
L A 81 - Tekad Yang Diwariskan
Suasana berkabung yang dialami anggota Tartaros tidak mendapatkan sedikit belas kasih dari orang-orang yang mengincar mereka. Kematian Dumfries, Mars dan Yupiter hanyalah awal dari malapetaka.
Chiesa mendapatkan kabar bahwa Panglima Shark dan Dragon bekerjasama, tentu hal ini membuat keseimbangan dunia tidak seimbang dan goyah. Chiesa sendiri tidak mempedulikan Raja Iblis Agung yang lain, namun ia ingin memastikan keselamatan anggotaanya.
Hingga akhirnya Chiesa memberikan tugas kepada Leo, Hisui dan Licha untuk menuju Kerajaan Floral sedangkan Hisui, End dan Cochlea akan menuju Kerajaan Soul. Namun End memilih untuk tidak pergi dan menemani Chiesa.
”End, apa kau menentang perintahku?!” ujar Chiesa dengan tatapan tajam.
End tersenyum tipis, ”Biarkan aku menentang perintahmu untuk terakhir kalinya, Pemimpin.”
”Pada akhirnya kita akan memburu dan diburu. Ini sudah menjadi hukum alam, biarkan aku menemanimu.” End menatap Chiesa dan membuat Chiesa menghala nafas panjang.
”Lakukan sesukamu, bodoh! Pastikan untuk tetap hidup!” ucap Chiesa.
”Ya, aku tidak akan mati dengan mudah.” Chiesa menjawab.
Setelah itu Chiesa mengeluarkan sebuah lingkaran sihir dari telapak tangannya yang mulai membentuk semacam roh sihir berbentuk bola yang memadat. End tersenyum melihat roh sihir itu dan menunjukkannya kepada Chiesa sambil menjelaskan segel sihir miliknya yang ia akan berikan kepada Leo.
”Pemimpin, kita tidak memiliki waktu. Kau pasti memahaminya bukan?” ujar End kepada Chiesa.
Chiesa memahami maksud End dan ia yang paling mengerti kondisi tubuhnya ini. Chiesa pun mengalirkan aura sihirnya pada roh sihir milik End dan berharap Leo akan menerima gambaran ingatan tentang sihir miliknya dan pengetahuannya.
”Aku tidak menyangka kau akan mengkhianatiku, End. Semua ini salahku dan aku tidak bisa memahami dirimu... Maaf...” ujar Chiesa setelah selesai mengalirkan aura sihirnya.
End tersenyum kecut, ”Bedebah itu menanamkan segel sihir mengerikan kepadaku. Dia mengawasiku dan tanpa sadar membuat kita berada dalam genggaman telapak tangannya.”
”Tetapi dia tidak melakukan kesalahan besar karena aku akan mewarisi tekad dan masa depanku kepada Leo. Walau kita berdua sudah tiada, aku yakin Leo dapat mewujudkan keinginan kita, pemimpin.”
”Suatu hari nanti, neraka ini akan berubah menjadi dunia yang indah tanpa diskriminasi dan penderitaan.”
Keinginan End dan Chiesa terucap dari mulut End. Saat itu juga End melepaskan roh sihir ditelapak tangannya untuk terbang menuju Leo.
Diwaktu yang hampir bersamaan Leo sedang dalam perjalanan menuju Kerajaan Floral bersama Hisui dan Licha. Ketiganya nampak bergegas menuju Kerajaan Floral saat mendengar kabar tentang sosok Dragon yang menyerang Ibukota Floral.
”Bagaimana bisa Dragon menyerang Ibukota Floral tanpa alasan... Aku semakin yakin jika gadis bernama Charlotte Floral memiliki pusaka yang istimewa.” Hisui menebak.
”Aku rasa itu alasannya. Pemilik pedang Blue Rose sudah pastinya memiliki tubuh yang istimewa dan Dragon mengincarnya lebih dari itu.” Hisui memberitahu.
Leo mengepalkan tangannya. Untuk pertama kalinya ia merasa tidak terima ada orang yang akan melukai Charlotte. Leo merasakan perasaan yang kuat terhadap Charlotte dan berharap gadis itu adalah wanita yang benar-benar memahami dan mengerti dirinya.
’Tunggu, aku Charlotte!’ ucap Leo dalam hati.
Saat Hisui dan Leo sedang begitu serius, Licha melambaikan tangan memberi isyarat untuk berhenti. Licha menunjuk roh sihir berwarna emas yang terbang rendah mengarah pada Leo dan langsung masuk kedalam tubuh Leo.
”Apa ini?!” Leo memegang tubuhnya dan memeriksanya. Namun sama sekali tidak ada keanehan.
”Apa-apaan kunang-kunang itu?! Apa ini tidak apa-apa, Hisui?” tanya Licha sambil ikut memegang dada Leo.
”Aku pikir Leo kerasukan semacam sesuatu. Ini bahaya jika dia mati karena sesuatu yang tidak diketahui.” Licha menyimpulkan.
Hisui menggelengkan kepalanya pelan, ”Itu roh sihir, Licha. Tetapi barusan itu roh sihir milik siapa...”
”Roh sihir?” Leo mengerutkan keningnya dan menatap Hisui yang terlihat mengetahui, ”Apa aku akan baik-baik saja, Bibi Hisui?”
”Aku rasa akan baik-baik saja...” Hisui menjawab dengan ragu karena dia sendiri tidak terlalu mengetahui.
Lalu mereka bertiga melanjutkan perjalanan menuju Kerajaan Floral. Namun saat ketiganya memasuki wilayah Kerajaan Floral dan mendekati Ibukota Floral, Hisui mendapatkan kabar memilukan dari V dan Cochlea yang tiba-tiba kembali ke Kerajaan Gaspar.
V memberitahu Hisui jika markas mereka dihancurkan Panglima Shark dan Dragon, disana tergeletak tubuh Chiesa dan End yang sudah tidak bernyawa. Dikabarkan keduanya mengincar Leo dan ini membuat Hisui menyadari arti dari roh sihir yang masuk kedalam tubuh Leo.
”Ada apa Bibi Hisui?” tanya Leo saat melihat wajah Hisui pucat pasi.
”Hisui... Ada apa? Wajahmu pucat...” ujar Licha.
Hisui pun menatap Leo dan Licha berkaca-kaca sebelum memberitahu.
”Chiesa dan End... Mereka berdua telah mati...”
Waktu terasa berhenti saat Hisui mengatakan hal ini. Leo hampir tidak percaya begitu juga dengan Licha. Namun setelah Hisui menjelaskan semuanya, ketiganya langsung memilih kembali ke Kerajaan Gaspar.