
L A 73 - Join The Tartaros
Hisui memukul kepala V tepat setelah Elf tersebut mengatakan itu.
”Hentikan, V. Kau membuatnya ketakutan.” Hisui malah menegur lalu menatap Leo yang kebingungan.
”Apa kau masih mengingatku, Leo?” Hisui jongkok dan bertanya.
”Ah, sepertinya tidak. Kalau begitu aku akan menjelaskan situasi saat ini dan siapa kami.”
Hisui yang sudah membulatkan tekadnya tetap saja merasa tidak tega jika harus membunuh anak dari mendiang kakaknya. Mungkin itu juga berlaku sama ke Lea, tetapi Hisui mengingat kembali penderitaan dan tujuannya membentuk Tartaros bersama yang lainnya.
Leo mengerti garis besarnya jika pria bernama End memiliki kemampuan unik yakni dapat memanggil Hewan Sihir Naga Berkepala Lima dan bernama Bahamut. Syarat untuk membangkitkan Bahamut adalah dengan memberikan Hewan Sihir itu energi yang besar.
Seperti mata Shinigami, darah Avalon ataupun Pedang Blue Rose memiliki energi yang besar. Terlebih jika Bahamut menyerap energi dari Naga Hitam maka sudah dipastikan kebangkitannya.
Mendengar ini Leo pun membuat tawaran kepada Hisui dan yang lainnya. Leo mengatakan kepada mereka jika dirinya merupakan orang yang melakukan kontrak darah dengan En sang Naga Hitam yang menjadi malapetaka.
”Aku tidak sudi mengorbankan diriku secara cuma-cuma, tetapi aku bisa memastikan kalian akan menyesalinya jika membunuh diriku.”
Mendengar itu V pun tertawa dan menjambak rambut Leo.
”Bocah, apa kau tidak sadar dengan posisimu!”
”Kau sedang berurusan dengan seorang kriminal!”
V menatap Leo dingin namun Leo tidak bergeming dan malah menunjukkan kekuatannya kepada mereka. Mengetahui Leo memberontak, V pun menanggapinya santai.
Sedangkan Hisui langsung membuat Leo tidak dapat bergerak setelah membekukan tubuhnya. Hisui meminta V menghubungi End, Dumfries serta pemimpin mereka.
V pun melakukan apa yang diperintahkan Hisui dan memberitahu tentang Leo kepada mereka. Namun V terkejut saat pemimpin Tartaros meminta semuanya agar jangan melukai Leo dan mengalihkan tujuan mereka jika Leo setuju bergabung ke dalam Tartaros.
”Bagaimana V? Apa yang dikatakan Chiesa?” tanya Hisui.
”Tidak mungkin... Chiesa meminta kita memperlakukan bocah ini baik-baik...” V menatap Leo dengan tatapan tidak percaya.
”Dia memberikan penawaran kepada Leo untuk bergabung ke dalam Tartaros jika ingin tetap hidup.” Mendengar penjelasan V tentu saja membuat Cochlea dan Licha juga tidak percaya.
”Chiesa! Jadi dia serius ingin membunuh semua Raja Iblis Agung!” Cochlea tersenyum lebar dan memegang leher Leo sambil mengelusnya lembut.
”Apa istimewanya bocah ini!” Lalu Cochlea mencekik leher Leo dengan keras seperti ingin membunuhnya.
”Hentikan, Cochlea! Kau ingin mati?!” Hisui mengancam Cochlea dan membuat Iblis tersebut melepaskan cekikikan tangannya.
”Hisui, jangan karena dia keponakanmu kau bersimpati padanya! Bertarung melawan Raja Iblis Agung hanya akan membuat salah satu dari kita terbunuh!” Cochlea mengingatkan.
Namun Hisui bersikeras menghentikan tindakan Cochlea. Melihat perseteruan yang terjadi V pun mencoba melerai, namun malah berakibat fatal sehingga keduanya hampir bertarung.
”Aku akan mengorbankan diriku jika itu akan membuat dunia ini menjadi lebih baik.” Tiba-tiba Leo berdiri dan berkata demikian membuat Cochlea dan Hisui berhenti berseteru.
”Aku hanya ingin memastikan satu hal jika kalian semua berjanji untuk melindungi adikku dan memastikan dua hidup bahagia.”
Mendengar itu Cochlea kehilangan nafsunya untuk membunuh Leo. Ia malah tertarik dengan tatapan mata Leo yang tidak takut dengan kematian.
”Jadi apa kau tertarik bergabung dengan Tartaros?” ajak Cochlea.
Leo menggelengkan kepalanya.
”Aku sama sekali tidak tertarik.”
Leo memberikan jawaban. Awalnya ia tertarik karena mengira Tartaros kelompok kriminal yang benar-benar ingin menentang semua Raja Iblis Agung dan Kekaisaran Bahamut, namun ternyata penilaiannya salah.
Leo memberitahu semua itu kepada mereka dan itu membuat Cochlea bersama Licha tertawa terbahak-bahak.
”Kau cocok denganku, Leo! Aku bergabung dengan Tartaros juga karena ingin memenggal kepala Gdanks! Asalkan hidup di pertempuran aku tidak peduli dengan yang lainnya!” ujar Licha.
”Kau seorang pria yang heroik karena mengorbankan dirimu demi adik dan teman-temanmu. Tetapi kau memiliki ambisi yang tajam. Apa pedangmu itu sanggup memenggal mereka semua?” sahut Cochlea menertawakan Leo.
”Berambisi juga ada batasnya, bocah manusia!”
Setelah itu Cochlea berdiri didepan pintu gua menunggu kedatangan End dan Dumfries. Sedangkan V dan Hisui membiarkan Licha berbincang dengan Leo.
Tak lama End dan Dumfries datang. Tanpa basa-basi End langsung memberikan dua pilihan kepada Leo, bergabung dengan Tartaros atau mati menjadi santapan Bahamut.
Leo pun memilih untuk tidak bergabung. Saat itu juga End memperlihatkan kepada Leo sosok Bahamut yang menyerap dirinya.
”Hisui, dia telah mati.” V tersenyum saat melihat ekspresi rumit Hisui yang melihat tubuh Leo lenyap.
”Hmmm... Bukankah ada yang aneh?” Cochlea malah memperhatikan aura hitam pekat yang mengelilingi Bahamut.
”End, jika hewan ini mengamuk disini maka rencana kita akan percuma,” ujar Dumfries mengingatkan.
”Kau tidak perlu khawatir, Dumfries. Aku bisa mengendalikannya jika aku memberinya energi kehidupan ku.” End menjawab tenang sebelum matanya melebar karena merasakan sesuatu dari dalam tubuh Bahamut.
”Bocah itu!” End pun tersenyum saat mengetahui Bahamut tidak dapat menyerap energi kehidupan Leo.
Kabut hitam memenuhi wilayah Luvierte dan memperlihatkan Leo yang berdiri menginjak salah satu kepala Bahamut.
”Namamu End bukan? Peliharaanmu takut padaku,” ucap Leo dan berjalan mendekati mereka.
V dan Cochlea menjadi waspada sedangkan Hisui nampak tersenyum bersama Licha.
”Energi kehidupan Raja Iblis lebih cocok menjadi santapannya dibandingkan diriku.”
”Aku akan mempertimbangkannya.”
Mendengar itu End hanya tersenyum dan mengerti mengapa Chiesa sangat tertarik kepada Leo.
”Leo, apa kau sungguh seorang bocah?” tanya End.
”Siapa yang tahu akan hal itu.” Leo mendekati Hisui dan menyapanya sebelum menanyakan keberadaan Chiesa.
Hari itu Leo resmi bergabung menjadi anggota Tartaros yang dipimpin Chiesa. Kelompok ini mengepakkan sayap mereka untuk memburu Raja Iblis Agung.