Leo Avalon

Leo Avalon
L A 62 - Queen Sylv



L A 62 - Queen Sylv


Leo mengamati sekelilingnya sebelum berbicara. Ia tidak mengerti mengapa dirinya tidak bisa menggunakan aura sihir ataupun memanggil En. Yang jelas semua ini adalah teknik Elf dewasa dihadapannya itu.


”Percuma saja. Disini yang bisa menggunakan kekuatan hanyalah diriku. Bahkan kakak beradik dibelakangmu juga tidak bisa.” Elf dewasa bernama Celine Sylv ini memegang dagu Leo dan mendekatkan bibirnya ke bibir Leo.


”Kau terlihat tampan, bocah manusia. Bicaralah yang jujur jika kau masih sayang dengan nyawamu.”


”Tidak ada yang perlu kukatakan pada kalian berdua. Aku hanyalah seorang murid biasa bernama Leo.”


”Aku tidak percaya dengan itu. Lalu bagaimana dirimu menjelaskan aura tersebut?”


Leo terdiam dan mengira Celine Sylv telah mengetahui dari Hera. Disisi lain Leo sendiri belum mengetahui jika wanita Elf dihadapannya adalah Ratu Kerajaan Sylv.


”Bagaimana Lechia? Apa dia berbohong?” tanya Celine Sylv.


Lechia menganggukkan kepalanya.


”Dia tidak jujur. Namun aku bisa merasakan detak jantungnya yang begitu tenang dan tidak menunjukkan rasa takut terhadap kita,” jawab Lechia.


Celine Sylv tersenyum sebelum menjentikkan jarinya. Seketika kedua tangan Leo putus dan darah bercucuran dengan derasnya dari potongan tubuh Leo.


Leo meringis kesakitan dan menatap Celine Sylv penuh permusuhan.


”Menakutkan. Bahkan setelah semua ini kau masih belum mau mengatakan yang sejujurnya.” Celine Sylv pun menjambak rambut Leo dan memukul wajahnya.


Leo tersungkur sebelum akhirnya Celine Sylv kembali menjentikkan jarinya dan mengembalikan Leo kedalam kondisi awal karena penyiksaan ilusi tidak mempan pada mental remaja tersebut.


”Sepertinya aku memang harus membunuhmu, bocah manusia.” Celine Sylv pun kali ini tidak segan menunjukkan nafsu membunuh kepada Leo.


Namun sebelum Celine Sylv melakukan itu, Hera mengetuk pintu dan saat pintu ruangannya terbuka seketika ruangan putih itu hancur.


”Hera!”


”Hentikan Sylv! Bocah ini adalah keturunan Avalon dan kakak dari Lea!”


”Apa?!”


Celine Sylv terlihat tidak percaya dengan apa yang baru saja Hera ucapkan, sedangkan Leo mendecakkan lidahnya dan menatap Hera kesal.


”Ketua Hera, kau mengatakan hal yang tidak perlu! Disini aku hanyalah Leo! Tidak lebih!” Leo bangkit berdiri dan memegang bahunya yang terasa sedikit pegal.


Mengetahui identitas Leo membuat Lechia dan Jinan menjaga jarak karena terkejut. Terlebih Leo bersikap biasa kepada Hera yang notabene orang paling dihormati di akademi.


”Leo... Jadi nama aslimu adalah Leo Avalon...”


”Hera, kau sedang tidak bercanda denganku bukan?”


”Siapa yang bercanda denganmu! Bocah nakal ini adalah aset yang berharga! Kau tidak boleh membunuhnya Sylv!”


Hera memegang kepala Leo dan mengacak-acak rambutnya hingga berantakan.


”Oh iya, bukankah sekarang saatnya Sepuluh Elite Carta mengadakan pertemuan dengan Ketua Kelas. Leo, kau pergilah bersama Jinan. Dan kau Lechia, mereka semua sudah menunggu.” Hera memberikan perintah.


”Baik, Hera-Sensei!” Lechia dan Jinan langsung menjawab cepat berbeda dengan Leo yang masih terlihat kesal.


Sebelum keluar ruangan Leo melirik Celine Sylv dan menanyakan kondisi Lea.


”Kau tidak perlu khawatir tentang dia. Anak itu baik-baik saja.”


Setelah itu Leo pergi meninggalkan ruangan dan pergi bersama Jinan dan Lechia menuju ruang pertemuan murid. Sementara itu Hera dan Celine Sylv membahas sesuatu yang penting tentang kelompok kriminal bernama Tartaros.


”Sylv, walau mereka mengambil jalan yang berbeda, aku rasa mereka tidak akan melibatkan orang-orang disini.” Hera memegang pundak Celine Sylv agar wanita itu tenang.


”Hera... Hentikan panggilan itu dan panggil namaku.” Celine menatap Hera tajam dan membuat Hera tertawa pelan.


”Baiklah, baiklah. Celine, kau terlalu mengkhawatirkan Virginie.”


”Hera, kau tidak mengetahui apapun. Aku benar-benar gagal menjadi seorang Kakak dan Ratu. Aku membuat V menanggung semuanya.”


Hera tersenyum hangat kepada Celine Sylv dan mengatakan pada sosok Ratu Sylv tentang bawahannya yang telah mengawasi Tartaros.


”Hera, kau berbohong.” Celine Sylv mengetahui Hera berbohong.


”Ketahuan rupanya. Aku akan mendiskusikan masalah ini lebih serius Hera. Bukan hanya dengan kerajaan yang ada benua ini tetapi benua yang lainnya. Kekuatan mutlak yang besar dan menaungi semua kerajaan itu harus ada.” Celine menjelaskan.


”V melakukan hal yang sama. Aku tidak bisa berdiam diri.”


Hera kembali tersenyum dan meninggalkan ruangan tersebut. Selepas kepergian Hera, Celine Sylv menghilang menggunakan kemampuan teleportasi miliknya, sedangkan Leo dan Jinan terlihat tidak akur dalam perjalanan.


”Aku tidak menyangka orang ini adalah Kakaknya Lea. Dia benar-benar misterius.” Lechia melirik Leo sambil memperhatikan aura sihir yang dimiliki Leo.


”Berhenti menatapku. Kau membuatku risih. Dan kau, jangan terlalu dekat denganku.” Leo menjaga jarak dari Lechia, kemudian menyuruh Jinan untuk menjaga jarak.


”Dimana sopan santumu?! Kakakku adalah orang yang menduduki kursi pertama Sepuluh Elite Carta!”


”Aku tidak peduli.”


”Leo, jika kau tidak peduli aku akan membongkar rahasiamu disini.”


Kemudian Leo menatap dingin Jinan karena gadis itu mengancam dirinya.


”Apa kau ingin kubunuh?” ujar Leo dan membuat Jinan tersenyum sinis.


”Jika kau melakukannya, Lea akan sedih.”


Mendengar itu Leo melunak terlebih saat ia merasakan aura sihir yang begitu terasa sejuk dan dingin.


”Kakak Jinan, Kakak Lechia!”


Jinan tersenyum sinis kepada Leo sedangkan Lechia melambaikan tangannya kearah remaja yang lebih muda dari Leo.


”Lea, kemari!” ucap Lechia.


Mata Leo melebar saat mengetahui orang yang datang kearahnya saat Lechia memanggil namanya.


”Lea katamu...”


Pandangan Leo jatuh menatap sosok gadis kecil yang lebih muda darinya dan terlihat cantik diusianya. Tanpa sadar Leo meneteskan air matanya karena mengetahui Lea hidup bahagia dan tersenyum cerah saat bercengkerama dengan Jinan dan Leafa.


Mengetahui ada lelaki dibelakang Jinan dan Lechia membuat Lea melihatnya.


”Hei, kenapa kau menangis?”