Leo Avalon

Leo Avalon
L A 49 - Chiesa vs Three Lions



L A 49 - Chiesa vs Three Lions


Sesaat setelah mendengarkan pengakuan Leo tersebut, Chiesa terdiam lama. Sosok Leo memiliki aura yang membuatnya tunduk pada sosok anak remaja berumur lima belas tahun tersebut.


‘Aku sudah sejauh ini dan menyandang gelar Raja Iblis, tetapi aku tidak seperti mereka yang lain yang tidak mengenal rasa takut. Aku memiiki ketakutan pada penguasa Bahamut dan Malaikat. Bocah ini, dia menatap apa yang tidak bisa ku lihat.’ Chiesa membatin dan menekan seluruh aura sihirnya.


“Menarik! Aku adalah yang terlemah diantara para Raja Iblis dan aku memiliki sedikit bawahan! Kalian telah membunuh semua bawahan ku! Dan kini kau menginginkanku sebagai bawahan ku?!”


Saat aura disekitar Leo dan Chiesa terasa tenang, tiba-tiba ledakan aura tercipta. Terlihat Chiesa dipenuhi aura sihir yang pekat dan langsung mengintimidasi Leo.


“Leo, setelah kegagalan ini aku akan diburu oleh mereka. Untuk sekarang aku ingin mrngawasimu lebih jauh. Dan aku akan memberimu peringatan penting, aku harap kau tidak terlalu percaya pada orang-orang disekitarmu. Malaikat bisa menyamar sebagai manusia yang baik hati namun berjiwa Iblis yang mengerikan.” Setelah berkata demikian Chiesa melepaskan sebuah pukulan telak yang membuat Leo terpental dan membuat Leo terkapar.


Melihat Leo tidak sadarkan diri membuat Chiesa tersenyum.


“Bocah yang menarik. Jangan mati dengan cepat, Leo. Jika kau adalah orang yang dimaksud mendiang Ayahku, aku akan dengan senang hati melayanimu sebagai Tuanku. Kau mengatakan hal yang sama dengan mendiang Ayahku.” Chiesa tertawa pelan karena tidak menyangka akan mengalami hal seperti ini.


Saat Chiesa hendak pergi, dia merasakan ada aura yang sangat besar mendekat. Chiesa merasakan dia aura sihir yang kuat dan mengarah padanya. Kedua aura sihir itu mendekat dengan kecepatan tinggi dan dengan cepat Chiesa menahan serangan keduanya.


Hembusan api yang membakar hutan langsung padam saat Chiesa membekukan seluruh hutan, sedangkan pukulan cepat dari wanita berambut putih ditahannya dengan mudah.


“Archie! Waspada! Dia berbahaya!” teriak wanita berambut pirang yang tidak lain adalah Saturn.


“Dia membekukan seluruh hutan dengan mudahnya. Saturn, bukankah disana itu...” Mars yang datang bersama Saturn menunjuk Leo yang tergeletak diatas tanah.


“Leo!” Saturn langsung bergegas menuju Leo.


Sedangkan Mars menatap Chiesa yang terlihat tidak menyerang mereka.


“Kau... Pastikan bocah itu jangan sampai mati. Kalian bukanlah lawanku. Orang yang akan ku lawan sepertinya akan kemari sebentar lagi.” Chiesa berkata kepada Mars sambil tertawa pelan.


‘Apa maksudnya? Apa Pemimpin akan datang?’ Mars membatin dan tidak menurunkan penjagaan kepada Chiesa.


Saat Mars tidak menurunkan penjagaan nya kepada Chiesa, tak lama kilatan cahaya berwarna merah muda bergerak dengan sangat cepat menuju kearahnya. Cahaya itu melepaskan aura sihir yang sangat besar dan langsung menuju Chiesa dengan puluhan kilatan cahaya yang menyilaukan.


“Three Lions? Akhirnya kalian datang!” Chiesa tersenyum lebar dan langsung mengarahkan telapak tangannya ke arah langit.


“Pemimpin!” Mars pun tersenyum.


Sementara itu seorang gadis yang sedang memakan permen lolipop bertarung dengan Chiesa. Gadis itu adalah Celestre yang merupakan satu dari tiga penjaga Benua Carta. Serangan yang dilakukan Celestre sangat tajam dan membuat pergerakan Chiesa terkekang.


“Aura sihir yang dipadatkan menjadi cahaya? Kau adalah jenius yang mengerikan!” Chiesa memuji Celestre karena gadis itu masihlah muda namun memiliki bakat yang luar biasa.


Celestre hanya diam dan terus memanipulasi aura sihirnya menciptakan semacam sinar laser berwarna merah muda yang menyerang Chiesa.


Pertarungan keduanya seimbang, terlihat dari Celestre dan Chiesa yang sama-sama melakukan pertukaran serangan tanpa henti dan sepadan.


“Kau harus mati disini! Kau telah membunuh banyak orang dan kau tidak ku biarkan melarikan diri!” Celestre mengeluarkan aura sihir yang lebih pekat sebelum menjentikkan jarinya.


Seketika ribuan cahaya berwarna merah muda seperti laser menembus tubuh Chiesa dan membuat pria itu dipenuhi lubang. Chiesa terlihat terluka parah dan seperti orang yang sekarat, namun tiba-tiba saja tubuhnya membeku dan hancur.


“Kau terlalu kejam, gadis muda.” Chiesa muncul dibelakang Celestre dan melepaskan hawa dingin yang mencekam.


Saat Chiesa hendak memotong leher Celestre, tiba-tiba tangannya dipegang oleh seseorang.


“Celestre, kau terlalu meremehkan orang ini! Dia memang terlihat tidak serius bertarung, tetapi kau harus ingat jika dia adalah satu dari lima Raja Iblis Agung!” ujar seorang pria tua yang tidak lain adalah Soren Zavion.


Sebelum Chiesa bereaksi lebih jauh, sebuah penghalang tercipta untuk mengenang Chiesa agar tidak melarikan diri. Penghalang itu seperti sebuah sangkar burung yang menutup seluruh hutan.


“Chiesa! Kau akan berhadapan dengan kami!” ujar seorang wanita paruh baya yang tidak lain adalah Hera Godsky.


Mengetahui Three Lions sudah berada dihadapannya, Chiesa tersenyum lebar.


“Apa kalian berpikir dapat mengekangku dengan hal semacam ini?”


Tiba-tiba Chiesa melepaskan aura sihir yang sangat pekat dan mencekam. Udara disekitar terasa sangat panas dan Chiesa terlihat dipenuhi aura yang berbeda dari sebelumnya.


“Mari kita lihat seberapa kuat penjaga Benua Carta ini!”