
L A 25 - Kekacauan Floral
Mercurius dan Venus yang melihat kejadian hanya bisa menahan nafas mereka karena menyadari rencana mereka juga gagal. Mereka gagal mengantisipasi hal ini namun siapa sangka sosok malapetaka yang mengerikan ternyata merupakan harta tersembunyi Kerajaan Floral yang tersegel.
“Lihat kekacauan yang telah kalian buat!” Venus langsung mengeluarkan serpihan es yang sangat luas jangkauannya.
Lawannya adalah Bela dan sosok wanita itu memiliki kekuatan yang sama dengan Venus. Kedua benturan serpihan yang berusaha saling membekukan itu justru menciptakan hawa dingin yang semakin menyengat dan membuat semua bangunan disekitar keduanya membeku.
Bela yang mengetahui kemahiran Venus mengontrol unsur sihir es tersenyum, “Tidak kusangka akhirnya aku dapat melawan salah satu anggota Galaxy. Aku mendengar kalian memiliki kekuatan yang setara dengan para petinggi Lima Raja Iblis Agung dan dapat menghancurkan sebuah kerajaan. Buktikan kepadaku semua rumor omong kosong itu, Venus Albedo.”
Menanggapi itu Venus hanya menghela nafas ringan.
“Siapa yang membuat rumor omong kosong itu? Yang benar adalah kami akan menghancurkan sistem yang dibuat Lima Raja Iblis Agung. Pengaruh kalian di Benua Carta akan berakhir.” Setelah itu Venus menciptakan sekitar lima puluh tombak es dengan aura sihirnya dan menyerang Bela.
“Pada akhirnya semua orang tidak dapat melawan sosok bencana yang mengerikan!” Bela berkata kepada Venus dan melakukan hal yang sama dengan wanita itu.
Benturan tombak es seperti ledakan bom sihir yang menggema dan setiap benturan terjadi, Ibukota Floral terasa seperti diguyur hujan untuk sesaat. Pertarungan Venus melawan Bela berjalan dengan seimbang, keduanya melakukan pertukaran serangan yang sengit dan tidak ada yang mengalah.
Bela terus mengeluarkan serpihan es dan menciptakan berbagai senjata dari aura sihirnya begitu juga dengan Venus.
“Atas perintah Yang Mulia John kami akan meratakan Ibukota Floral walau harus mengorbankan nyawa kami! Kau tahu maksudku bukan tentang Naga Hitam itu Venus?!” teriak Bela sambil menyerang Venus secara membabi buta.
Venus berdecak kesal, “Tch! Orang bodoh yang hanya mematuhi perintah! Aku benar-benar membenci tipe orang seperti itu!”
Venus membekukan tubuh Bela dan menghancurkan namun yang Venus hancurkan hanyalah sebuah klon milik Bela tidak lebih.
“Kekuatan unsur kita sama. Kau tidak melupakan hal itu kan Venus?” Bela tersenyum semakin lebar saat melihat ekspresi kesal Venus.
“Mari kita lihat siapa yang terkuat di antara kita berdua! Seni es milikmu atau seni es milikku!” Bela segera maju kedepan dan menciptakan sebuah pedang es dari telapak tangan kanannya.
“Oh...” Bela terkejut karena Venus memiliki kemampuan seni pedang yang tidak terlalu buruk, “Jadi kau juga memiliki ilmu seni pedang yang diatas rata-rata. Ini jadi semakin menarik.”
Bela segera melepaskan serangan lanjutan begitu juga dengan Venus. Pertukaran serangan yang dilakukan Venus dan Bela menimbulkan gelombang kejut setiap kedua tebasan pedang mereka bertemu.
Venus dapat mengimbangi permainan pedang Bela yang mahir. Namun bukan berarti Bela memiliki kemampuan berpedang yang jauh diatas Venus. Hingga saat ini pertarungan keduanya terlihat seimbang namun dengan ketenangannya Venus sama sekali tidak goyah saat Bela melepaskan serangan yang menggunakan aura sihir dalam jumlah besar berulang kali.
‘Wanita ini!’ Akhirnya Bela menyadari perbedaan besar antara dirinya dengan Venus.
“Jadi begitu rupanya! Kau dapat mengontrol aura sihirmu lebih baik dibandingkan diriku ini!” ujar Bela kepada Venus.
“Semua itu sudah terlambat! Kita berdua memang memiliki kemampuan yang sama yakni unsur sihir es namun tidak dengan pengontrolan aura sihir.” Venus memberikan penjelasan sebelum melepaskan satu tebasan tajam yang melukai lengan dan perut Bela.
Dengan nafas terengah-engah Bela mencoba mempertahankan kesadarannya.
‘Aku tidak boleh berakhir ditempat seperti ini!’ Bela membatin dalam hati sebelum mengeluarkan sebuah botol yang berisi cairan sihir iblis yakni Crazy.
“Aku memiliki sesuatu yang harus ku lindungi! Jika aku mati ditempat ini maka aku akan sangat berdosa karena telah membiarkan pengganti diriku mengotori tangannya!” ucap Bela lalu meminum cairan sihir iblis Crazy sampai habis.
Mata Venus menyipit dingin, “Aku juga memiliki sesuatu yang harus ku lindungi! Jika kau menghalangiku maka kau harus mati ditanganku!”
Bela yang mendengar itu tertawa sebelum aura sihir yang sangat pekat keluar dari tubuhnya. Bela meronta selama beberapa detik sebelum akhirnya sebuah tanda hitam terlihat diwajahnya.
“Aku bisa merasakan kekuatan yang meluap dalam tubuhku! Sepertinya tubuhku sangat cocok dengan Crazy! Dengan ini aku akan membunuhmu Venus Albedo!” Bela tidak menahan diri sedikitpun dan melepaskan aura sihir dalam jumlah besar.
“Majulah! Akan kupastikan kau mati ditanganku!” Venus mengibaskan pedang es yang terbentuk dari aura sihir dan menatap Bela dengan dingin.