
L A 69 - Pasukan Zombie
Serpihan tanah dan dedebuan perlahan mulai menghilang, Titan menemukan tubuh Hera tidak ada dalam pandangannya. Sebelum Titan menyadari lebih jauh, Hera menciptakan ruang segel yang mengekang dirinya dan itu membuat Titan terpaksa menggunakan wujudnya yang menjadi raksasa ganas.
Hera tersenyum lebar melihat wujud Titan yang ini. Berniat menghabisi Titan namun daya sihir yang dimiliki Titan sangat abnormal dan itu membuat Hera kesulitan. Akhirnya Hera memutuskan untuk menahan pergerakan Titan sambil melakukan serangan dari luar.
”Hanya tubuhmu saja yang membesar, tetapi kau tidak lebih dari serangga kecil dimataku, Titan!” Hera sengaja memprovokasi Titan dan itu membuat Iblis tersebut mengamuk semakin menjadi-jadi.
Titan sekarang dipenuhi emosi marah yang luar biasa. Bertarung melawan Hera serasa membuat dirinya diremehkan dan itu tentu membuat Titan melampiaskan amarahnya kepada Hera.
Pertarungan sengit itu pun berlangsung singkat karena pergerakan Titan yang terbatasi. Hera lebih diuntungkan dan dapat melemahkan kekuatan Titan dalam waktu yang singkat.
”Aku tidak akan menggunakan ini jika tidak terpojok, tetapi kau berhasil memojokkan diriku sejauh ini Hera!” Titan terlihat menatap Hera penuh kebencian.
Hera menjadi waspada saat merasakan aura sihir dari tubuh Titan mendadak menjadi pekat. Mengira Titan sudah melemah, Hera dikejutkan dengan Titan yang melakukan sesuatu tidak terduga.
Nampak Titan tersenyum lebar saat melihat Hera baru menyadari apa yang ia rencanakan. Hera secepat kilat mengirim hujan petir pada tubuh Titan namun serangan itu tidak mempan hingga akhirnya sekitar lima pedang petir yang bentuknya besar menghunus sekujur tubuh Titan yang menjadi raksasa.
Titan tidak bergerak dan saat itu juga Iblis tersebut membuka mulutnya dan meraung sekeras-kerasnya. Hera merasakan gendang telinganya serasa pecah sebelum akhirnya ia melihat tubuh Titan memancarkan cahaya berwarna kuning keemasan dan meledak.
Hera berdecak kesal dan melarikan diri sejauh mungkin namun daya ledakan Titan mencapai dirinya terlebih dahulu. Sekuat tenaga Hera melapisi tubuhnya menggunakan aura sihir dan segenap tenaga ia melindungi tubuhnya dari luka yang parah.
Hera tidak merasakan hawa keberadaan Titan lagi saat tubuhnya terpental jauh tanpa ia dapat gerakan. Hera hanya bisa pasrah saat tubuhnya melesat dengan kecepatan tinggi ke arah selatan dan menuju akademi.
”Jika seperti ini aku akan menabrak bangunan akademi.” Hera sebisa mungkin mendapatkan kembali keseimbangannya namun tubuhnya masih terhempas dengan kecepatan tinggi.
Sementara itu di dalam akademi terjadi kekacauan karena Rhiannon berubah menjadi sosok Manusia Iblis. Selain itu sekitar lima ratusan orang yang berubah menjadi Zombie menyerang murid didalam sana, para penyihir berusaha menahan namun saat tubuh mereka terkena gigitan Zombie, mereka semua ikut berubah menjadi Zombie.
Hal ini menyebabkan kepanikan yang terjadi diantara para murid. Lechia memimpin Sepuluh Elite Carta bersama Glossy untuk menghabisi rombongan Zombie yang menyerang murid.
Mereka terlihat kesulitan untuk bertarung dengan nafsu membunuh saat mengetahui pasukan Zombie yang menyerang adalah manusia yang kehilangan akal sehat.
Bantuan Catherine, Sylis dan Allegra membuat pasukan Zombie mundur. Bahkan mereka berhasil menghentikan amukan Rhiannon, kekacauan dengan cepat mereda namun saat pasukan Zombie berhasil dilenyapkan sebuah aura intimidasi yang begitu kuat menekan pergerakan semua orang di akademi.
”Aura ini! Siapa pemiliknya?!” Catherine dibuat bersujud saat merasakan tekanan aura tersebut.
Namun sebelum Sylis bergerak untuk memastikan pemilik aura tersebut, tubuhnya terasa begitu berat dan langsung bersujud seperti Catherine. Hal itu juga berlaku untuk Allegra yang tengah menyelamatkan para murid.
”Tenang saja, Guru sekalian. Kami tidak akan melukai para murid, kami hanya ingin memastikan pemilik mata Shinigami dan Pedang Blue Rose ada.” Sosok Cochlea muncul dari atas langit dan terjun kebawah tepat dihadapan Catherine.
”Kau tidak sabaran, Chlea!” V menyusul Cochlea dan memperhatikan para murid yang ketakutan melihat kedatangannya.
”Lama tidak berjumpa, Catherine-Sensei, Sylis-Sensei, Allegra-Sensei.” Cochlea terlihat menyapa Catherine, Sylis dan Allegra sebelum menekan aura tubuhnya yang dipenuhi intimidasi.
”Singkat saja, bagi yang bernama Lea Avalon dan pemilik Pedang Blue Rose ikut dengan kami! Jika tidak kami akan membunuh orang-orang disini!” ujar Cochlea penuh ancaman.
”Cochlea! Kau kemari bukan untuk reuni kan?! Sungguh murid yang suka berbuat onar!” Catherine membunyikan lehernya sebelum bergerak dengan kecepatan tinggi melepaskan cakaran dan tendangan pada tubuh Cochlea.
”Catherine-Sensei... Aku tidak ingin melukai siapapun disini. Jangan memaksaku!” Cochlea memberikan peringatan dan menangkis serangan Catherine dengan mudah.
”Drakun, Lioni, mengamuklah!” Sylis menciptakan seekor Naga dan Singa dari aura sihir.
Lalu kedua hewan buas itu menyerang V, terlihat V dikepung dari segela arah dan bantuan dari Allegra membuat V terkena semburan api dari Drakun. Namun saat kepulan asap lenyap, terlihat V berdiri dengan tubuh yang tidak terluka bahkan saat Allegra mempersingkat jarak dan hendak melepaskan serangan, V masih terlihat tenang.
”Sepertinya kita tidak memiliki pilihan lain, Chlea! Aku akan memberi mereka peringatan!”
V menatap dingin Allegra sebelum menjentikkan jarinya dengan keras. Seketika akar tumbuhan yang ada disekitar akademi dikendalikan oleh V, tubuh Allegra terlilit akar tumbuhan sebelum perutnya ditusuk akar tumbuhan yang memadat dan keras seperti pedang.
V sama sekali tidak berkedip saat membunuh Allegra dan mengikat tubuh Catherine beserta Sylis. Bahkan setelah membunuh Allegra, V mengekang semua murid akademi yang hendak melarikan diri dan hendak membunuh mereka, namun kedatangan Celine menghentikan amukan V.
”V, cukup! Kau sudah kelewatan! Kau membunuh Allegra dan hendak membunuh adik-adik Kelasmu!” Celine menjentikkan jarinya dan menghempaskan tubuh V menggunakan kemampuan unsur anginnya.
”Berikan Lea padaku dan Ratu Floral itu, maka tidak ada pertumpahan darah.” V kembali mengingatkan jalan agar tidak ada pertumpahan darah, namun Celine menolaknya.
”V, apa yang ingin kau lakukan?! Kau pikir aku akan membiarkannya?!”
Mengetahui V dan Cochlea mengincar Lea membuat Leo memperhatikan pergerakan V dan Cochlea yang sangat hati-hati. Kemampuan keduanya bisa dibilang jauh diatasnya dan itu membuat Leo tidak sembarangan menunjukkan kemampuannya.
’Kenapa mereka mengincar Lea? Bukankah Lea tidak memiliki mata Shinigami?’ Leo membatin sebelum akhirnya ia melihat pertarungan antara V melawan Celine.