
L A 46 - Earth vs Olympus
Kepergian Leo dan yang lain membuat Earth tersenyum.
“Keluarlah Olympus! Kau ingin membunuhku bukan?” ucap Earth.
Tak lama Olympus muncul bersama Joram dari dalam tanah. Olympus menatap dingin Earth yang sudah dalam kondisi tidak lagi prima.
“Apa kau berpikir bisa bertarung dengan kondisi seperti itu? Sama seperti dulu kau terlalu meremehkanku!” Olympus menatap Earth dengan sangat dingin dan langsung melepaskan aura sihir dalam jumlah yang besar.
“Adikku, aku sama sekali tidak ingin bertarung melawan dirimu. Kau telah salah paham dan terjebak dalam hasutan mereka.” Earth mencoba mengingatkan Olympus namun pria itu justru mendapatkan jawaban lewat pukulan yang telak.
Earth sama sekali tidak menghindar dan membiarkan tubuhnya dipukuli oleh Olympus. Sama sekali tidak ada perlawanan dari Earth kepada Olympus yang menyerangnya tanpa belas kasih.
Joram yang melihat ini menghela nafas dan berkomentar, “Rasa sayangmu kepada adikmu sangat besar, tetapi kau harus membuka matamu bahwa masa lalu tidak dapat diubah.”
Olympus tidak mempedulikan ucapan Joram dan mengincar wajah Earth namun pukulannya itu ditahan oleh Earth.
“Jika kita tidak bisa mengubah masa lalu, kita bisa mengubah masa depan. Orang yang membunuh Ayah adalah aku... Aku tidak memiliki pilihan lain karena dia telah diracuni Chiesa. Jangan buat Kakakmu ini semakin berdosa dengan membunuh dirimu, adikku.” Earth mencoba menenangkan Olympus namun semuanya terlambat karena Olympus sudah terbakar amarah.
Sejumlah pukulan yang kuat menghantam tubuh Earth hingga akhirnya Earth terkapar diatas tanah dan tidak lagi perlawanan yang berarti.
“Tuan Chiesa tidak akan melakukan itu. Dia yang telah menyelamatkanku dari kejamnya dunia ini. Aku akan membunuhmu jika kau menuduhnya.” Olympus justru membela Chiesa dan tidak mendengarkan penjelasan Earth.
Earth hanya tersenyum dan berkata dengan sisa tenaganya yang lemah.
“Aku masih khawatir denganmu, Olympus...” Earth mencoba untuk bangkit namun tubuhnya sudah diambang batas dan dia tidak dapat lagi menggerakkan tubuhnya.
“Kau sangat mudah terhasut dan ceroboh...”
Mendengar itu Olympus terdiam terlebih ekspresi senyum bahagia Earth. Sosok pria yang menjadi kakaknya itu tidak lagi berbicara atau bergerak.
“Sungguh drama yang menyedihkan.” Tiba-tiba Joram mengeluarkan sebuah jarum suntik yang berisi cairan dan menyuntik leher Earth.
Joram tersenyum dingin dan menatap Olympus yang berekspresi buruk.
“Tugas utama ku adalah memastikan sosok Earth menjadi bahan percobaan Proyek Angel. Orang yang dimaksud Tuan Chiesa bukanlah kamu, Olympus melainkan kakakmu yang terlalu bodoh ini.” Joram berkata dan membuat Olympus tersadar.
“Ayahmu itu juga telah diracuni oleh Tuan Chiesa sehingga mengamuk seperti monster tak berakal. Kakakmu ini tidak memiliki pilihan lain selain membunuhnya. Dan sekarang kau bisa melihat pengorbanan bodohnya yang tidak mau membalas pukulan adiknya. Dia telah mati.” Joram memberitahu segalanya dan membuat Olympus lepas kendali.
Olympus berteriak dan tiba-tiba aura sihir berwarna hitam keluar dengan deras dari dalam tubuh pria itu.
“Joram! Aku akan membunuhmu!” teriak Olympus.
Sementara itu Joram menjauh dan tersenyum lebar.
“Mari kita lihat pertarungan dua keturunan keluarga Soul yang menjadi sosok cacat Ras Malaikat!” ucap Joram.
Dibawah sana terlihat Earth yang bangkit secara perlahan dan tubuhnya tidak dapat dikendalikan, begitu juga dengan Olympus.
Kedua sayap hitam mulai tumbuh dipunggung Earth dan aura sihir yang hilang langsung meluap layaknya air yang tumpah.
“Takdir negeri ini sudah ditentukan. Kalian semua akan mati-”
Saat Joram mengira Earth akan menyerang Olympus, namun dia menemukan Earth memeluk Olympus dan menyerap semua kebencian adiknya itu.
Bahkan Earth dapat mempertahankan kesadarannya dalam bentuk Angel. Semua itu membuat Earth memukul Olympus dengan telak dan membuatnya pingsan tak sadarkan diri.
Tatapan tajam Earth terarah pada Joram yang terbang. Dengan kecepatan tinggi Earth mengejarnya dan menyerang secara membabi-buta.
“Apa-apaan ini?! Kau!” Joram menahan serangan Earth namun kekuatan Earth yang meningkat drastis membuat Joram tidak dapat bertahan lama.
Hanya dalam beberapa kali pertukaran serangan Earth sudah berhasil membunuh Joram. Namun di waktu yang sama Earth juga menghembuskan nafas terakhirnya karena menyerap semua kebencian adiknya.
Pria yang malang itu jatuh kebawah tepat disamping adiknya yang tak sadarkan diri.