Leo Avalon

Leo Avalon
L A 79 - Salamander



L A 79 - Salamander


”Ratu Virginie, siapa anak manusia itu?” tanya peri salju kepada V.


”Glacies, bocah itu adalah keturunan Raja Avalon. Apa kau tertarik dengannya?”


”Sedikit karena dia terlihat memiliki tiga kepribadian berbeda...”


Mendengar itu V mengerutkan keningnya karena peri salju bernama Glacies berkata demikian. Lalu V pun memperhatikan bagaimana pertarungan antara Leo dan Icarus yang berlangsung sengit.


Icarus mengira dapat membunuh Leo dengan serangan pamungkasnya, namun Icarus mendapatkan hasil yang berbeda karena Leo nampak tidak terluka bahkan remaja tersebut terlihat seperti menyerap semburan api Salamander.


Hal ini membuat Icarus melancarkan serangan lainnya, amukan Salamander pun tidak terhentikan dan membuat Leo menggunakan kemampuan Naga Hitam En.


Mengira dapat membuat Leo terdesak, Icarus malah mendapatkan perlawanan sengit Leo yang tidak pernah ia duga. Pertukaran serangan pun berlangsung hebat saat Salamander berulang kali mengeluarkan semburan yang dahsyat.


”Apa kau tidak pernah terpikirkan untuk menggunakan potensi Salamander?” ujar Leo saat melihat serangan Salamander terlalu monoton.


Mendengar itu Icarus mengerutkan keningnya dan merasa emosi karena Leo seperti meremehkan dirinya.


”Kau masih dapat mengoceh saat bertarung menghadapiku! Aku akan membunuhmu bocah!”


Icarus pun mengeluarkan aura sihir dalam jumlah besar hingga tubuhnya dipenuhi api yang seperti zirah. Zirah api tersebut seolah-olah menjadi pakaian Icarus untuk berperang dan memancarkan aura yang pekat.


Icarus pun terbang dengan kecepatan tinggi menyerang Leo dengan bantuan Salamander yang menjadi sumber kekuatannya. Serangan mematikan Icarus berulang kali hampir mengenai titik vital Leo dengan telak, namun Leo dapat menghindarinya dengan gerakan yang lincah.


”Bagaimana apa kau masih dapat meremehkanku?!”


Leo tidak menggubris ucapan Icarus dan hanya menghela nafas. Leo merasa kecewa karena orang yang melakukan pembantaian memiliki kemampuan seperti ini. Memang Salamander memiliki daya hancur yang besar begitu juga dengan kemampuan Icarus, namun semua hal yang dimiliki Icarus belum mampu membuat Leo merasakan tekanan yang mendekati kematian.


Leo pun menatap Icarus dengan dingin dan menunjukkan wujud Shinigami Ryuuen, sehingga pukulan api Icarus membentur tulang Shinigami Ryuuen dan tidak mengenai Leo.


”Kau siapa bocah?! Apa-apaan dengan wujud yang dibelakangmu itu?!” Icarus nampak terkejut dan melakukan pukulan beruntun hendak menghabisi Leo.


”Sudah cukup!” Leo pun mengangkat tangan kanannya keatas dan mengayunkan tangannya.


Dalam waktu yang sama kepala Icarus terpotong karena terkena sayatan pedang sabit Shinigami Ryuuen. Pertarungan antara Leo melawan Icarus pun usai. Kematian Icarus membuat semangat para prajurit Kerajaan Canute memudar.


Leo menghiraukan kematian Icarus dan langsung menghabisi semua prajurit Kerajaan Canute. Hawa keberadaan Salamander pun perlahan menghilang, namun sebelum Salamander menghilang, Leo memutuskan untuk menjalin kontrak dengan roh api tersebut.


Leo mengeluarkan api berwarna hitam dan menunjukkan perlawanan kepada Salamander. Hal ini membuat Salamander menatap dirinya tajam sebelum lingkaran sihir yang begitu besar tercipta diatas langit.


Leo dan Salamander saling berhadapan. Salamander pun tertarik dengan Leo dan bersedia menjadi roh api milik Leo setelah kematian Icarus.


”Salamander, apa alasanmu bersedia menjadi kekuatanku? Aku baru saja membunuh Tuanmu!” ujar Leo setelah keduanya melakukan kontrak darah.


Salamander pun menjawab, ”Aku tertarik dengan hidupmu. Kau telah membunuh anak kesayangan dari seorang raja bengis yang membantai setiap musuhnya. Aku penasaran bagaimana kau berakhir didunia ini, Leo Avalon.”


”Mulai hari ini aku akan memanggilmu, Dewa Kematian, Leo Avalon.”


Leo pun menatap Salamander dengan tajam sebelum melenyapkan Salamander untuk kembali.


”Keputusanku tidak salah bergabung dengan Tartaros,” ucap Leo sebelum ia terjun kebawah dan mendarat disamping V yang sedang melihat pertarungan Cochlea.


”Kau melakukan perjanjian kontrak dengan Salamander. Kau memiliki roh elemen seperti Kakakku, Leo.” V mengelus kepala Leo dan mengacak rambutnya.


”Sekarang aku mengerti mengapa Chiesa tertarik padamu.”


”Apa maksudmu, Kakak V?”


”Tidak ada. Aku hanya sedikit lelah karena bertarung.”


V menguap sedangkan Leo memperhatikan bagaimana teknik sihir yang digunakan Cochlea saat berhadapan dengan Saldseld.


Kemampuan Cochlea jauh diatas Saldseld dan pertarungan keduanya diakhiri dengan kemenangan Cochlea yang berhasil membunuh Saldseld.