Leo Avalon

Leo Avalon
L A 67 - Kemunculan Titan dan Enceladus



L A 67 - Kemunculan Titan dan Enceladus


Di tengah hutan yang penuh dengan kobaran api, dua orang sedang berdiri, salah satunya mencekik lehernya dan mengancam, sedangkan yang lainnya meringis kesakitan. Kedua orang itu adalah Maximilian dan Jennie.


Tidak jauh dari tempat keduanya terlihat Hera, Saturn, Catherine, Allegra dan Sylis mencoba menyelamatkan Jennie.


”Hera, berikan peta menuju Hutan Peri maka gadis ini akan selamat!”


”Aku tidak butuh negosiasi yang tidak perlu!”


Maximilian memberikan peringatan dan mencekik leher Jennie semakin keras. Jennie sudah tidak lagi meronta, tubuhnya melemah dan dapat mati kapan saja. Saat itu juga tanpa sepengetahuan Maximilian, Saturn sudah melakukan sesuatu.


”Sangat disayangkan kau berkhianat padaku, Maximilian. Jadi kau adalah dalang menghilangnya banyak murid dan guru yang mengetahui kebusukanmu.” Hera menghela nafas panjang sebelum mengangkat kedua tangannya.


”Baiklah, aku akan memberikanmu peta menuju Hutan Peri tapi kau harus melepaskan perempuan itu.”


Hera menyerahkan diri namun Maximilian masih bersikap waspada dan tidak percaya sepenuhnya.


”Jangan mendekat! Aku belum percaya jika kau tidak akan melakukan tindakan bodoh saat berada didekatku!” Maximilian menatap tajam Hera sebelum menjentikkan jarinya.


Seketika ratusan Manusia Iblis mengelilingi Hera dan yang lainnya. Terlihat jelas jika semua anggota Hollowness berkumpul disini untuk mengambil peta menuju Hutan Peri.


”Maximilian, Tuan Titan menyuruh kita mengambil peta dan memberikan itu padanya bukan malah mengambil untukmu sendiri. Apa kau ingin mati?” ucap pemimpin Hollowness bernama Jewels.


”Blasto dan Baretto telah mati ditangan bocah kelas satu, ini sangat memalukan! Apa bocah itu yang membunuhnya?!” Manusia Iblis yang lain dan bernama Harder menanggapi.


”Gadis itu masuk melalui jalur rekomendasi, dia tidak ada saat ujian masuk-”


”Berisik! Kau ingin mati?!”


Hera hendak menjelaskan kesalahpahaman namun tiba-tiba ada sosok Manusia Iblis yang lain muncul.


”Harder, apa dia ini beneran Hera? Dia terlihat begitu lemah!” ucap Manusia Iblis bernama Relax.


”Jangan remehkan orang itu, Relax!” Harder memberikan peringatan sebelum akhirnya Maximilian menyuruh Hera untuk mendekat.


Hera pun berjalan mendekat dan saat Hera hendak mengambil sesuatu dari sakunya, tanah yang dipihak Maximilian hancur. Sosok Archie muncul dan melepaskan pukulan telak pada wajah Maximilian, lalu secepat kilat menyelamatkan Jennie yang sudah tidak berdaya.


”Keparat!” Maximilian menggertakkan giginya.


”Hera, kubunuh kau!” Relax hendak melepaskan pukulannya yang dipenuhi Energi Iblis, namun Hera menjentikkan jarinya dan seketika awan hitam mengelilingi hutan sihir.


”Apa hanya kalian saja yang ada disini? Apa para petinggi Sembilan Iblis Langit tidak ikut bersama kalian?” ucap Hera bersamaan dengan sambaran petir yang menghantam tubuh semua Manusia Iblis kecuali Maximilian dan Harder.


”Tidak mungkin!” Maximilian dan Harder tersentak kaget melihat semua rekan mereka mati dalam sekejap.


”Kuberi kau waktu tiga detik.” Hera memperlihatkan jarinya yang hendak melepaskan kemampuannya dan langsung membuat Maximilian ketakutan.


”Guru Hera, sepertinya terjadi di kekacauan akademi!” ucap Catherine memberitahu.


”Kekacauan?” Hera mengerutkan keningnya sebelum menatap Maximilian yang tertawa.


”Bocah itu sudah berubah menjadi Manusia Iblis dan pasukan Zombie juga akan mengacau disana!”


Maximilian merasa berada diatas angin namun saat itu ia sadar bahwa dirinya hanya sebagai bidak tidak lebih. Perkataan Maximilian tentu saja membuat Hera marah dan langsung menyerang kedua orang itu tanpa memberikan kesempatan pada mereka untuk melawan.


”Catherine, Sylis dan Allegra-Sensei, kalian kembali. Biar aku dan Saturn yang mengurus mereka bersama dalang yang menyuruh mereka!” ujar Hera.


”Baiklah, Guru Hera-” Catherine hendak pergi namun tiba-tiba sebuah sinar cahaya yang panas menghancurkan bebatuan didepannya.


”Kalian muncul juga rupanya, Titan, Enceladus!” Hera menatap tajam keduanya sebelum menjentikkan jarinya.


Catherine, Sylis dan Allegra menggunakan kesempatan untuk menuju Akademi Sihir Carta. Tentu saja Titan dan Enceladus tidak membiarkan hal ini terjadi, namun Saturn dengan cepat bertindak dengan memberikan perintah kepada Archie.


Hantaman telak dan serangan yang dilepaskan Archie merupakan serangan kejutan yang membuat keduanya terkapar dalam sekejap.


”Wanita gorila sialan!” Enceladus memegang perutnya yang berlubang dan bangkit secara perlahan sembari menatap Archie.


”Titan, kau pergilah mencari adik dari Yupiter Silica! Aku akan menahan mereka berdua!” ujar Enceladus.


Iblis bernama Titan yang merupakan orang kepercayaan Gdanks menatap Enceladus tajam.


”Apa kau ingin mengorbankan dirimu, Enceladus? Jangan remehkan Hera, kau akan mati dalam sekejap jika meremehkannya!” Titan memberikan peringatan.


”Aku tidak berniat mati! Aku penasaran dengan teknik unikku yang baru!” Setelah berkata demikian Enceladus langsung melepaskan serangan kepada Hera dan Saturn.


Dari jari telunjuknya mengeluarkan sinar cahaya yang dapat meledak, Enceladus dalam sekejap membalikkan keadaan dan membuat Titan pergi menuju akademi tanpa gangguan.


”Menyebalkan!” Saturn berdecak kesal sebelum kedua tangannya menyentuh tanah.


”Lima Peti Iblis, Archie!”


Dari belakang Archie muncul ular berwarna putih, harimau berwarna putih, elang berwarna putih dan hiu berwarna putih.


”Ketua, biarkan aku yang melawan Iblis rendahan ini! Kau pergi urus Titan! Dia memiliki kekuatan yang berbahaya!” ujar Saturn sambil memberikan perintah kepada Hiu Putih.


Hera menyegel kemampuan Maximilian dan membunuh Harder sebelum pergi mengejar Titan. Tentu saja Enceladus tidak membiarkan hal itu terjadi, namun Saturn dapat menghentikan serangan Enceladus dengan mudah.


”Kita akan bertarung disini! Apa kau takut denganku, Enceladus?!” ujar Saturn memprovokasi.


Enceladus menyeringai, ”Sayang sekali aku tidak mengenal dirimu. Kau memiliki kemampuan yang unik dan aku tertarik dengan itu.”


”Aku akan menjadikan kemampuanmu menjadi milikku!”


Saat Enceladus memfokuskan serangannya kepada Hera lalu berniat menyerang Saturn, Hiu Putih sudah menyelesaikan tugasnya untuk membuat segel yang mengelilingi lokasi pertarungan.


Saat menyadari ada keanehan diudara, Enceladus baru mengetahui jika dirinya tersegel di tengah hutan bersama Saturn.


”Ini?! Kau menciptakan tempat pertarungan yang menarik betina!” ucap Enceladus saat melihat tempat yang tersegel dipenuhi air.


”Siapa yang kau sebut betina, Iblis rendahan!” Saturn langsung memberikan perintah kepada Hiu Putih, Ular Putih dan Archie untuk menyerang.


Terlihat disana Harimau Putih dan Elang Putih berubah menjadi Hiu Putih lalu membantu penyerangan. Hanya dalam kurun waktu yang singkat Enceladus dibuat dalam posisi terpojok oleh Saturn.


”Inilah yang disebut Penjara Air! Apa kau menikmatinya, Enceladus?”