaskan beberapa tapak pada sekujur badan Leo dan membuat remaja tersebut pingsan.


Setelah itu pepohonan tinggi hancur dan memperlihatkan V yang telah berhasil mengikat tubuh Leo menggunakan akar tumbuhan.


Soren yang melihat itu bergerak dengan kecepatan tinggi, namun Cochlea menghadangnya setelah berhasil memberikan luka fatal pada Celestre.


Kedatangan Hera dan Saturn juga tidak dapat berbuat banyak saat V dan Cochlea memutuskan untuk mundur. Lea yang melihat Leo dibawa oleh V dan Cochlea berusaha mengejarnya namun semua sia-sia karena Cochlea menggunakan kemampuannya untuk membuat semua orang di akademi disibukkan dengan amukan ratusan Hewan Buas Sihir.


”Cincin ini sangat berguna. Sekarang kalian telah bebas dan mengamuklah sesuka kalian serangga!” Cochlea tertawa saat melihat ratusan Hewan Buas Sihir mengamuk.


Hera berkeringat dingin karena mengetahui jelas Hewan Buas Sihir yang dikeluarkan Cochlea berasal dari Hutan Peri.


”Cochle, V, kalian berdua!” Hera menatap tajam keduanya yang kian menjauh.


Celine mengumpat saat mengetahui Leo diculik V dan Cochlea. Dengan aura sihir yang besar, Celine menciptakan portal teleportasi dan memindahkan ratusan Hewan Buas Sihir kembali ke Hutan Peri.


Setelah itu Celine membawa Hera dan Soren untuk mengejar V dan Cochlea. Mengetahui Celine tidak menyerah dan mengejar mereka, V berdecak kesal dan menggunakan telepati menghubungi seseorang.


’Licha, Hisui, sekarang giliran kalian!’ ujar V melalui telepati.


”Bocah manusia terlihat tampan, sangat disayangkan jika kita harus membunuhnya.” Cochlea memperhatikan wajah Leo sambil sesekali mencolek pipinya.


Saat Hera dan Soren semakin mendekat, Cochlea melambaikan tangan kepada mereka berdua dan menjentikkan jarinya untuk menciptakan portal teleportasi.


”Serahkan sisanya pada kami, V, Cochlea!” Wanita dengan dua pedang langsung menghadang pergerakan Hera dan Soren.


”Tidak, aku akan bertarung.” Cochlea bukannya melanjutkan perjalanannya bersama V malah ikut menahan pergerakan Hera dan Soren bersama wanita bernama Licha.