Leo Avalon

Leo Avalon
L A 54 - Para Pemeran Mulai Bergerak



L A 54 - Para Pemeran Mulai Bergerak


Beberapa hari sebelum kabar tentang mundurnya Chiesa dari Kerajaan Soul, sesuatu yang mengejutkan terjadi di Kerajaan Gaspar yang berhasil dikuasai Raja Iblis Gdanks. Dengan bawahannya yang kuat Gdanks berhasil membuat manusia disana ketakutan akan kekejian sang Iblis.


Ras Iblis yang terkenal kejam dan keji itu berhasil mengambil tatanan Kerajaan dan itu telah berlangsung selama sepuluh tahunan sebelum akhirnya kemunculan sekelompok orang yang pendendam menghancurkan segalanya.


Dua wanita yang berbeda Ras, satunya dari Ras Iblis dan satunya dari Ras Elf berhasil membunuh bawahan Gdanks yang bisa dibilang merupakan sembilan Iblis terkuat yang dia miliki.


Wanita dari Ras Iblis mengatasnamakan dirinya sebagai Cochlea sedangkan wanita dari Ras Elf memanggil dirinya V. Kabar ini membuat Hera memutuskan untuk membubarkan Galaxy.


Tartaros yang dianggap kriminal keji itu justru dibanggakan oleh penduduk Kerajaan Gaspar. Negeri sihir yang sudah tertinggal jauh dari peradaban itu berhasil mengepakkan sayapnya kembali pada dunia setelah kemunculan Cochlea dan V yang merupakan anggota Tartaros.


Bukan hanya itu saja tepat setelah dua dari sembilan bawahan terkuat Gdanks tewas, empat anggota Tartaros menampakkan dirinya. Kematian Mementos dan Silverion tentu saja menjadi masalah tersendiri buat Gdanks.


Berita ini tercium di hidung Gdanks dan membuat sosok itu merasa risih karena ada orang yang mengusiknya.


“Katakan sekali lagi, Lapetus! Mementos dan Silverion telah mati katamu?!” Sosok Gdanks menatap Iblis pria bernama Lapetus dengan dingin.


“Yang Mulia, itu benar apa adanya. Hamba melihat- Agh!”


Bug!!!


Gdanks mengeluarkan semacam pedang merah yang memanjang dari telapak tangan kanannya dan menusuk dada Lapetus.


“Lapetus, kau adalah Iblis yang terpilih! Apa menjadi anggota Sembilan Iblis Langit membuatmu takut terhadap sekelompok rendahan seperti mereka?!” Gdanks menghancurkan pedang merahnya setelah berkata demikian.


Kemudian darah segar yang keluar dari tubuh Lapetus tiba-tiba menjadi ratusan jarum kecil yang menusuk sekujur tubuh Lapetus.


“Aku ingin menjadikan Gaspar menjadi wilayah kekuasaanku seperti Silica. Negeri ini sudah sangat ideal karena aku dapat melihat ketakutan manusia dan mengurung mereka kedalam penghalang dinding ini. Mereka percaya dunia luar hanya ada Iblis namun saat itu aku melakukan satu kesalahan karena ada manusia yang berhasil melarikan diri.” Gdanks tersenyum menyeringai dan memegang pundak Lapetus dengan sangat kencang.


“Temukan orang itu jika kau masih ingin mempertahankan posisimu di Sembilan Iblis Langit!” ujar Gdanks kepada Lapetus.


Diwaktu yang hampir bersamaan di suatu tempat yang ada di Kerajaan Gaspar terlihat seorang wanita cantik dengan kulit seputih susu dan panjang berwarna perak yang panjang terurai. Terlihat telinga runcing yang indah dan matanya yang lentik menghiasi kecantikan wajah sang dewi ini.


“Chlea, kita apakan dua tubuh yang dibekukan Hisui?” Wanita cantik itu bertanya kepada sosok wanita dari Ras Iblis yang tidak kalah cantiknya. Wanita ini bernama V dan berperan membunuh Mementos dan Silverion.


“Kita tunggu End datang V. Kemana mereka berdua? Kenapa lama sekali!” Wanita Iblis bernama Cochlea menggerutu sebelum mendekati dua tubuh yang membeku.


“Aku penasaran apakah pengecut itu akan mengambil tindakan...” Cochlea tersenyum misterius sambil memainkan jarinya pada serpihan es.


“Gdanks, kau akan memburu kami bukan?” ujar Cochlea.


“Itu mereka dan kau Cochlea hati-hati karena sentuhan tanganmu bisa menghancurkan tubuh kedua Iblis ini.” Sosok wanita yang memakai kimono menegur Cochlea.


“Hehehe... Maaf Hisui. Lagipula End dan Dumfries terlalu lama.” Cochlea langsung menuruti Hisui sebelum menatap kedua pria yang baru saja datang.


“Sepertinya Bahamut akan makan makanan lezat kali ini. Semuanya persiapkan formasi segel kalian.” Terlihat pria berpenampilan tenang menatap V, Cochlea, Hisui dan rekan prianya.


“Kurang satu... Dimana Licha? Apa dia tersesat, Fuyumi?” Lalu pria bernama End tersebut menatap wanita anggun bernama Fuyumi Hisui.


“Tinggalkan saja dia, End. Dia sedang memburu Iblis yang tersisa.” Hisui memberitahu dan membuat pria bernama End menghela nafas panjang.


“Wanita itu...” Setelah itu End mengeluarkan aura sihir yang sangat pekat sebelum lingkaran segel terlihat mengelilingi mereka berlima.


“Bahamut...”


Selang beberapa detik dari lingkaran sihir itu muncul seekor Naga Berkepala Lima dengan ukuran tubuh yang sama seperti manusia keluar.


Ukurannya semakin besar hingga melebih tingginya gunung dan aura sihir yang disekitarnya terasa sangat pekat dan mencekam. Naga Berkepala Lima yang End panggil Bahamut itu menghisap aura sihir Mementos dan Silverion hingga tubuh kedua Iblis itu lenyap sepenuhnya.