Leo Avalon

Leo Avalon
L A 59 - Peran Baru Leo Avalon



L A 59 - Peran Baru Leo Avalon


Dari banyaknya peserta yang mengikuti ujian masuk Akademi Sihir Carta hanya beberapa orang saja yang terpilih. Semuanya hanya berjumlah enam yakni diantaranya ada nama Leo Avalon, Karen Bladeheim, Maya, Kudela, Lopez dan Eva.


Sedangkan lima murid yang mendapatkan rekomendasi dari orang yang paling berpengaruh untuk masuk kedalam Akademi Sihir Carta tanpa harus mengikuti ujian adalah Jennie Flameheart, Jinan Leafa, Galadriel Tripier, Milan Silica dan Vasco Gaspar.


Jumlah siswa kelas satu tahun ini bisa dibilang sangat sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Kejadian yang terjadi dalam ujian masuk menjadi perbincangan murid yang ada di Akademi Sihir Carta. Nama Karen Bladeheim pun menjadi perbincangan karena berhasil menumpas penguasa hutan sihir dan beberapa iblis yang menyusup.


Ditengah rumor yang dengan cepat tersebar, Leo bertemu dengan Hera dan Saturn didalam ruangannya Hera. Disana Hera dan Saturn menanyakan kepada Leo mengenai penyusup yang dibunuh olehnya. Leo menjelaskan semuanya kepada mereka dan membuat Hera memasang ekspresi rumit.


”Hollowness? Kelompok iblis ini didirikan oleh Titan dan Enceladus yang tergabung dalam Sembilan Iblis Langit. Situasi ini bisa dibilang sangat rumit. Para keparat bawahan Gdanks pasti sedang tertawa sekarang.” Hera mengepalkan tangannya dan memukul meja karena menyadari situasi yang terjadi di Benua Carta sekarang.


”Leo, murid didalam akademi ini kebanyakan adalah seorang imigran. Imigran yang membuat Gdanks ketakutan hanyalah Yupiter. Selain itu ada beberapa siswa dari Kerajaan Avalon. Dulu aku pernah mempunyai murid bernama Fuyumi Hisui dan Cochlea. Namun sekarang mereka berdua sudah memiliki jalannya masing-masing.”


Hera terlihat sendu saat mengatakan itu dan menatap Leo yang terlihat bersikap tenang ditengah situasi ini. Hera sangat berharap Leo tidak mengambil jalan yang salah setelah bergabung dengan Galaxy. Mengingat masa lalunya membuat Hera mengambil keputusan untuk membubarkan Galaxy dan yakin jika ia tidak akan membuat kesalahan yang sama lagi.


”Ketua Hera, aku bersyukur bisa bertemu dengan kalian semua. Berkat kalian aku bisa berkembang sejauh ini. Kau tidak perlu takut aku akan berubah karena sejak lahir aku telah seperti ini.” Leo mengatakan itu karena menebak isi pikiran Hera.


Hera tersenyum mendengarnya dan mengetuk meja dengan jari-jarinya.


”Aku harap seperti itu, Leo. Kau ingin memastikan keadaan adikmu Lea bukan? Dia satu tingkat diatasmu dan merupakan seorang anggota yang elit di akademi.” Hera menjelaskan bahwa Leo harus berjuang untuk mendekati Lea ataupun mendapatkan pengakuan.


Leo berdiri dan tersenyum, ”Selama dia bahagia dan menjalani hidup dengan normal, itu sudah cukup bagiku. Aku hanya ingin memastikan dia dari jauh.”


Setelah berkata seperti itu Leo hendak pergi, namun Saturn menahannya. Saturn bertanya kepada Leo tentang sosok orang yang menjadi dalang kekacauan di ujian masuk.


”Pendapatku kemungkinan diantara para Guru ada yang berkhianat. Aku sudah tidak asing dengan pengkhianatan dan aku sangat membenci hal itu. Pergerakan mereka sangat terencana dan aku rasa kita akan mengetahuinya cepat atas lambat.” Leo memberikan jawaban yang dia pikirkan.


”Dunia sudah memasuki era yang penuh dengan kekacauan semenjak Kekaisaran Bahamut menaklukkan Benua Light dan Raja Iblis mulai gencar melakukan pergerakan. Aku harap kita bisa berbuat banyak kedepannya.”


Mendengar itu Leo hanya menghela nafas ringan dan berjalan keluar ruangan.


”Kalian berdua bisa diskusikan itu sebagai seorang pengajar. Sekarang peranku disekolah ini hanya sebagai seorang murid.”


Melihat kepergian Leo membuat Saturn tersenyum begitu juga dengan Hera.


”Saturn, aku sudah memiliki dua nama yang patut dicurigai...” Hera menatap Saturn setelah menulis dua nama orang yang dia curigai di kertas.


Saturn pun membacanya dan mengerutkan keningnya seperti sedang berpikir.


”Wakil Kepala Sekolah Allegra dan Maximilian-Sensei ya?”


”Apa kau ingin aku mengawasi mereka?” tanya Saturn.


”Awasi mereka namun jangan melakukan tindakan yang berlebihan,” ujar Hera kepada Saturn.


”Baiklah, aku akan mengawasi mereka.” Saturn mengambil kertas itu sebelum mengajak Hera untuk pergi ke Aula Akademi Carta.


”Mari kita pergi, Kepala Sekolah. Semua murid sudah menunggumu di Aula Akademi Carta.”


Hera menganggukkan kepalanya dan langsung bergegas menuju Aula Akademi Carta bersama Saturn untuk menyambut kedatangan murid baru.