Leo Avalon

Leo Avalon
L A 75 - Kabar Kematian Mars dan Yupiter



L A 75 - Kabar Kematian Mars dan Yupiter


Hari-hari damai di Kerajaan Floral tengah berlangsung semenjak negeri itu dipimpin oleh seorang ratu muda yang bijaksana. Jauh di wilayah perbatasan Kerajaan Floral dengan Kerajaan Soul terlihat tiga orang sedang berjalan dan bertemu dengan beberapa pedagang yang baru saja kembali dari Ibukota Floral.


Dalam perjalanan, ketiga orang yang tidak lain adalah V, Cochlea dan Leo beberapa kali bertanya pada para pedagang dan pengembara. Ketiganya dikejutkan dengan berita terbunuhnya pewaris tahta Kerajaan Silica dan Kerajaan Gaspar yang hendak ikut dalam pertemuan antar bangsa itu.


Leo masih tidak percaya mendengar kabar ini, sehingga ia meminta V dan Cochlea untuk memastikan. Namun V dan Cochlea masih tidak percaya sepenuhnya dengan berita tersebut.


”Mars dan Yupiter terbunuh... Identitas pelaku belum diketahui namun keduanya terbunuh dalam perjalanan menuju Allegra,” ucap V.


”Sial!” V mengumpat karena target mereka selangkah lebih maju.


”Dinginkan kepalamu, V. Sebaiknya kita sesuai rencana menuju Kerajaan Floral,” ujar Cochlea menenangkan V.


”Aku mengerti, Chlea!” V menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.


Setelah tenang barulah V menjelaskan kepada Leo jika dirinya masih mengingat beberapa pelaku dari Kekaisaran Bahamut sepuluh tahun lalu. V sangat yakin tiga orang yang terngiang jelas dalam kepalanya merupakan pasukan khusus yang tidak pernah Chiesa ceritakan.


”Tunggu sebentar, V.” Leo menghentikan V dan Cochlea yang hendak berjalan.


”Hei, Leo. Panggil aku Kakak V, mengerti?” V menatap dingin Leo dan mencekik lehernya.


”Aku ini seratus tahun lebih tua darimu!” V mengingatkan umur Elf yang lebih panjang dibandingkan manusia.


”Kau terlalu kejam, V.” Cochlea melerai V sebelum mengikuti apa yang dikatakan V.


”Kau juga harus memanggilku, Kakak Chlea! Aku seratus tahun lebih tua darimu!” Senyum iblis Cochlea membuat Leo menghela nafas karena terjebak di situasi ini.


”Aku mengerti, Kakak V, Kakak Chlea.” Leo mengerti dan hendak menjelaskan sesuatu pada V dan Cochlea, namun tiba-tiba telinga V berdengung hebat.


V mendapatkan panggilan telepati dan menerima kabar dari Chiesa jika saat ini sosok Raja Iblis yang merupakan setengah manusia dan malaikat itu bertarung dengan seorang Jendral Kekaisaran Bahamut.


Chiesa sudah menyuruh End dan Dumfries menuju Allegra bersama Hisui dan Licha, sedangkan Leo dan yang lainnya diperintahkan untuk tetap ke Kerajaan Floral dan memastikan pasukan dari Kerajaan Canute tidak membuat pertempuran mereka disana.


Menurut Chiesa, Kekaisaran Timur tidak terlibat langsung dan Kekaisaran Bahamut lah yang memilih untuk terlibat. Satu dari tiga jendral Kekaisaran Bahamut datang menuju Benua Carta bersama tiga pasukan khusus yang disebut Exequtor dan kemungkinan besar Exequtor lah yang membunuh Mars dan Yupiter.


V segera memberitahu Cochlea dan Leo. Ketiganya pun bergegas menuju Kerajaan Floral. Diwaktu yang sama di atas permukaan laut yang dekat dengan Kerajaan Floral terjadi pertempuran antara Chiesa melawan seorang jendral dari Kekaisaran Bahamut bernama Quincy.


”Aku berharap dapat membalaskan dendam ku untuk menghancurkan para keparat seperti kalian! Aku mengira mengorbankan nyawa manusia lain dapat membuat diriku terkuat namun aku salah!” Chiesa tersenyum lebar menatap Quincy dingin.


”Justru kematian ku lah yang dapat membuat seseorang menjadi kuat! Aku sudah memikirkan banyak cara untuk memutuskan rantai kebencian ini! Sekarang aku memiliki cara tersebut dan aku akan menghentikanmu disini, Jendral Quincy!”


Chiesa pun melepaskan serangan beruntun kepada Quincy dan Quincy menjentikkan jarinya untuk menahan gempuran serangan Chiesa. Hanya dalam sekali jentikan jarinya, badai besar tercipta diatas permukaan laut dan air laut berputar membentuk badai yang mengarah pada Chiesa.


”Mengerikan...” Chiesa tersenyum melihat ombak badai air laut yang seolah-olah akan melahap dirinya.


Namun hanya dalam satu kali tarikan nafasnya, ombak badai itu membeku dan Chiesa menghancurkannya dengan mudah menggunakan kemampuannya memanipulasi air menjadi es.


”Kuakui kau kuat, Chiesa. Tapi siapapun yang menghalangi rencana ku untuk mengadu domba mereka, akan berakhir dengan kematian!”


”Tidak boleh ada kekuatan yang melebihi kekuatan tempur Kekaisaran Bahamut!”


Quincy terlihat serius dan saat pria itu membentuk lingkaran sihir diudara, sebuah senjata seperti palu dan gada muncul. Quincy menggunakan senjata tersebut dan mengayunkannya seperti memukul udara.


Seketika gempa tercipta dan membuat tubuh Chiesa terpental. Quincy tertawa dan menunjukkan keseriusannya untuk membunuh Chiesa yang menghalangi rencananya.


’Benar-benar musuh yang merepotkan!’ Chiesa mengeluh sebelum melepaskan aura sihirnya dalam jumlah besar.


Sedetik kemudian aura sihir itu menghilang sebelum Chelsea muncul didepan Quincy sambil melayangkan pukulannya.


”Kau menggunakan itu untuk melawanku? Aku tersanjung Chiesa!”


Quincy menyeringai saat pukulan Chiesa tidak dapat mengenai wajahnya. Terlihat jelas ada keretakan diudara dan setelah hancur, barulah tubuh Chiesa terhempas oleh tekanan aura sihir yang mencekam.


”Kau tidak dapat menyentuhku!” Quincy kembali menyerang.


Chiesa tersenyum saat melihat Quincy dalam jangkauan serangannya. Seketika permukaan laut membeku dan sebuah lingkaran sihir muncul diatas langit sebelum tombak es menghunus tubuh Quincy.


”Kau!” Quincy mengerutkan keningnya melihat dirinya terjebak dalam teknik sihir Chiesa.


”Itulah yang kau dapatkan karena meremehkanku!” ujar Chiesa dan tersenyum menyeringai.