Leo Avalon

Leo Avalon
L A 80 - Hujan



L A 80 - Hujan


Apa yang terjadi di Pelabuhan Aquapelago membuat Kekaisaran Floral gempar. Pembantaian mengerikan itu membuat semua orang menjadi takut dengan ganasnya orang-orang dari Kerajaan Canute. Apa yang menimpa Aquapelago hanyalah awal dari tragedi saja sebelum disusul dengan berita yang menggemparkan lainnya.


”Kakak V, kau sedang tidak bercanda bukan?!” Leo terlihat tidak percaya saat V memberitahu jika Chiesa terluka parah karena berhasil memukul mundur Jendral Quincy.


Namun kedatangan orang tidak terduga membuat rencana Chiesa gagal sepenuhnya. Sosok pemimpin tertinggi bernama Shark yang menjabat sebagai Panglima Kekaisaran Bahamut berhasil memutus titik roh dalam tubuh Chiesa serta aura sihirnya.


Yang Chiesa takutkan Panglima Shark bersama Jendral Quincy akan melanjutkan perjalanan mereka menuju Kerajaan Floral atau Wilayah Allegra.


Berita lainnya menjadi pukulan berat untuk anggota Tartaros karena Dumfries terbunuh dalam pertempuran melawan Exequtor, disusul dengan End yang ditangkap dan dibawa menuju Kekaisaran Bahamut.


”Mereka berempat berhasil menjalankan tugasnya. Pertemuan itu berlangsung lancar tapi inikah balasan yang kita dapatkan?! Dumfries telah mati dan Chiesa tidak akan lagi berguna!” V terlihat marah saat mengetahui kabar ini.


Cochlea pun menyadari hal ini dan langsung mengajak V bersama Leo untuk kembali ke Ibukota Floral. Leo sendiri memiliki pemikiran yang sama dengan Cochlea, ia merasa harus bertindak sebelum kejadian yang tidak diinginkan terjadi.


Apa yang menimpa Chiesa memang sangat disayangkan dan Leo menyadari bahwa musuh yang ia hadapi memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dan mengerikan dari apa yang ia pikirkan.


”Leo, cepat bergegas. Kita tidak memiliki waktu untuk menguburkan mereka.” Cochlea melakukan kremasi pada orang-orang yang menjadi korban pembantaian.


Leo mengangguk dan langsung mengikuti Cochlea bersama V yang berjalan menuju Ibukota Floral. Diwaktu yang sama para raja dari belahan kerajaan di dunia ini berhasil membentuk pemerintah dunia bernama Elemen.


Ditengah berita yang menggemparkan, Raja Arbalest dan Raja Shevchen yang bergabung kedalam Elemen berhasil menyelamatkan End dalam perjalanan pulang mereka. Kedua raja dari Benua Wein ini juga dikabarkan menggagalkan rencana Jendral Quincy dan Panglima Shark untuk menyerang Kerajaan Floral.


Walau belum dipastikan secara jelas, namun Leo bersama Cochlea dan V dikejutkan dengan End yang memang kembali. Butuh waktu beberapa hari bagi anggota Tartaros untuk berkabung atas kematian Mars, Yupiter dan Dumfries.


Kerajaan Gaspar yang menjadi markas Tartaros terlihat hujan selama beberapa hari ini. Leo jarang sekali berbicara saat melihat rekan sesama anggota Tartaros tengah berkabung. Hanya Hisui dan Cochlea saja yang mengajaknya berbicara.


Sehingga Leo menghabiskan waktu untuk menginterogasi Catloph dan menanyakan situasi di Kerajaan Canute. Menurut Catloph, situasi yang terjadi di Kerajaan Canute akan lebih parah setelah kematian Icarus, Zaktora dan Saldseld.


”Ayahanda... Bukan, keparat itu pasti akan mengirimkan pasukan untuk balas dendam,” ucap Catloph yang sangat yakin dengan hal ini.


Lalu Catloph pun memperhatikan Leo yang bersikap tenang dalam kondisi ini. Leo tidak menunjukkan kesedihannya sedikitpun bahkan remaja tersebut terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu dengan tatapan tajamnya.


”Leo, dari yang kulihat kau terlihat tidak bersedih dengan kematian -” Catloph hendak bertanya namun dia sadar bahwa dirinya sudah berprasangka buruk saat melihat tatapan kosong Leo setelah mendengar ucapannya.


”Tidak apa, Catloph.” Leo berkata pelan sebelum berjalan menyusuri hujan dan meninggalkan markas Tartaros.


Chiesa melihat ini dan membiarkan Leo. Chiesa merasa bersalah karena menyadari Tartaros belum mampu menjadi wadah Leo sepenuhnya.


’Sejak aku membentuk kelompok ini, aku sudah siap menanggung hal ini. Leo, kau adalah harapan terakhirku. Untuk itu aku akan memberikan semua kekuatan dan pengetahuanku sebelum akar sihir ditubuhku hancur.’ Chiesa tersenyum kecut dan mengepalkan tangannya mengingatkan serangan telak Panglima Shark kepadanya.


Menyadari yang terjadi pada Chiesa membuat Cochlea bertanya tentang bagaimana Panglima Shark berhasil memberikan luka fatal pada dirinya. Chiesa pun memberitahu Cochlea jika ia melakukan kesalahan yang besar akibat ancaman Panglima Shark kepadanya.


”Bedebah itu adalah adik dari mendiang Ayahku. Berbeda dengan mendiang Ayahku yang diperlakukan mengerikan seperti binatang, dia mendapatkan segalanya.”


”Dia berbisik kepadaku jika Ibuku masih hidup dan ia jadikan sebagai sandera. Saat itu aku tidak dapat berpikir jernih dan dia berhasil membuatku seperti ini.”


Chiesa tertawa pelan setelah berkata demikian. Namun terlihat jelas Chiesa memiliki penyesalan dan amarah yang besar.


”Cochlea, aku hanya akan mengatakan ini padamu. Darah campuran sepertiku tidak akan bertahan lama setelah akar sihirnya hancur. Dalam beberapa tahun kedepan aku akan melatih Leo dan kita akan menghancurkan Gdanks.”


”Baik, pemimpin. Aku bisa mengerti mengapa kau tertarik kepada Leo. Aku juga akan membinanya. Kita sudah melangkah terlalu jauh dan tidak bisa kembali. Setidaknya kita harus singkirkan para pengganggu dari benua ini.”


Setelah itu Cochlea pun pergi menuju ruangannya dan meninggalkan Chiesa. Disisi lain Leo bertemu dengan End yang berada di tempat pemakaman Dumfries, Mars dan Yupiter.


”Leo, aku penasaran bagaimana kau dapat mengalahkan Pangeran dari Canute. Setelah semua ini aku bisa mengerti mengapa Tuan Chiesa sangat tertarik padamu...”


End pun menatap Leo dan berdiri lalu memegang pundak remaja tersebut.


”Apa maksudmu, End?” Leo mengerutkan keningnya saat End menjentikkan jarinya memperlihatkan segel sihir diudara.


Lalu End menempelkan keningnya pada kening Leo. Saat itu juga Leo diperlihatkan ingatan masa lalu End yang mengerikan dan diselamatkan oleh Chiesa. Kemampuan sihir pemanggilan dan segel End menjadi keahlian terbesarnya.


Naga Berkepala Lima adalah hewan sihir unik milik End yang Chiesa yakini sebagai Bahamut. Namun menurut End Naga Berkepala Lima itu adalah sebuah ilusi yang ia ciptakan. Dalam tubuh End terdapat sebuah segel sihir yang membuatnya dapat menundukkan Tiga Naga Suci dan Naga Hitam.


”Aku akan serahkan kemampuan ini padamu, Leo. Kau pantas mendapatkannya.”