Leo Avalon

Leo Avalon
L A 78 - V vs Zaktora



L A 78 - V vs Zaktora


Kedatangan Leo merupakan malapetaka bagi Icarus karena dengan bertarung melawannya, sosok Pangeran Kerajaan Canute itu berhasil membangkitkan naga yang tertidur dalam diri Leo.


Secara alami Leo menerima kekuatan Dewa Shinigami Ryuuen dan membuatnya menjadi miliknya. Sehingga pertarungan tersebut berjalan dengan seimbang walaupun Icarus dibantu Salamander disisinya.


’Aku tidak bisa menganggap remeh bocah ini! Kekuatannya setara denganku?!’ pikir Icarus saat mengetahui bagaimana dengan jelas Leo menahan semua serangannya.


”Bergabung dengan Tartaros merupakan jalan yang tepat bagiku. Aku membutuhkan kelompok seperti ini dan membasmi orang-orang seperti kalian.” Leo mengatakan itu setelah berhasil menyerap semburan api Salamander.


Hal yang dilakukan Leo membuat Icarus tertawa karena baginya Leo melakukan hal bodoh. Kemampuan Salamander berbeda dari manusia, roh sihir itu merupakan spirit suci alami sehingga api Salamander berbeda dari api sihir lainnya.


”Bodoh! Kau baru saja mengumumkan kematianmu!” ucap Icarus.


Leo menatap Icarus dingin dan mengarahkan telapak tangannya.


”Tidak, aku baru saja mengumumkan padamu jika Salamander bisa menjadi peliharaanku sama seperti En.” Leo mencoba mengingat teknik pemanggilan, segel dan sihir milik Saturn lalu menggabungkan metode itu untuk membuat teknik sihir barunya.


Namun sebelum melakukan itu Leo nampak kesulitan sehingga ia hanya melepaskan energi sihir yang besar ke arah Icarus.


”Salamander, kau mendengarnya bukan? Bunuh dia dan jangan sisakan tubuhnya sedikitpun! Ini perintah!” titah Icarus.


Salamander pun bergerak cepat menyerang Leo dan melepaskan semburan api yang besar dan dahsyat. Wilayah Pelabuhan Aquapelago benar-benar bergejolak dengan api yang membakar bangunan dengan hebatnya dan mayat-mayat manusia disekitarnya.


Leo kesulitan menghindar karena mencoba beberapa teknik baru, pada akhirnya ia memilih menggunakan teknik yang ia lihat dari pertarungannya selama ini.


’Aku akan membunuhnya! Aku sudah memikirkan beberapa teknik yang hanya bisa dikuasai olehku. En, Salamander, kalian berdua akan menjadi salah satu teknik terkuatku.’ Leo membatin dan tersenyum dingin.


Serangan Salamander berhasil dihindari dan dalam waktu singkat Leo menggunakan kekuatan Mercurius dan Venus secara bersamaan, hal ini membuat Salamander membeku selama tiga detik.


Leo menggunakan kesempatan itu untuk mempersingkat jarak dan berhasil melepaskan serangan kepada Icarus. Pukulan keduanya berbenturan dan Leo terlihat lebih unggul kali ini.


”Banyak petarung yang tidak pernah aku lihat diluar Kerajaan Canute! Kau menarik perhatianku!” ujar Icarus sebelum tubuhnya dipenuhi api yang panas.


Lalu Icarus melepaskan pukulan beruntun kepada Leo. Dalam waktu yang singkat, Icarus berhasil membuat Leo terdesak dan kesulit menangkis serangannya.


”Salamander habisi dia!” ucap Icarus saat melihat Salamander dibelakang tubuh Leo.


”Apa kau gila?!” ujar Leo karena jika Salamander menyerang, sudah dipastikan Icarus juga akan terkena serangannya.


Icarus tersenyum dan menahan pergerakan Leo.


”Kau tidak perlu khawatir! Aku tidak akan terluka sedikitpun karena Salamander adalah hewan spirit terkuatku! Lebih baik kau khawatirkan dirimu!”


Setelah itu semburan api Salamander yang dapat membuat manusia gosong dan mati dalam sekejap mengenai Leo dan Icarus.


Diwaktu yang sama pertarungan antara V dan Zaktora berlangsung alot, sihir keduanya berseteru hebat. Setiap Zaktora mengeluarkan sihir es miliknya, namun V dapat menghancurkan setiap serpihan es milik Zaktora dengan mengendalikan kondisi alam disekitarnya.


Mulut ular yang terbentuk es hendak ******* tubuh V namun dengan mahirnya V dapat mematahkan jurus sihir yang dilepaskan Zaktora.


”Kau dapat memanipulasi sihir es mu dengan mahir, tapi aku mendapatkan lawan yang salah. Semua seranganmu tidak berarti dihadapanku,” ujar V dengan nada dinginnya.


Kesan V terkesan sombong dan membuat Zaktora tersenyum menyeringai. Zaktora memanipulasi sihirnya untuk menciptakan sepuluh tombak es dalam bentuk besar.


Lingkaran sihir mengelilingi sekitar V, tak lama sepuluh tombak es besar itu hendak menghujam tubuh V. Menyadari dirinya dalam bahaya, V menumbuhkan akar dari dalam tanah yang langsung mengarah keatas langit dan menahan serangan tombak es Zaktora.


”Hahaha! Aku akui kau lebih mahir memanipulasi aura sihirmu dibandingkan diriku! Tapi lain ceritanya jika aku dapat mengalahkanmu! Bukankah kau setuju denganku?!” Zaktora menjentikkan jarinya dan lingkaran sihir disekitar V menciptakan sebuah penjara es.


Terlihat Zaktora melakukan sesuatu dan mengincar para penduduk yang melarikan diri dengan membekukan tubuh mereka. Seringai senyum keji menatap V yang terkejut dengan dirinya dan membunuh semua penduduk tersebut tanpa belas kasih.


”Hahahaha! Melawan orang naif itu mudah! Aku akan terus membunuh mereka saat kau terjebak dalam penjara es-”


”Siaoa yang kau sebut naif, manusia barbar?!”


V menghancurkan penjara es dan menatap Zaktora tajam. Lalu V menciptakan sebuah lingkaran sihir diudara dan tanah disekitar Zaktora.


”Mereka semua bukan kerabatku, bodoh! Aku seorang Elf dan mereka manusia! Jujur saja aku tidak peduli dengan mereka!” V mengalirkan sebagian aura sihirnya pada lingkaran sihir yang ia ciptakan sebelum ia mengulurkan telapak tangannya dan meremasnya.


”Mati dengan tenang, manusia barbar!”


V tersenyum dingin saat rantai berwarna emas keluar dari lingkaran sihir yang ia ciptakan dan melilit tangan dan kaki Zaktora.


”Apa yang kau lakukan, Elf?!” Kepanikan terlihat jelas di wajah Zaktora saat tubuhnya terikat rantai emas V.


Melihat senyuman V membuat wajah Zaktora memucat. Tanah yang dipijak Zaktora mengeluarkan mulut seekor ular putih yang menganga lebar dan hendak ******* Zaktora.


”Jangan meremehkan -”


”Matilah!”


Dari depan Zaktora terlihat peri bersayap dengan rambut putih yang panjang dan menghembus nafasnya. Dari hembusan nafasnya memperlihatkan seekor Phoenix Es dan membuat tubuh Zaktora membeku.


Badan Zaktora dilahap ular berwarna putih tersebut dan hanya menyisakan kepalanya. Ular berwarna putih itu mengeluarkan air liurnya yang bercampur dengan darah dan memperlihatkan ekspresi jijik.


”Putri Virginie, kau membuatku menelan sesuatu yang menjijikkan!”


V mengelus kepala ular berwarna putih dan meminta maaf.


”Kau memang tidak suka tubuh lelaki, Fuyu. Maafkan aku. Tapi kerja bagus karena telah membantuku.” V tersenyum lembut kepada binatang sihir ular berwarna putih yang bernama Fuyu.


”Terimakasih...”


Tubuh Fuyu perlahan memudar dan membuat V memanggil peri salju yang memperhatikan pertarungan Leo dengan Icarus.