Leo Avalon

Leo Avalon
L A 82 - Kebohongan Leo



L A 82 - Kebohongan Leo


Jantung Leo serasa berhenti berdetak. Nafasnya tersengal-sengal mendengar kabar kematian Chiesa dan End. Bersamaan dengan itu didalam kepalanya bermunculan ingatan End dan Chiesa. Semua itu membuat Leo memegang kepalanya dan berteriak kesakitan.


”Arrrggghhh!”


Leo melihat jelas apa yang End rasakan dan bagaimana pria itu menghadapi kerasnya dunia. End terjebak dalam dua pilihan dimana ia berada dalam tekanan sosok Dragon yang merupakan Ayahnya dan kesetiaannya kepada Chiesa.


Namun segel sihir yang ditanamkan Dragon kepada End membuat pria itu tidak memiliki jalan lain dan mengkhianati Chiesa secara tidak sadar. Alasan mengapa Chiesa menyuruh semua anggota Tartaros pergi karena menyadari hal itu.


Namun End mewariskan tekad dan kemampuannya yang hendak Dragon ambil secara paksa kepada Leo. Kematian End tidaklah sia-sia karena Leo berhasil menerima roh sihir pemberiannya, selain itu End bisa memberitahu Leo jika mulai hari itu Tartaros tidak lagi ada.


Hisui dan Licha yang melihat Leo kesakitan mencoba menyadarkan, namun Leo terus mengerang kesakitan sebelum akhirnya Leo meneteskan air matanya tanpa ekspresi sedikitpun.


Leo menangis karena menyadari perasaan End setelah mengetahui identitas Leo yang asli. End dipenuhi rasa bersalah karena mengetahui Leo merupakan dari anak yang orang tuanya dibunuh Dragon.


”Leo... Apa roh sihir itu milik End?” tanya Hisui dan Leo menganggukkan kepalanya pelan.


’Aku sudah curiga jika End akan berkhianat, tetapi aku rasa Leo mengetahui semuanya...’ Hisui membatin dan mengepalkan tangannya menyadari situasi yang akan mereka hadapi tanpa Chiesa dan End.


”Leo, bisa jelaskan apa yang terjadi kepada End dan Chiesa? Apa alasan mereka berdua memilih untuk menanggung semuanya sendiri dan membiarkan kita pergi?!” Licha mendekati Leo dan meminta Leo menjelaskan ingatan yang Leo dapatkan dari roh sihir.


”Licha, berikan dia waktu...” Hisui memegang pundak Licha dan menegurnya.


Sementara itu Licha menggertakkan giginya dan terlihat kesal.


”Aku akan membalaskan kematian mereka berdua!” ujar Licha penuh emosi.


”Dragon dan orang itu harus membayarnya! Mereka belum jauh dari benua ini!”


Hisui menggelengkan kepalanya karena mengetahui Leo hendak mengejarnya bersama Licha. Segera Hisui menghentikan tindakan keduanya dan meminta Leo untuk memberitahu apa yang terjadi.


Leo mengepalkan tangannya dengan erat dan memberitahu mereka berdua masa lalu End beserta Chiesa. Tidak ada kepalsuan yang dilakukan End ataupun Chiesa, keduanya sama-sama bertindak dengan tulus demi tujuan mereka.


”Aku telah kehilangan banyak orang, dikehidupan lamaku ataupun dikehidupanku kali ini. Aku tidak ingin kehilangan siapapun lagi...” Leo menatap Hisui dan Licha.


Tatapan Leo memiliki maksud karena mengetahui apa yang diinginkan Chiesa. Leo berniat mewujudkannya namun Leo memiliki caranya sendiri. Sudah lama ia tidak merasakan emosi seperti ini setelah membuka hatinya pada seseorang dan Leo segera menepis emosionalnya tersebut.


”Bibi... Kita kembali.” Leo mengajak Hisui untuk kembali ke Kerajaan Gaspar karena semua perintah Chiesa hanyalah sebuah pengalihan.


Hisui tanpa menjawab mengikuti Leo begitu juga dengan Licha. Keduanya memahami keinginan Chiesa dan mereka berdua menghormatinya. Namun hal itu berbeda dengan Leo yang telah membohongi keduanya.


Leo mengatakan kepada Hisui dan Licha jika semua anggota Tartaros yang tersisa untuk tidak melanjutkan rencana mereka. Musuh yang mereka hadapi terlalu besar dan Chiesa menginginkan semua anggota Tartaros kembali mendukung Hera.


’Maaf, Chiesa... Kau mewariskan semua ingatanmu padaku dan aku rasa kau ingin semua temanmu ini hidup normal bukan?’


’Kalau begitu aku akan menanggung semuanya sendiri. Aku akan memastikan mereka berempat hidup bahagia.’ Leo membatin dan telah menentukan langkahnya.


Hari itu juga Tartaros berakhir. Semua anggotanya menghilang seperti ditelan bumi. Kabar kematian Chiesa menyebar dengan cepat dan Panglima Shark menjadi dalangnya. Tidak ada nama Dragon disana dan dunia sekali lagi bergejolak saat salah satu Raja Iblis Agung mati.


Keberadaan Leo juga seperti menghilang ditelan bumi. Setelah menjelaskan semuanya kepada V, Cochlea, Hisui dan Licha, anak remaja tersebut benar-benar menghilang keberadaannya.


Waktu terus berjalan dan setelah lima tahun berlalu, kabar seorang pemuda yang menghancurkan armada perang Kerajaan Canute bersama Catloph menggema di Benua Carta. Pemuda itu tidak lain adalah Leo Avalon.