Leo Avalon

Leo Avalon
L A 29 - En



L A 29 - En


Semburan pemusnah sang Naga Hitam dihentikan oleh Leo dengan mudah. Api hitam yang merupakan api abadi ini sama sekali tidak berarti dihadapan Leo Avalon.


“Jadi kau Naga Hitam?” Leo menatap dingin Naga Hitam dan tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun.


Naga Hitam yang mengetahui hal ini merasa begitu diremehkan. Tatapan dingin dan keberanian Leo membuat Naga Hitam mengamuk.


Leo memejamkan mata dan mengeluarkan kekuatannya yang bersemayam, “Ryuuen!


Wujud Dewa Kematian Ryueen berada tepat dihadapan Naga Hitam. Leo dengan ingatan sang Dewa Kematian Ryuuen menunjukkan kemampuannya yang tersembunyi dan membuat amukan Naga Hitam berhenti saat pedang sabit yang besar mengenai badan Naga Hitam.


Leo mengangkat dan meremas tangan kanannya, seketika sosok malapetaka itu meraung dan tidak berdaya.


“Naga Hitam... Jika kau berpikir dapat membunuhku itu salah besar! Aura dan kemampuanmu itu sama seperti yang ada didalam diriku!” Leo menatap dingin Naga Hitam dan kembali menggerakkan tangannya.


Sosok Dewa Kematian Ryuuen kembali menyerang Naga Hitam menggunakan pedang sabit. Akhirnya Naga Hitam terlihat begitu lemas dan kepalanya menyentuh tanah tepat dihadapan Leo.


“Sadari posisimu!” ucap Leo dingin.


Mata Naga Hitam menatap Leo sangat tajam dan seketika tubuhnya bergetar hebat saat menyadari apa yang ada didalam diri Leo.


‘Dewa Kematian Ryuuen? Pantas saja aku tidak dapat berkutik dihadapan bocah manusia ini! Dia adalah Tuanku!’ Naga Hitam membatin dan mengingat perkataan Dewa Kematian Ryuuen tentang orang yang telah dijanjikan.


“Jika boleh aku ingin mengetahui namamu bocah manusia...” Naga Hitam menanyakan nama Leo.


“Namaku... Leo Avalon.” Leo memberitahu namanya kepada Naga Hitam.


“Leo.. Avalon?” Naga Hitam bangkit setelah mengetahui nama anak remaja dihadapannya.


“Tuan Avalon, mulai hari aku En sang Naga Hitam akan menjadi pelayanmu, menjadi pedang dan perisai yang melindungimu.” Setelah berkata demikian Naga Hitam mengeluarkan aura hitam yang sangat pekat dan mulai menyebar seperti badai.


Mercurius, Venus dan Saturn yang melihat hal ini tercengang. Mereka bertiga sama sekali tidak menyangka Leo dapat membuat sang malapetaka menjadi rekannya yang mengerikan.


“Aku tidak bermimpi bukan? Naga Hitam yang disamakan dengan Tiga Naga Suci menjadi peliharaannya Leo?” Mercurius masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


“Naga Hitam setara dengan Tiga Naga Suci. Apapun yang terjadi kita harus mengawasi Leo.” Venus bangkit berdiri setelah tekanan gravitasi menghilang.


Sedangkan Saturn membenarkan kacamata yang dia gunakan kemudian tertawa tidak jelas.


“Leo! Aku akan memeriksa tubuhmu!” Saturn langsung berlari menuju Leo dan memegang pundak anak remaja tersebut.


“Boleh?” Dengan ekspresi penuh penasaran Saturn bertanya.


“Memeriksa tubuhku? Aku tidak mau!” Leo menolak karena dia mengetahui apa yang terjadi pada Mercurius.


“Pelit!” Saturn mengembungkan pipinya dan terlihat kesal.


“Tuan Avalon! Apa perlu aku menghabisi wanita pirang ini?” Naga Hitam En bertanya kepada Leo.


“Kau akan kubunuh jika melakukan itu. Mereka bertiga adalah rekanku,” ujar Leo.


“Baiklah kalau begitu.” Naga Hitam En yang sekarang wujudnya kecil itu hingga dipundak Leo.


“En, bisa katakan padaku alasan mengapa kau menjadikanku sebagai Tuanmu?” Leo bertanya.


“Suatu hari nanti Tuan Avalon akan berhadapan dengan orang-orang kuat yang bekerjasama dengan para saudara bodohku itu! Aku ingin membantumu!” En memberikan jawaban.


“Daripada itu bukankah Naga Hitam terlalu kecil. Sekarang bentuknya seperti burung elang.” Saturn mencolek badan Naga Hitam dan memperhatikan mulutnya.


“Wanita pirang sungguh menjengkelkan! Aku akan menghabisimu!” En hendak menyemburkan api namun Leo menatapnya dingin.


Setelah berhasil membuat Naga Hitam En menjadi pelayannya, Leo menceritakan kepada Saturn dan yang lainnya tentang Charlotte.


“Sebaiknya kita pergi membantu Tuan Putri Floral. Jika benar John Flamingo akan kemari maka ini akan menjadi pertempuran yang panjang!” ujar Saturn.


“Dan kita tidak memiliki stamina yang cukup. Ini sangat tidak baik untuk kita,” sahut Venus.