Leo Avalon

Leo Avalon
L A 33 - Pemulihan



L A 33 - Pemulihan


Alroy tersenyum puas karena mengira Leo telah mati ditangannya, namun hal yang sebenarnya terjadi tidaklah demikian. Aura sihir yang membentuk telapak tangan itu terbakar oleh api sebelum Leo terlihat baik-baik saja berdiri disana.


“Apa?” Alroy terkejut melihat hal ini begitu juga dengan Martin dan Frodo.


“Tidak mungkin?” Kemudian Alroy mengumpat saat melihat Leo terbang menuju kearahnya.


Akhirnya Leo memahami kemampuan ketiganya. Frodo memiliki kemampuan yang dapat mengubah suara menjadi kekuatannya seperti melemahkan lawan dan layaknya ilusi, sedangkan Alroy dapat memanipulasi aura sihirnya menjadi penghalang serta kemampuan khususnya yakni sihir waktu yang layaknya bom waktu.


Untuk Martin tentu Leo sudah memahami kemampuannya yang merupakan petarung garis depan menggunakan petir sebagai kemampuan utamanya.


“Tidak berguna! Kau akan mengalami hal yang sama!” Alroy penuh percaya diri mengatakan hal itu karena tidak mengetahui Leo dapat menyalin kemampuan orang lain.


Dengan melakukan pertukaran melawan Martin, akhirnya Leo dapat mengerahkan segenap kemampuannya. Leo sekarang menggunakan kemampuan Phoenix dan dia kombinasikan dengan kemampuan fisik Mercurius.


“Pukulanmu itu! Bagaimana mungkin?!” Martin merasakan kemampuan fisik Leo bertambah kuat sekarang.


Pukulan Leo sekarang begitu terasa setiap keduanya melakukan pertukaran serangan. Leo menangkis pukulan Martin dengan mudah dan membalasnya dengan lincah, hal ini membuat Martin tidak berkutik saat sekujur tubuhnya dihujani pukulan.


“Apa kau sedang bercanda Martin?!” Alroy datang membantu dan membuat Leo mundur beberapa langkah kebelakang.


Siulan Frodo juga tidak lagi berguna ditelinga Leo. Hal ini membuat ketiga lawannya itu berkeringat dingin saat menyadari betapa berbahayanya Leo di hadapan mereka bertiga.


“Kemampuan fisikku sekarang berada jauh diatas kalian bertiga. Kombinasi kalian tidak berguna lagi dihadapanku ini.” Leo melepaskan aura sihir yang hitam pekat dan bercampur dengan api Phoenix.


Api hitam itu membakar sayap Leo sebelum dia terbang dengan kecepatan tinggi melepaskan bola-bola api hitam ke arah Martin dan Alroy secara bersamaan.


“Sial! Dia memiliki serangan kombinasi yang merepotkan!” Alroy mengumpat dan berusaha menghindari bola-bola api hitam yang mengarah pada dirinya.


“Bocah sialan itu!” Martin mengepalkan tangannya dan menggunakan seluruh kekuatannya.


Leo berhenti menyerang dan memperhatikan Martin yang bergerak cepat menuju dirinya.


“Apa kau yang membunuh August dan yang lainnya?!” Martin nampak marah saat melihat wajah tenang Leo.


Leo tidak menjawab dan hanya tersenyum dingin. Hal ini membuat Martin menyerang Leo secara membabi-buta. Pukulannya yang cepat itu mengeluarkan gelombang kejut yang dahsyat namun Leo dapat menahannya dengan mudah karena menggunakan kemampuan yang sama.


Pertukaran singkat pukulan keduanya membuat Martin memilih untuk menjaga jarak saat Alroy datang membantunya kembali.


“Bukan hanya Kak Alroy, aku juga akan melawanmu!” Frodo yang menyadari siulan ilusi tidak berguna kembali kepada Leo akhirnya datang membantu.


“Menarik. Majulah kalian bertiga, aku akan mengakhirinya!” Leo tersenyum dingin dan langsung membekukan tubuh ketiganya.


Mata Alroy melebar karena menyadari Leo memiliki kemampuan unsur sihir yang tidak normal. Api, petir dan es telah Leo tunjukkan kepada ketiganya.


“Matilah!” Leo meremas tangan kanannya dan membuat es yang membekukan tubuh Alroy, Martin dan Frodo hancur.


Penghalang yang mengekang pergerakannya juga hancur tepat setelah kematian ketiganya.


‘Sepertinya mereka dibawah sana juga telah selesai.’ Leo membatin dan menekan aura sihirnya yang pekat.


Lalu Leo meminta En keluar dari bayangan tubuhnya.


“En, keluarlah.” Leo memberikan perintah.


“Ada apa Tuan Avalon?” En langsung keluar dari bayangan tubuh Leo dan menunjukkan wujudnya yang sama seperti sebelumnya.


“Amukanmu membuat tanah disini menjadi gersang dan banyak tumbuhan yang mati. Kau bisa mengembalikannya seperti semula bukan?” ujar Leo.


En mengira Leo akan memintanya untuk membunuh seseorang, namun justru memberikan perintah yang lain.


“Aku bisa melakukannya Tuan Avalon.” Setelah itu En melepaskan aura sihir dalam jumlah besar yang menyebar ke seluruh Ibukota Floral.


Bersamaan dengan yang dilakukan En, pertarungan dibawah sana juga telah usai. Apa yang dilakukan En membuat semua orang terkejut saat tumbuhan dan pepohonan tiba-tiba tumbuh di tanah yang gersang dan berubah menjadi subur.