Leo Avalon

Leo Avalon
L A 13 - Pengkhianat



L A 13 - Pengkhianat


Hancurnya Guild Shardpterans membuat keseimbangan kekuatan kelompok penyihir di Kerajaan Floral menjadi tidak stabil. Bisa dibilang Kerajaan Floral adalah Kerajaan terkecil dari ketiga Kerajaan yang ada di Benua Carta. Dengan penguasa seperti Marcus Floral, ikut campur dari Kerajaan lain tentu memiliki akses yang mudah.


Nama Neptune menjadi bahan perbincangan untuk Marcus Floral bersama orang-orang terdekatnya. Salah satu orang yang menjadi penasehat segala urusan Marcus Floral dan menmbantu mengurus pembangunan Kerajaan adalah Menteri Chano.


Menteri Chano mengusulkan kepada Raja Marcus Floral menerima usulan Raja Avalon yang bernama John Flamingo untuk membentuk kelompok pemburu kriminalisasi bernama Ghost Hunter.


Bantuan bukan datang dari Kerajaan Avalon saja melainkan Kerajaan terbesar di Benua Carta yakni Kerajaan Soul juga turut mengirimkan penyihir mereka untuk menumpas Neptune.


Di waktu yang sama Neptune sedang melakukan pertemuan disuatu tempat. Dengan kedatangan Jadon Shard serta Clara Rochefort, Neptune memperkenalkan anggota baru mereka yang tidak lain adalah Leo.


Namun sebelum bertemu dengan Jadon dan Clara, Leo meminta Charlotte, Lyon dan Nereid untuk memanggilnya dengan sebutan Ghost.


“Jadi namamu Ghost ya? Berkat dirimu sekarang kita menjadi incaran orang-orang.” Jadon berkata sambil menatap tajam Leo yang tidak ingin menunjukkan wajahnya.


“Ini justru kabar baik untuk kita. Kita bisa memulai rencana kita lebih cepat untuk melakukan kudeta.” Clara menanggapi.


“Sebelum itu ada yang ingin kutanyakan kepadamu Lyon...” Kali ini Jadon menatap Lyon.


“Apa kau yang telah membunuh pria itu?” tanya Jadon.


“I... Iya-”


“Aku yang telah membunuhnya.” Leo memotong perkataan Lyon.


Seketika suasana menjadi hening saat Jadon menatap Leo jauh lebih dingin. Mengetahui Jadon seperti tidak menyukai bergabungnya Leo membuat Charlotte menenangkan Jadon.


Dan pertemuan dimalam itu tidak menghasilkan apapun saat Jadon secara terang-terangan tidak menyambut bergabungnya Leo. Disisi yang sama Leo tidak peduli dan memutuskan keluar dari Neptune.


“Leo, bisa kau pikirkan kembali? Aku sudah berjanji akan memenuhi syarat yang kau ajukan dan lagipula kau belum mengatakan syarat terakhir yang kau maksud!” Charlotte berniat mencegah kepergian Leo.


“Benar, Leo. Kita tidak bisa mundur setelah semua ini.” Lyon turut mencegah kepergian Leo, namun Leo tetap bersikeras.


“Charlotte, kau tidak perlu memenuhi syarat apapun. Anggap saja kita tidak pernah bertemu, begitu juga denganmu Lyon.” Leo menjawab ucapan keduanya.


“Sesuatu yang kalian lakukan itu bukanlah sebuah permainan. Aku tidak menyukai orang yang bersikap setengah-setengah untuk melakukan sesuatu.” Leo menambahkan.


“Biarkan saja dia pergi, Tuan Putri. Kita harus menyelesaikan masalah kita sendiri.” Nereid justru mengabaikan kepergian Leo dan tidak berniat mencegahnya bersama Charlotte dan Lyon.


Keesokan harinya berita menggemparkan terdengar di Kerajaan Floral. Pembantaian pada Keluarga Fish yang dituduh telah melakukan rencana kudeta kepada Keluarga Floral menjadi perbincangan hangat.


Sehari kemudian muncul berita kematian Jadon ditangan Charlotte Floral. Identitas tersembunyi Neptune terkuak, baik itu Jadon Shard, Charlotte Floral, Nereid Fish, Lyon Shard dan Ghost yang tidak lain adalah Leo.


Leo yang mendengar kabar ini justru tidak menyangka akan kematian Jadon. Semua orang yang berkaitan dengan anggota Neptune dibunuh bahkan Miranda juga termasuk target pembunuhan bersama Carlos yang membawanya pergi melarikan diri.


“Ini semakin menarik.” Leo mengepalkan tangannya dan bergegas menemui anggota Neptune.


Namun dalam perjalanan menuju Ibukota Floral, Leo mendapatkan sesuatu yang tidak terduga. Dia tidak pernah menduga melihat Charlotte diburu oleh Nereid.


“Beraninya kau mengkhianatiku Tuan Putri! Jadi ini alasanmu mengajak kami bergabung?! Kau hanya ingin menghilangkan segala jenis ancaman bagi keluarga Floral!” Nereid menatap Charlotte penuh kebencian dan mulai melepaskan aura sihirnya.


Saat kabut perlahan muncul, Leo muncul dihadapan Charlotte dan membawa gadis itu pergi secepat mungkin. Nereid tidak dapat mengikuti pergerakan Leo dan terjebak dalam ilusi nya sendiri.


“Leo...” Charlotte terkejut karena Leo adalah orang yang menyelamatkannya.


Kemudian Leo menatap mata Charlotte yang berkaca-kaca sebelum dia menjatuhkan gadis itu saat Charlotte hendak memeluk dirinya erat.


“Kya!”


“Leo! Kau!” Charlotte menatap Leo sebal.


“Jelaskan padaku apa yang terjadi Charlotte,” kata Leo.


“Tidak ada yang perlu dijelaskan Leo. Clara dan Lyon mengatakan padaku jika kau adalah dalang dibalik semua ini. Sementara itu Nereid tidak sengaja melihatku menemui Ayahku dan dia mengira aku adalah dalangnya.” Charlotte memberitahu Leo jika dirinya ini belum sepenuhnya percaya kepada Leo.


“Kau tidak percaya padaku namun kau berkata dengan jujur.” Leo menanggapi.


“Setelah semua ini aku sadar apa yang telah aku perbuat Leo! Aku ingin membalaskan dendam Ibuku dan menyelamatkan banyak orang namun aku sadar... Aku tidak memiliki tekad yang besar!” Charlotte tiba-tiba menangis dan memeluk Leo.


Leo menatap datar Charlotte seperti tidak menunjukkan simpati sedikitpun. Namun dikehidupan lamanya Leo yang menjadi penjahat kriminal terkeji ini merupakan pria rupawan yang dingin dan sudah tidak terhitung wanita yang mengantri untuk mengarungi malam bersamanya.


“Untuk saat ini tumpahkan semua emosimu. Setelah itu ambillah sikap untuk menentukan tujuanmu selanjutnya.” Leo berkata dengan nada yang tenang sambil mengelus kepala Charlotte.