
L A 24 - Lepasnya Segel Malapetaka
August langsung melindungi Marcus Floral dan menahan serangan yang dilepaskan pria tersebut. Keduanya saling menatap tajam sebelum August mengikat tubuh pria tersebut menggunakan aura sihirnya yang dia manipulasi menjadi akar pepohonan.
“Kau... Kau dapat memanipulasi aura sihirmu menjadi seperti ini? Tidak buruk juga!” Pria yang tidak lain adalah Mercurius itu melepaskan akar pepohonan yang mengikat tubuhnya.
“Yang Mulia dan Menteri Chano silahkan melarikan diri dari tempat ini! Aku merasakan firasat buruk! Sepertinya mereka berniat menggagalkan rencana kita!” seru August.
Dan benar saja tak lama kobaran api nampak terlihat dibeberapa penjuru Ibukota Floral. Suara ledakan terdengar menggema dan teriakan penduduk juga terdengar keras.
‘Bom telah meledak di beberapa tempat tetapi penyerangan yang mereka lakukan ini sangat tepat dengan rencana yang akan kita lakukan! Apa mereka menggagalkan rencana itu juga?!’ August mengumpat dalam hati dan melepaskan aura sihirnya lebih besar dari sebelumnya.
“Semoga keberuntungan berada di pihak kita!” ujar Marcus Floral sebelum keluar ruangan dan pergi menuju suatu tempat.
Kepergian Marcus Floral membuat August menghancurkan seisi ruangan dengan aura sihirnya yang berubah menjadi pepohonan besar. Hal ini membuat Mercurius menghindar dengan lincah sebelum memberikan isyarat kepada Venus jika semua anggota Flamingo berada dalam satu tempat.
Venus yang memahami isyarat Mercurius langsung mengeluarkan serpihan es yang membekukan pepohonan besar tersebut. Selang beberapa detik pepohonan itu hancur dan membuat seluruh Istana Floral porak-poranda.
Mercurius yang berada dekat dengan August dikejutkan dengan serangan yang datang kepadanya. Pedang yang dipenuhi petir berwarna ungu hampir memotong lehernya dan itu membuat Mercurius menjadi waspada saat menyadari serangan susulan yang membuat sekujur tubuhnya berlumuran darah.
“August! Ann! Kalian berdua segera lanjutkan rencana kalian! Aku tidak merasakan hawa keberadaan pasukan kita yang berada di beberapa tempat! Ledakan itu pasti ulah mereka yang menghancurkan pasukan kita!” seru pria bernama Dane.
“Kita gunakan itu untuk menghancurkan Ibukota Floral!” Dane melanjutkan.
“Darah keturunan bangsawan sejati memang berbeda. Kita jangan sampai lengah, August.” Ann mengingatkan August sebelum wanita itu terbang dan mengucapkan mantra.
Seketika langit Ibukota Floral berwarna merah darah. Ann langsung mengeluarkan gulungan sihir berwarna hitam. Saat gulungan sihir itu jatuh menyentuh tanah, Ann dan August segera membuka segel gulungan sihir tersebut.
Marcus Floral yang berada di dekat mereka berdua terkejut. Dia sangat mengenal gulungan sihir tersebut karena gulungan sihir itu adalah harta yang tersembunyi milik Kerajaan Floral.
“Apa yang kalian berdua lakukan?! Tidak ada hal baik jika kalian berurusan dengan bencana mengerikan itu!” seru Marcus Floral mengingatkan.
Menteri Chano yang berada di dekat Marcus Floral menikam pria tersebut menggunakan pedang. Marcus Floral yang terlambat menyadari akan pengkhianatan Menteri Chano hanya bisa mengutuk perbuatan mereka bertiga tanpa bisa berkata apapun.
“Marilah, Yang Mulia. Aku akan menggantikan posisimu!” ujar Menteri Chano sebelum pria itu mengubah wujudnya menjadi setengah manusia harimau.
“Berkat Yang Mulia John, aku mendapatkan kekuatan dahsyat ini!” Menteri Chano segera membantu August dan Dane.
Dengan darah dan nyawa Marcus Floral, ketiganya mulai membuka segel gulungan sihir hitam yang membuat semua benda disekitar mereka berterbangan sebelum terbakar oleh api hitam.
Saat segel itu terbuka wujud seekor Naga berwarna hitam terlihat dan manusia pertama yang menjadi korban keganasannya adalah Menteri Chano. Malapetaka yang terbangun dari tidur panjangnya ini langsung menyemburkan api hitam ke segala arah.
August dan Dane yang berada dekat dengan sang Naga Hitam hampir terbunuh oleh api hitam tersebut. Keduanya berkeringat dingin saat menyadari betapa mengerikannya aura sihir yang dimiliki Naga Hitam itu.