Leo Avalon

Leo Avalon
L A 40 - Proyek Angel



L A 40 - Proyek Angel


“Ada apa ribut-ribut disini hah?! Apa kalian sudah berpihak juga pada adik yang bodoh itu?!” Tiba-tiba seorang pria menyerang Leo dan berhasil mendaratkan tendangan telak pada perutnya.


“Ugh!” Leo terkejut karena tidak dapat mengimbangi pergerakan pria tersebut.


‘Dia cepat dan serangannya sangat tepat!’ pikir Leo.


Sementara Leo yang terpental jauh kebelakang, Nggere langsung bangkit berdiri dan menatap pria yang datang dengan tajam.


“Kau... Zeketaryan?” Ekspresi Nggere nampak terkejut saat mengetahui sosok pria dihadapannya.


“Rupanya ada orang yang mengenalku? Kau... Rupanya kau Nggere, murid dari Kakek Heitor. Jadi apa yang kalian ributkan disini?” Pria yang bernama Zeketaryan bertanya.


Nggere memilih diam untuk beberapa saat dan tidak menjawab karena dia mengetahui pria tersebut sangat loyal kepada Earth. Selain itu baginya ini adalah situasi yang buruk karena jika Zeketaryan bergabung dengan Earth maka rencana untuk membunuh Earth akan gagal.


“Zeketaryan? Apa benar kau adalah Zeketaryan?” Mendengar Earth berkata dan mendekat, Nggere mengumpat.


‘Sialan!’ Nggere mengepalkan tangannya dan menatap Zeketaryan tajam.


Nggere berpikir akan menyerang Zeketaryan dengan telak dan cepat, namun untuk sesaat dia merasakan hawa membunuh yang sangat besar. Bukan hanya Nggere saja yang merasakannya bahkan Leo, Earth, Mars dan Zeketaryan juga merasakan hawa pekat tersebut.


“Raja Earth?” Zeketaryan menatap pria yang tidak asing dan tersenyum.


Namun saat Zeketaryan hendak mendekat, tanah yang dia pihak hancur dan dari dalamnya muncul mulut ular berwarna putih yang besar dan hendak menelan badannya secara hidup-hidup.


“Hei, siapa yang menyiapkan kejutan seperti ini?!” Zeketaryan terkejut karena tidak merasakan hawa keberadaan apapun dari ular berwarna putih tersebut.


Sedangkan hawa keberadaan yang pekat datang dari atas dan langsung mengarah ke mereka dengan kecepatan tinggi. Ledakan menggema saat sebuah cahaya berwarna ungu muncul di hadapan mereka semua.


“Ini adalah sebuah kebetulan yang tidak terduga. Aku menemukan pasukan pemberontak disini dan sosok Raja Soul sebelumnya bersama penyihir jenius, Zeketaryan.” Suara seseorang terdengar dan orang itu tidak lain adalah Reptile.


“Apa yang kau lakukan dengan datang kemari, sialan?” Mars berjalan mendekati Reptile dan menatapnya tajam.


“Tidak perlu serius seperti itu. Yang kalian lawan bukanlah aku melainkan penduduk disini bahkan mungkin kalian akan melawan diri kalian sendiri.” Reptile tersenyum dan tertawa kecil saat mengatakan itu.


“Apa maksudmu keparat?!” Nggere yang berada dekat dengan Reptile mencoba menyerang namun tiba-tiba Reptile mengulurkan tangan kanannya dan seketika ular muncul dari dalam jubahnya lalu melilit tubuh Nggere.


“Semua orang yang mengonsumsi air dari sungai yang ada disekitar Wilayah Indibil sebagai air minum akan berubah menjadi sosok Malaikat, bukan Malaikat yang sempurna melainkan kelinci percobaan menggabungkan Manusia dengan Malaikat!” Mendengar penjelasan Reptile seketika wajah Earth dan yang lainnya memucat.


“Aku yakin semua orang disini sudah mengonsumsinya. Memang cairan itu tidak akan berpengaruh pada penyihir seperti kalian, tapi tidak dengan orang-orang rendahan seperti mereka!” ujar Reptile.


Mendengar itu Earth nampak marah dan langsung menjentikkan jarinya. Seketika tanah disekitar Reptile hancur dan sebuah telapak tangan yang terbentuk dari tanah menggenggam tubuhnya.


“Kenapa kalian melakukan hal sekeji ini?!” Earth berusaha menghancurkan tubuh Reptile namun pria itu dapat bertahan dari cengkeraman telapak tangannya.


“Kenapa? Jika Tuan Chiesa memberikan perintah untuk ini, aku hanya perlu melakukannya. Tidak ada alasan yang lain. Selain itu semuanya sudah terlambat Earth Soul, ular putih adalah bom waktu yang digunakan Tuan Chiesa untuk mengaktifkan kekuatannya dengan diriku sebagai perantara.” Setelah Reptile berkata demikian semua orang menoleh menatap ular berwarna putih yang tidak bergerak.


Tiba-tiba ular berwarna putih itu berubah sisiknya menjadi warna merah secara perlahan. Dan hanya dalam beberapa detik ular itu meledak dan seketika cahaya berwarna putih yang terang bercampur kuning memenuhi wilayah Indibil.


“Akhirnya dimulai!” Reptile tersenyum lebar.


Earth berkeringat dingin saat melihat penduduk disekitarnya meraung kesakitan dan badannya berubah menjadi warna merah sebelum meledak. Ada yang tiba-tiba tumbuh kedua sayap hitam dipunggungnya dan meraung tidak jelas melepaskan aura sihir yang dahsyat.


“Aku akan membunuhmu!” Earth menatap Reptile yang tertawa meremehkan.


Reptile melepaskan diri dari cengkeraman tangan Earth lalu berkata dengan pelan, “Semuanya, mengamuk lah!”


Hari itu awal dari uji coba Proyek Angel dimulai. Dan tanpa mereka ketahui Chiesa sedang dalam perjalanan menuju Kerajaan Soul untuk memastikan sendiri bagaimana hasil kerja ketiga bawahannya termasuk Olympus Soul.