Leo Avalon

Leo Avalon
L A 48 - Leo vs Chiesa



L A 48 - Leo vs Chiesa


Chiesa terkejut saat Leo membawa dirinya secara paksa menuju hutan belantara yang jauh dari wilayah Vildahala. Kemampuan teleportasi Leo ini sama dengan semua Raja Iblis Agung dan itu membuat Chiesa menatapnya waspada.


“Bocah, sebenarnya kau siapa?!”


Leo tidak menjawab dan menatap Chiesa tajam, sedangkan tangan kanannya dipenuhi aura berwarna ungu dan hitam.


“Apa kau berpikir dapat membunuhku walau memisahkanku dari mereka semua? Kau salah besar, bocah! Kau akan mati disini! Aku akan membunuh semua manusia dan mencapai tempat tertinggi didunia ini!” ujar Chiesa.


“Tidak, dilihat dari manapun kau lebih kuat dariku. Kau telah membantai banyak orang disini dan aku membawamu kemari karena aku tidak ingin melukai orang-orang di sekitarku.” Leo berkata sambil melepaskan aura sihirnya dengan jumlah besar.


“En, menyatulah denganku. Aku akan menggunakan kekuatan Shinigami Ryuuen,” kata Leo.


“Baiklah, Tuan Avalon. Aku akan memastikan kesadaranmu tidak diambil alih Shinigami Ryuuen.” Naga Hitam menjawab dan melepaskan semacam aura yang pekat.


Tubuh Naga Hitam lenyap dan berubah menjadi aura hitam pekat yang secara perlahan menyatu dengan tubuh Leo. Disisi lain Leo juga menggunakan kekuatan Shinigami Ryuuen hingga membuat tumbuhan dan hewan apapun yang ada disekitarnya langsung layu dan mati.


“Kau... Kemampuan ini... Iblis?” Chiesa terkejut melihat Leo yang terlihat lebih berbeda dan berbahaya.


“Iblis? Aku bukan Iblis. Namaku adalah Leo Avalon. Lawan aku dengan semua kemampuanmu, Chiesa. Aku ingin mengetahui seberapa kuat diriku ini!” Leo merasakan tubuhnya dipenuhi aura yang besar dan kepercayaan diri yang tinggi.


Hal ini membuat Chiesa tertawa dan murka. Dalam sekejap hutan belantara yang dipenuhi pepohonan tinggi itu mulai berubah menjadi medan pertarungan antara Leo melawan Chiesa.


Chiesa menciptakan badai angin hitam yang membentuk seekor Naga dan menghancurkan apapun disekitarnya, sedangkan setiap Leo mendekat maka hembusan angin tajam tercipta.


Leo dapat menghindari semuanya dan bergerak dengan sangat cepat, namun saat berhadapan langsung dengan Chiesa dalam sekejap Leo mendapatkan serangan yang telak.


Bukan hanya angin saja yang menjadi kemampuan Chiesa, melainkan petir dan es juga menjadi kemampuannya. Sekarang Leo dihadapkan dengan tiga Naga yang memiliki kemampuan angin, es dan petir.


“Kau terlalu meremehkan Raja Iblis, bocah! Apa kau berpikir aku akan menggunakan kemampuanku yang sesungguhnya? Tentu saja tidak! Aku memiliki rencana yang jauh lebih besar yakni menjadi yang terkuat dan membunuh semua orang di Benua Bahamut!” ujar Chiesa lalu tertawa saat melihat Leo terhempas karena serangannya.


“Lalu aku akan menantang para Dewa!” Tatapan kemarahan Chiesa membuat situasi semakin buruk saat ketiga Naga itu menyerang Leo dengan kecepatan tinggi.


“Aku tidak peduli dengan semua itu! Siapapun yang menghalangi rencanaku, maka akan mati!” Leo mengeluarkan sebuah api hitam dari telapak tangan kanannya.


Lalu sebuah portal hitam tercipta dan melahap ketiga Naga itu yang hendak menyemburkan sesuatu kepada dirinya. Perlawanan cepat Leo itu membuat Chiesa berhenti tertawa.


Chiesa mengajukan penawaran karena tertarik dengan Leo. Kemampuan Leo dan kepribadiannya adalah hal yang unik bagi Chiesa. Selain itu Chiesa yang merupakan sosok setengah manusia dan setengah malaikat seperti melihat bayangan dirinya dalam diri Leo.


Leo tersenyum dingin menatap Chiesa dan tertawa kecil, “Dulu pernah ada orang yang mengajakku diriku bergabung dengan kelompoknya, namun orang itu yang menjadi bawahanku. Sial, ini sangat nostalgia.”


Chiesa pun mengerutkan keningnya mendengar ucapan Leo.


“Cih, dasar bocah gila!” Chiesa membekukan seluruh hutan belantara dengan kemampuannya.


Sedangkan Leo menciptakan hujan petir yang berbentuk ribuan tombak. Fenomena ini tentu saja disadari Saturn dan yang lainnya dan membuat mereka bergegas kemari.


“Chiesa, jadilah bawahanku.” Tiba-tiba Leo berkata seperti itu dan membuat Chiesa berhenti menyerang.


“Apa kau tidak sadar kau sedang bicara dengan siapa bocah?!” Chiesa menatap Leo dengan tatapan membunuh.


“Awalnya aku ingin menjadikanmu bawahanku, tetapi aku berubah pikiran! Kau akan kubunuh, Leo!” Sebuah kilatan petir menyambar tubuh Leo.


Leo tidak bergeming dan masih berdiri melayang. Kilatan petir itu menghancurkan dinding es yang tiba-tiba tercipta disekitar Leo.


“Chiesa, apa kau tidak bosan membunuh orang-orang kecil saja? Apakah kau tidak pernah berpikir untuk membunuh Raja Iblis yang lain atau orang-orang dari Kekaisaran Bahamut?” ujar Leo kepada Chiesa yang menyerang dirinya.


Chiesa tersenyum menyeringai dan terbang dengan kecepatan tinggi menuju Leo.


“Aku bekerjasama dengan mereka karena suatu alasan. Tujuan hidupku hanya satu yaitu menghabisi orang-orang yang membiarkan kedua orang tuaku terbunuh!” teriak Chiesa sambil melepaskan sebuah sayatan angin dari ayunan tangannya.


Sayatan angin itu memotong kedua tangan Leo dengan sangat cepat.


“Melihat dirimu ini seolah-olah kau mengetahui tentangku! Katakan padaku siapa dirimu yang sebenarnya?!” Chiesa mengarahkan sebuah tombak petir yang mengelilingi tubuh Leo dan membuat pergerakan Leo terkunci.


Leo tersenyum dingin dan memperlihatkan api Phoenix serta kemampuan penyembuhan yang diluar nalar manusia itu. Apa yang terpotong bukanlah tangan Leo yang sesungguhnha melainkan aura tubuhnya yang berbentuk tangan.


“Malaikat tidak akan bisa menghukum kekejian Iblis. Begitu juga dengan manusia yang tidak bisa menghukum kekejian Malaikat... Tetapi Malaikat juga tidak berdaya menghadapi kekejian manusia. Tidak ada yang namanya adil didunia ini bukan?” ucap Leo dingin.


Mulut Chiesa terkatup rapat saat melihat bayangan sosok Dewa Kematian Ryuuen dibelakang tubuh Leo.


“Aku adalah Dewa Kematian, yang akan menghukum semuanya. Manusia, iblis, malaikat bahkan Dewa sekalipun saat palu penghakiman tidak bisa menghukum mereka.”