Leo Avalon

Leo Avalon
L A 26 - Tiga Galaxy vs Naga Hitam



L A 26 - Tiga Galaxy vs Naga Hitam


Venus dan Bela kembali melakukan pertukaran serangan. Keduanya mengerahkan segenap kemampuan yang mereka punya dan perubahan yang dialami Bela memberinya banyak keuntungan.


“Bagaimana Venus Albedo?! Gerakanmu mulai melemah!” ujar Bela saat menyadari ayunan tebasan Venus tidak dapat mengikuti kecepatan serangannya.


Venus hanya diam dan terus melancarkan serangannya tanpa mempedulikan ucapan Bela kepada dirinya.


‘Leo dan Saturn sepertinya disibukkan oleh pasukan sihir. Bangkitnya Naga Hitam diluar rencana kita dan aku tidak bisa berlama-lama disini.’ Venus membatin dalam hatinya dan mulai menemukan celah yang terbuka lebar saat melakukan pertukaran serangan dengan Bela.


“Kau memang mengalami perubahan. Tetapi apakah kau berpikir bisa mengalahkan diriku ini?” ucap Venus kepada Bela.


“Apa maksud perkataanmu itu, wanita sialan?!” Bela mengerutkan keningnya karena menyadari Venus masih bisa bertarung dengan santai.


“Maksudku kau masih berada jauh dibawahku!” Venus mengeluarkan serpihan es yang membekukan setengah badan Bela.


Kemudian menggunakan unsur sihir api yang membara dari dalam tubuhnya, Venus melepaskan satu tebasan yang membara dan mematikan menyerang Bela.


Serangan mendadak ini menjadi pukulan telak bagi Bela yang dikejutkan dengan unsur sihir yang dimiliki Venus. Api dan es yang berlawanan ini dimiliki Venus dan itu bisa menjadi senjata mematikan.


“Jadi kau belum serius?! Kau meremehkanku Venus Albedo!” Bela menghancurkan serpihan es yang membekukan setengah badannya.


Tentu Venus tidak membiarkan hal tersebut dan saat Bela hendak menggunakan kekuatannya, tubuhnya kembali membeku. Kali ini seluruh tubuh Bela membeku dan Venus menghancurkan tubuh Bela menjadi dua bagian sebelum akhirnya tubuh Bela hancur dengan tetesan darah segar yang membeku.


Venus mengibaskan pedangnya dan melihat pertarungan antara Mercurius melawan Dane yang berjalan seimbang untuk sesaat. Pada akhirnya Mercurius semakin serius dan membuat perlawanan Dane sangat tidak berarti.


“Mercurius! Aku akan turun ke bawah membantu Leo dan Saturn!” ujar Venus.


“Pergilah Albedo! Aku bisa mengatasi lawanku ini dengan mudah!” ucap Mercurius.


Setelah itu Venus langsung turun menuju lokasi tempat berkumpulnya para pasukam sihir.


Sementara itu Leo dan Saturn yang berhasil menghancurkan rencana pasukan dari Kerajaan Floral ataupun Kerajaan Avalaon dikejutkan dengan bangkitnya Naga Hitam. Leo bersama Saturn menghabisi pasukan sihir tanpa kesulitan yang berarti namun saat menghadapi pasukan sihir yang memiliki kekuatan dari Crazy keduanya cukup disibukkan.


Sebelum akhirnya Leo dan Saturn melihat sendiri bagaimana Marcus Floral mati sebagai tumbal. Target utama Saturn adalah Menteri Chano dan kedua orang anggota Flamingo yakni August dan Ann.


Leo yang menyadari betapa bahayanya amukan Naga Hitam meminta Saturn untuk ke pusat kota. Bantuan pasukan pemberontak yang bekerjasama dengan Galaxy sangat membantu dan Leo merasa bisa mengatasi semua ini sendirian.


“Saturn, serahkan semua yang ada disini padaku. Pergilah ke pusat kota dan aku nanti akan menyusulmu,” ujar Leo penuh percaya diri.


Melihat itu Saturn tersenyum, “Baiklah. Leo, dua bawahan Marcus Floral yang bernama Videla dan Davi belum ditemukan. Keduanya mengincar Charlotte Floral, jika kau menemukan mereka maka aku menyerahkan mereka padamu.”


“Ya, aku mengerti.” Setelah itu Leo dan Saturn berpencar.


Leo menghadapi sekitar seratus pasukan sihir Crazy sedangkan Saturn bergerak menuju pusat kota. Dengan kekuatan Phoenix, Leo mulai melancarkan serangannya dan mengombinasikan kemampuan tersebut dengan kekuatan fisik yang dimiliki Xeon.


“Bocah ini sangat percaya diri! Apa dia berpikir bisa mengalahkan kita semua sendirian?!” salah satu pasukan sihir tersenyum mengejek meremehkan Leo.


“Galaxy atau apapun itu bukanlah tandingan kita! Tidak lama seisi kota ini akan menjadi lautan api!” sahut pasukan sihir yang lainnya.


Leo dengan kecepatan tinggi melepaskan tendangan dan pukulan untuk membunuh keduanya. Kemudian dia kembali bergerak menyerang yang lainnya. Kondisi Leo yang terkepung dari segala arah membuat pasukan sihir membentuk formasi pertahanan untuk menahan gempuran pasukan pemberontak yang hendak membantu Leo.


“Kalian tidak akan bisa membantu bocah itu! Dia akan mati ditangan kami!” ujar pasukan sihir.


“Melawan seorang bocah kalian sampai melakukan itu! Apa kalian tidak berpikir yang kalian itu sama halnya seorang pecundang?!” pasukan pemberontak mencoba menembus formasi pertahan pasukan sihir namun serangan mereka sama sekali tidak memberikan perlawanan sengit.


“Leo, sepertinya kau kesulitan. Kita tidak bisa berlama-lama disini. Naga Hitam itu sudah membunuh orang tanpa pandang bulu dan menghancurkan sekitarnya. Ini berbahaya.” Venus berkata mengingatkan Leo.


“Aku mengerti Venus. Sebaiknya kita segera kesana menyusul Saturn.” Leo melepaskan aura sihir yang besar sebelum terbang dengan kecepatan tinggi menuju tempat keberadaan Saturn.


Venus menatap pasukan pemberontak dan tersenyum, “Sisanya kuserahkan pada kalian!” Setelah itu Venus segera menyusul Leo.


Dalam perjalanan menuju pusat kota Leo tidak sengaja melihat Charlotte yang terikat tubuhnya dan dijaga dua orang. Melihat hal ini Leo meminta Venus untuk pergi duluan membantu Saturn.


“Venus, aku ada urusan. Aku akan menyusulmu,” ucap Leo.


“Dia...” Venus melihat sosok Charlotte yang dijaga dua orang dan mengerti.


“Apa kau bisa mengatasi ini?” tanya Venus.


“Tenang saja kau tidak perlu mengkhawatirkan diriku. Berkat dirimu dan Mercurius, aku ingin mencoba kemampuan yang dimiliki kalian berdua. Mereka dapat kuatasi dengan mudah.” Penuh percaya diri Leo menjawab sebelum pergi menuju tempat keberadaan Charlotte.


Venus hanya tersenyum dan menggeleng pelan, kemudian dia bergerak menuju tempat keberadaan Saturn. Sesampainya disana Venus dikejutkan dengan tumpukan mayat pasuka sihir dan penduduk kota yang terbunuh oleh amukan Naga Hitam.


“Saturn...” Tak jauh dari Naga Hitam yang sedang mengamuk, Venus melihat Saturn sedang bertarung dengan August dan Ann.


Kedua orang itu terlihat sedang melindungi Menteri Chano. Segera Venus membantu dengan melepaskan sebuah serangan kejutan yakni badai api yang membakar tubuh Naga Hitam dan August.


“Sialan! Satu demi satu pengganggu datang!” August dapat melenyapkan api yang membakar tubuhnya namun Naga Hitam yang terkena serangan itu menjadi semakin tidak terkendali.


Venus dan Saturn mengamati bagaimana August dan Dane mencoba menghentikan amukan Naga Hitam dan mengendalikannya namun keduanta justru hampir mati karena amukan sang Naga Hitam.


“Venus, Naga Hitam belum sepenuhnya bangkit. Kemungkinan kekuatannya belum mencapai lima puluh persen. Hanya saja kita tidak tahu cara mengatasi hal ini.” Saturn menghela nafas karena tidak menyangka kartu As yang dimiliki orang-orang Kerajaan Avalon yang bekerjasama dengan Menteri Chano tidak dapat dikendalikan dan hanya menyerang secara membabi-buta seperti monster tak berakal.


“Sebelum itu kita bereskan mereka bertiga-” Venus berniat menyerang August dan Ann namun dia dikejutkan dengan semburan Naga Hitam yang langsung membunuh ketiganya dalam sekejap.


“Apa?!” Venus terkejut melihat hal ini.


Bahkan Saturn sendiri terkejut dan saat keduanya masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, Naga Hitam menyemburkan api kearah mereka. Segera Venus membentuk sebuah dinding es yang besar namun semua itu tidak berarti.


Venus dan Saturn menghindari semburan api itu dengan susah payah.


“Hahahaha! Dia benar-benar gila! Hampir saja kita terbunuh, Venus!” Saturn malah tertawa dan mengeluarkan aura sihirnya secara perlahan.


“Dia akan menjadi koleksiku!” ucap Saturn sebelum dia mengeluarkan kekuatannya.


Seketika dari dalam tanah muncul lima peti. Saturn akan menghadapi Naga Hitam dengan serius dan Venus yang berada disampingnya juga bersiap membantunya.


“Saturn, apa menurutmu kita dapat menyegel hewan sialan ini?” tanya Venus.


“Kemungkinan bisa menggunakan kekuatanku. Tetapi dia setara dengan Tiga Naga Suci bukan? Semua itu mustahil.” Saturn tersenyum lebar dan berkeringat dingin saat satu demi satu peti terbuka dan mengeluarkan aura berbagai macam warna.


Saat Venus dan Saturn hendak bekerjasama menyegel Naga Hitam, tubuh Dane terjatuh dari atas dengan lumuran darah segar pada sekujur tubuhnya.


“Dia telah kubereskan! Aku akan membantu kalian berdua!” Mercurius datang disaat yang tepat.


Dan kini tiga orang anggota Galaxy berhadapan langsung dengan sang malapetaka Naga Hitam.