
L A 85 - Leo dan Nyanmaru
Lea sama sekali tidak berkutik saat dihadang oleh End. Bantuan V dan Cochlea pun tidak memberikan dampak yang besar karena keduanya tidak percaya melihat End dibangkitkan kembali.
”End, apa yang terjadi disini?! Bukankah kau sudah mati?!” ujar V tidak percaya.
Cochlea berusaha tenang dan mengamati End dengan seksama. Terlihat jelas End dikendalikan oleh benang sihir yang transparan dan kuat. Selain itu kemampuan End juga berkembang pesat dan berbeda dari yang mereka kenal sebelumnya.
”V, dia bukanlah End melainkan mayat yang dikendalikan oleh Leo.” Cochlea memberitahu dan membuat V marah.
”Leo. Jika kau Leo maka jelaskan padaku mengapa kau melakukan semua ini?!” V menatap kedua mata End yang berwarna hitam pekat.
Sama sekali tidak ada jawaban dari End. Yang ada End membuat pembatas dengan sihir agar V dan yang lainnya tidak dapat melewatinya.
Namun Lea dan Cochlea dengan cepat menghancurkan pembatas sihir tersebut. Setelah mengetahui niat Cochlea yang hendak menyerangnya, End pun menjaga jarak dan melepaskan sihir yang besar.
Cochlea menggigit jari jempolnya dan menggunakan darah miliknya sebagai kekuatannya. Dengan memanipulasi aura sihirnya, Cochlea dapat menciptakan pedang darah dan beberapa tombak darah yang berterbangan diudara.
”End, kau tidak seharusnya ada didunia ini. Jadi matilah dengan tenang.” Cochlea hendak memenggal kepala End, namun tebasannya berhenti saat End menatap matanya.
”Sampai jumpa, Kak Chlea, Kak V.... Dan kau... Lea...”
Tubuh End hancur menjadi tinta hitam yang menyatu dengan tanah setelah berkata demikian. Sedangkan tubuh Cochlea membeku kaku saat mendengar ucapan End. Tidak pernah Cochlea sangka jika Leo dapat mengendalikan tubuh End yang telah mati sesuka hati.
”Chlea, mari kita kejar!” ujar V namun Cochlea menggelengkan kepalanya.
”Percuma saja, V. Semakin kita mengejar Leo, semakin dia menjauh.” Cochlea mengepalkan tangannya dan menggigit bibirnya karena tidak menyadari tindakan Leo.
”Aku baru menyadarinya... Leo melakukan semua ini demi melindungi kita. Kita telah mendapatkan tempat untuk hidup normal kembali, namun dia bersembunyi seorang diri selama ini...”
Cochlea menitikkan air mata saat menyadari kejadian tiga tahun belakangan ini tentang penyerangan yang dilakukan Kekaisaran Timur dan Kerajaan Canute selalu berujung pada kegagalan. Semua itu adalah ulah Leo yang mengetahui rencana mereka lebih dulu.
”Chlea, aku rasa ada pengkhianat di dalam Elemen... Jika kita menanyakan hal ini pada Ratu Floral, aku yakin kita dapat bertemu kembali dengan Leo.”
V pun menyadari apa yang Cochlea pikirkan. Lalu V memutuskan untuk kembali ke Allegra dan memberitahu Hera. Namun sebelum itu V meminta Lea untuk menjelaskan maksud dari semua ini, karena gadis itu menghilang bersama Lechia dan Jinan saat melakukan misi.
Lea pun memberitahu V jika dirinya meninggalkan misi yang diberikan Celine Sylv dan memilih untuk mencari Leo bersama Lechia dan Jinan.
”Jadi karena mendengar rumor yang tersebar kau mengejar Kakakmu, Adik Lea?” tanya V dengan sorot mata tajam.
”Iya, Kakak Virginie...” Lea menjawab pelan merasa bersalah.
V menghela nafas dan berkata dalam hati, ’Aku jadi tidak tega memarahinya...’
”Setelah ini ikut bersamaku kembali. Kakakmu itu pasti akan kembali, percayalah.” V mencoba menenangkan perasaan Lea.
Lea hanya menganggukkan kepalanya. Namun Lea mengerti jika Leo melakukan semua ini karena ingin melindungi dirinya dan orang yang penting dalam hidupnya. Dikehidupan sebelumnya, Lea merasa bersalah karena telah membuat Leo menanggung semuanya sendirian dan kesepian.
Alasan Leo jatuh kedalam lingkaran kegelapan karena tidak ada penopang dalam hidupnya. Dikehidupan ini Lea tidak ingin membiarkan Leo merasakan itu kembali. Namun Lea tidak menyangka jika Leo akan bertindak menyelamatkan Charlotte Floral.
Lea membatin penuh penasaran saat mengingat beberapa bulan kebelakang obrolannya dengan Charlotte.
”Lea! Apa kau baik-baik saja?” tanya Jinan dari kejauhan.
Lea pun menoleh mendengar suara tersebut dan melihat Jinan yang datang bersama Charlotte. Dibelakang Jinan terlihat Lechia dan Celestre yang sedang mengobrol.
”Jadi kau juga terlibat untuk menyelamatkan diriku, Lea...” Charlotte menatap Lea dengan mata berkaca-kaca.
”Aku ingin mengundang kalian semua ke Istana Floral. Ada yang ingin kubicarakan dengan kalian...”
”Ini mengenai masalah pribadiku dengan Kekaisaran Timur...”
Mendengar itu V, Cochlea dan Celestre terdiam. Mereka bertiga merasa Charlotte menyembunyikan masalah yang besar sampai Kekaisaran Timur mengirimkan pasukan mata-mata mereka sendiri ke Ibukota Floral dan berhasil menculiknya.
Bersamaan dengan itu, sosok pria yang mengendalikan End berada di Ibukota Floral dan sedang berjalan menuju luar kota. Pria itu terlihat berjalan kearah selatan menuju Kerajaan Gaspar.
”Meong!”
Terlihat ada seekor kucing hitam yang mengikuti pria tersebut.
”Nyanmaru, bagaimana kabar Nekoya?” tanya pria tersebut yang tidak lain adalah Leo.
”Nya! Adikku baik-baik saja Tuan Avalon.” ujar Nyanmaru dan secara perlahan wujudnya berubah menjadi manusia kucing.
”Jika bukan karena dirimu yang menghancurkan pasukan Kekaisaran Timur tiga tahun lalu, mungkin adikku akan dijadikan budak. Sekarang adikku berada di Akademi Carta.” Nyanmaru memberitahu Leo.
”Aku rasa penyusup itu juga berada disana, ” ucap Leo.
”Aku sudah mencoba mengendus pergerakan mereka bersama Nekoya, tetapi mereka sulit dikejar. Namun pengejar kita tidaklah sia-sia, Tuan Avalon.” Nyanmaru memberikan sebuah kertas setelah menjelaskan.
”Ini...” Leo menerima kertas tersebut dan menatap Nyanmaru serius.
”Ya, mantan teman sekelasmu ditahan di Kerajaan Gaspar. Sosok pengkhianat di Elemen adalah Raja Gaspar bersama orang-orang terdekatnya. Raja Leguain tidak berniat memberikan tahta yang sah kepada Vasco Gaspar.” Nyanmaru menjelaskan.
Leo pun menaruh kertas tersebut didalam sakunya dan menyuruh Nyanmaru kembali ke Allegra untuk memastikan Elemen dapat mengatasi para penyusup itu.
”Nyanmaru, aku akan menuju Gaspar dan menyelesaikan masalah disana. Untuk masalah di Akademi Carta, aku rasa kau dapat membuat mereka bergerak bukan?” Leo menatap Nyanmaru tajam sebelum mengingatkan.
”Jangan sampai kau membeberkan tujuanku pada mereka.”
Setelah itu Leo menghilang dari pandangan Nyanmaru. Nyanmaru hanya tersenyum saat mengetahui Leo langsung menuju Kerajaan Gaspar.
”Sepertinya tidak akan mudah untuk menciptakan sebuah dunia tanpa diskriminasi,” ucap Nyanmaru.
Nyanmaru pun mengubah wujudnya menjadi kucing hitam dan pergi kembali ke Allegra.