Leo Avalon

Leo Avalon
L A 21 - Penginapan Chevro



L A 21 - Penginapan Chevro


Berita tentang penyerangan yang dilakukan Galaxy sudah menyebar dengan cepat. Bahkan kematian empat anggota Ghost Hunter membuat nama Neptune hilang dari pembicaraan dan berganti dengan Galaxy.


Situasi di Kerajaan Floral semakin kacau saat para penduduk mengetahui permasalahan antara pasukan dari Kerajaan Avalon dan Kerajaan Soul. Kedua pasukan itu mendapatkan tugas untuk memanfaatkan kekacauan di Kerajaan Floral dan mendapatkan kepercayaan Raja Marcus Floral.


Berbeda dengan Kerajaan Soul yang telah menarik pasukannya, Kerajaan Avalon justru mengirim pasukannya lebih banyak dari sebelumnya. Tidak banyak yang mengetahui jika sesuatu yang besar terjadi di Kerajaan Soul. Pemberontakan yang dipimpin Galaxy dan permusuhan Chiesa dengan Gdanks membuat Kerajaan Soul kehilangan sosok penguasa tirani mereka yakni Chiesa.


Bergabung dengan Galaxy adalah langkah yang tepat diambil Leo. Kini Leo sudah mengetahui rencana besar Galaxy kedepannya yakni mengembalikan keseimbangan dunia yang dikacaukan oleh Lima Raja Iblis Agung dan Kekaisaran Bahamut.


“Leo, Mercurius, jangan banyak mengobrol. Kita akan segera sampai.” Venus menegur keduanya yang berjalan dibelakangnya.


“Aku sama sekali tidak berbicara hanya mendengarkan orang ini bercerita,” ujar Leo.


“Kau terlalu kejam Leo.” Mercurius mengacak-acak rambut Leo karena anak remaja itu sama sekali tidak peduli.


Tak lama ketiganya sampai disebuah penginapan yang terlihat sangat sederhana dibandingkan penginapan disekitarnya. Didepan penginapan nampak dua pelayan wanita sedang berdiri dan menyapa pengunjung.


“Selamat datang di Penginapan Chevro.” Kedua pelayan itu segera menyambut saat Venus, Leo dan Mercurius datang.


Venus mengangkat tangan kanannya dan berkata, “Ular lari lurus.”


Seketika mata dua pelayan wanita itu melebar sebelum keduanya saling menatap satu sama lain dan mengangguk.


“Ular lari lurus? Ular tidak berlari bod-” Leo tidak melanjutkan ucapannya saat mata Venus menatap dirinya tajam.


“Silahkan masuk ke ruangan anggur, Nyonya dan Tuan.” Kedua pelayan itu mempersilahkan Venus untuk masuk.


Lalu Leo dan Mercurius mengikuti Venus yang masuk kedalam ruangan anggur. Mereka bertiga menuruni anak tangga yang mengarah ke bawah dan diiringi pencahayaan dari lentera.


“Tadi itu adalah kode, Leo. Kau harus banyak belajar.” Venus berkata sambil melirik Leo.


“Kode yang aneh.” Leo menanggapi.


“Daripada itu kenapa kau menjadi lebih diam setelah masuk kedalam sini, Mercurius?” Leo melirik Mercurius yang lebih banyak diam dan tidak berbicara.


“Aku penasaran mengapa Tuan Putri Charlotte seperti orang yang memiliki berkepribadian ganda? Bahkan dia dapat menyembunyikan Blue Rose yang melegenda itu.”


Venus langsung menyapa wanita yang memakai kacamata dan tudung dikepalanya sedang memeriksa sebuah pedang berwarna putih dengan gagang yang hitam.


“Rebecca! Seperti biasa kau selalu sibuk dengan penelitian gilamu itu!” sapa Venus.


Wanita itu langsung menoleh dan menatap Venus sambil memperbaikinya posisi kacamatanya.


“Kau...” Saturn menatap Venus cukup serius sebelum tersenyum lebar.


“Venus! Jadi bagaimana apa kalian berhasil menangkap Charlotte dan Ghost?! Mana mereka? Aku ingin meneliti tubuh mereka!” Saturn langsung memegang pundak Venus dan menggoyangkan badannya.


“Tenang Saturn! Aku membawa Ghost yang mereka bicarakan!” Venus terlihat risih saat Saturn menggoyangkan badannya.


“Mana mereka? Mana? Mana?” Saturn tampak antusias.


“Lihat dia dibelakang Mercurius!” Venus memukul perut Saturn karena wanita itu menggoyangkan badannya semakin kencang.


“Ugh! Perutku! Sakit! Sakit!” Saturn memegang perutnya lalu menatap anak remaja dibelakang Mercurius.


Namun sebelum itu dia menatap tajam Mercurius yang berkeringat dingin.


“Jangan mendekat...” Mercurius terlihat ketakutan saat Saturn berjalan mendekat.


“Mercurius! Bagaimana tubuhmu? Kau memiliki aura sihir yang unik!” Saturn hendak menyapa Mercurius namun pria itu justru bersembang dibelakang Leo.


“Kenapa kau takut melihatku?” Saturn nampak kebingungan melihat sikap Mercurius dan tidak menyadari penyebabnya jika dialah yang menyebabkan Mercurius ketakutan.


Leo melirik Mercurius dan mengerutkan keningnya, “Mercurius...”


Sebelum Leo menyadari Saturn sudah berada didepannya dan menatap mata Leo dengan tajam.


“Jadi kau Ghost?”