Leo Avalon

Leo Avalon
L A 22 - Aku Membenci Ini



L A 22 - Aku Membenci Ini


Melihat sikap Saturn membuat Leo menelan ludah dan memahami mengapa Mercurius yang kuat dan riang menjadi ketakutan. Mercurius mempunyai masa lalu yang tidak terlalu baik dengan Saturn karena pernah sekarat dan ditolong oleh Saturn namun Saturn meneliti tubuh Mercurius tanpa persetujuan pria tersebut sehingga sampai saat ini hal tersebut menjadi trauma tersendiri baginya.


“Aku bukan Ghost. Namaku Leo,” ucap Leo.


Saturn tersenyum semakin lebar dan memegang pundak Leo dengan sangat erat.


“Berbeda dengan Mercurius yang kekar dan kuat, namun sebenarnya dia penakut kau masih remaja namun terlihat sangat kuat. Mataku ini tidak pernah salah dalam menilai seseorang. Apa kau orang baru yang dibawa Venus?” Saturn bertanya.


“Ya, aku adalah orang tersebut.” Leo menjawab.


Kemudian Saturn menjelaskan kepada Leo jika dia harus memberitahu identitas dirinya yang sebenarnya, namun Leo melirik Venus dan seperti memberikan perintah kepada wanita itu memberitahu Saturn.


Akhirnya Venus menjelaskan kepada Saturn mengenai identitas Leo yang memiliki mata Shinigami dan itu membuat mulut Saturn menganga lebar.


“Mata Shinigami dari Kekaisaran Kai itu bukan? Keturunan Klan Fuyumi dikabarkan sudah lenyap dan kau... Jangan bilang...” Saturn sudah bisa menebak identitas Leo.


Wanita berambut pirang ini menundukkan kepalanya dan tersenyum hangat kepada Leo namun hal itu membuat Leo nampak kesal.


“Aku menyambutmu bergabung bersama kami, Fuyumi Leo,” ucap Saturn.


“Hah apa katamu?” Leo mengerutkan keningnya dan nampak kesal, “Namaku Leo, Leo Avalon.”


“Aku hanya memberitahu nama ini kepada kalian bertiga dan anggota Galaxy yang tersisa.” Leo menjelaskan.


Mulut Venus dan Mercurius menganga lebar mendengarnya. Keduanya mengira Leo hanyalah keturunan Klan Fuyumi yang kebetulan mendapatkan mata Shinigami tetapi yang sebenarnya identitas tersenyum Leo jauh lebih besar.


“Avalon?!” teriak Venus dan Mercurius.


Sedangkan Saturn tertawa lepas sambil memegang perutnya.


“Hei, hei, bukankah kalian berdua yang mengajaknya bergabung kenapa justru kalian yang terkejut?” ujar Saturn kepada Venus dan Mercurius.


“Aku tidak menyangka kau bernama Leo Avalon... Ghost? Neptune?” Mercurius menatap Leo sangat tajam dan masih tidak percaya.


“Latar belakang anggota Galaxy memang tidak pernah membosankan. Kita memiliki empat pewaris tahta kerajaan disini.” Venus menghela nafas dan memijat keningnya dengan perasaan yang tidak percaya.


Kemudian Leo berjalan menuju sebuah gambar peta yang ada diruangan tersebut sambil berkata, “Malaikat tidak akan bisa menghukum kekejian Iblis! Begitu juga dengan manusia yang tidak bisa menghukum kekejian Malaikat! Aku akan menghancurkan semuanya! Semua yang menghalangiku!”


Saturn, Venus dan Mercurius kagum dengan Leo yang terlihat tegar dan kuat tidak menunjukkan kelemahannya sedikitpun. Bahkan ucapan Leo sangat jelas namun perasaan hampa dan kasihan kepada Leo membuat ketiganya memahami jika Leo adalah orang yang sangat rapuh.


Saturn langsung merangkul Leo dan mengajaknya untuk mengadakan pesta penyambutan kedalam Galaxy malam ini.


“Malam ini kita lupakan sejenak masalah kita. Lebih baik kita makan dan minum-minum bukan Venus?” ajak Saturn.


Venus mengangguk dan segera menoleh kearah Mercurius yang terdiam.


“Mercurius, cepat kau panggil pelayan penginapan untuk menyiapkan semuanya!” Venus menyuruh dan membuat Mercurius menggaruk kepalanya karena sebenarnya tidak ingin.


Namun Mercurius mengerti maksud Saturn dan Venus yang berniat menyambut hangat Leo sehingga dia segera melaksanakan perintah Venus kepada dirinya.


Sedangkan Leo keheranan dan malah mengatakan hal yang tidak pantas.


“Lepas semua topeng kalian! Aku membenci ini!” ujar Leo kepada Saturn, Venus dan Mercurius.


“Apa maksudmu Leo?” Venus menanyakan maksud ucapan Leo barusan.


“Apa maksud kalian melakukan semua ini?! Kita sedang berperang! Ini bukanlah sebuah candaan! Mengadakan pesta di situasi seperti ini apa kalian gila?!” ujar Leo dengan penuh emosi.


Venus hanya tersenyum sedangkan Saturn menghela nafas sebelum memberikan penjelasan kepada Leo.


“Dengar Leo... Kita tidak tahu apa yang terjadi kedepannya. Bisa saja aku atau salah satu diantara kita mati saat kita menjalankan rencana. Anggap saja semua ini untuk menenangkan pikiran kita di tengah ketegangan dan tekanan. Aku hanya ingin menikmati makan malam bersama teman-temanku sebelum kita bertempur.”


Penjelasan Saturn membuat Leo diam. Remaja itu mengira orang yang ada di Galaxy sama seperti orang-orang yang dia temui dikehidupan lamanya.


Malam itu Leo menikmati hidangan yang disajikan pelayan Penginapan Chevro sebelum membahas rencana untuk membunuh Raja Marcus Floral dan menghentikan rencana John Flamingo yang ingin mempersembahkan nyawa penduduk Kerajaan Floral kepada Kazan.


Setelah selesai membahas rencana penyerangan, Leo berdiam dalam kamar yang disediakan dan membaringkan tubuhnya. Lalu dia menatap dinding sambil menggigit bibir bawahnya hingga berdarah dengan kedua tangan yang mengepal erat sampai kuku-kuku jari tangannya menembus kulit.


“Banyak hal yang tidak aku sangka muncul begitu saja dikehidupan kali ini...” Leo memejamkan matanya dan mengingat dengan jelas penderitaannya dikehidupan lama dan kenangan memilukan pemilik tubuh sebelumnya dikehidupan ini.