Leo Avalon

Leo Avalon
L A 28 - Lima Peti Iblis, Archie.



L A 28 - Lima Peti Iblis, Archie.


ROOOAAARRR!!!


Amukan Naga Hitam telah menghancurkan Ibukota Floral. Kini medan yang luas itu penuh kobaran api dan mayat yang berserakan. Amukan Naga Hitam semakin menjadi saat Mercurius, Venus dan Saturn berusaha menyegelnya.


Semburan api dan badai angin yang memporakporandakan sekitarnya membuat kondisi Ibukota Floral semakin kacau dan bisa dibilang sekarang Ibukota Floral sudah sepenuhnya menjadi reruntuhan yang memilukan.


“Sial! Pukulan ku tidak ada yang menembus kulit kerasnya!” Mercurius mengumpat.


Walaupun dalam mode Galaxy yang membuatnya tiga kali lebih kuat dibandingkan sebelumnya, Mercurius belum mampu membuat Naga Hitam jatuh.


Mode Galaxy adalah sebuah kemampuan yang dimiliki setiap anggota Galaxy yang membuat kemampuan fisik dan spiritualnya menjadi lebih kuat berkali-kali lipat dibandingkan sebelumnya. Dengan menggunakan mode Galaxy, mereka bertiga berharap mampu memberikan perlawanan dan menghentikan amukan Naga Hitam yang belum sepenuhnya bangkit.


Namun perlawanan ketiganya bisa dibilang tidak berarti. Bahkan Venus yang sudah dalam mode Galaxy tidak dapat berbuat banyak. Setiap wanita berambut putih itu membekukan tubuh Naga Hitam, maka sang Naga Hitam akan membakarnya dengan mudah.


“Sial! Kenapa orang-orang bodoh itu melepaskan segel monster mengerikan seperti ini?! Terlebih mereka mati dan tidak bisa mengendalikannya!” Mercurius kembali mengumpat saat serangannya tidak berdampak banyak.


“Kau terus saja mengoceh Mercurius! Andai saja kau dapat menghancurkan kepalanya ini akan lebih mudah!” Venus yang sudah kesal malah menyalahkan Mercurius.


“Hah? Monster ini setara dengan Tiga Naga Suci? Mana mungkin aku bisa mengalahkannya semudah itu, Albedo sialan!” Mercurius terpancing ucapan Venus dan merasa kesal.


“Ini bukan waktunya berdebat kalian berdua!” Saturn menegur mereka berdua.


“Apa sudah cukup Saturn? Kita membutuhkan Archie dan Lima Peti Iblis milikmu itu!” ujar Venus.


“Ya, ini lebih dari cukup. Jika semua ini tidak berhasil maka kita hanya bisa pasrah dan mati hahaha!” Saturn berkata dan melepaskan aura sihirnya yang sangat pekat sebelum ledakan aura dalam tubuhnya sangat terasa.


Gelombang kejut membuat ledakan aura sihir Saturn terdengar. Rambut Saturn yang pirang terlihat mengkilap dan memanjang, kedua mata Saturn lebih tajam dan semakin luas pandangannya.


“Galaxy!”


Akhirnya Saturn menggunakan kekuatan Galaxy sebelum wanita berambut pirang itu melepaskan lima peti yang memancarkan aura berwarna merah, kuning, hijau, biru dan putih.


“Lima Peti Iblis, Archie!”


Suara desisan ular, auman harimau dan suara elang menggema. Dari kelima peti itu muncul empat hewan dan satu perempuan berambut putih dengan kulit yang seputih susu dan kedua mata yang seluruhnya berwarna putih.


“Archie, bantu Mercurius dan Venus menghadapi kadal hitam disana! Aku akan bersiap untuk melakukan penyegelan!” Saturn memberikan perintah pada sosok wanita berambut putih bernama Archie.


“Seperti biasa kau selalu berhadapan dengan sesuatu yang merepotkan, Rebecca. Serahkan saja kepada Kakakmu ini. Aku akan membereskannya untukmu.” Setelah berkata demikian Archie melompat dan melepaskan satu pukulan yang membuat Naga Hitam mundur beberapa langkah.


Hal ini membuat Mercurius dan Venus tercengang. Kemampuan fisik Archie tidak perlu ditanyakan lagi bahkan akibat benturan tanduk Naga Hitam dan pukulan Archie menyebabkan tanah disekitar mereka hancur dan berlubang.


“Ini menjadi semakin menarik!” Mercurius langsung menyusul Archie dan membantu melakukan penyerangan.


Sementara itu Venus melihat empat hewan berwarna putih yang berada di empat penjuru sebelum berubah menjadi sebuah pedang. Ular Putih, Harimau Putih, Elang Putih dan Hiu Putih itu membentuk semacam penghalang yang membuat Naga Hitam terkurung.


Mercurius dan Archie berada diluar pelindung sambil memastikan Naga Hitam tidak memberikan kerusakan yang parah pada penghalang.


“Mercurius, Venus, bantu aku mengalirkan aura pada empat penjuru yang telah kubuat. Kau juga, Archie,” ucap Saturn yang sudah berada di lokasi Ular Putih.


“Aku akan membantumu, Saturn.” Venus segera menuju lokasi Elang Putih.


“Alirkan aura sihir kalian!” seru Saturn sebelum wanita itu menggunakan kekuatannya untuk mencoba menyegel Naga Hitam.


Sebuah pedang berwarna emas tercipta diatas tubuh Naga Hitam yang bentuknya dapat menghancurkan Ibukota Floral dan sama dengan ukuran Naga Hitam.


“Segel Empat Penjuru : Myrtle!”


Pedang itu menembus leher Naga Hitam dan membuat sang malapetaka itu mengeluarkan suara raungan yang membuat gendang telinga terasa sakit dan dihancurkan.


ROOOAAARRR!!!


Mulut Naga Hitam terbuka lebar dan mengeluarkan aura hitam yang menyebar keseluruh penjuru Ibukota Floral.


“Ini bahaya! Semuanya mundur!” seru Satrun mengingatkan.


Segera Mercurius, Venus dan Archie menjauh. Mereka berempat merasakan aura yang sangat mengerikan terlepas dari penghalang. Hanya dalam hitungan detik penghalang hancur dan Naga Hitam mengeluarkan semburan api secara membabi-buta dan membuat Ibukota Floral terkurung oleh api hitam yang tidak dapat dipadamkan.


“Api hitam?” Saturn berkeringat dingin melihat hal ini.


Konon api hitam tidak dapat dipadamkan dan dapat membakar orang yang terkena kobaran api hingga lenyap. Api hitam dapat dipadamkan jika penggunanya mati atau kehendak pengguna itu sendiri.


Wajah Saturn, Mercurius dan Venus pucat pasi saat merasakan tekanan yang sangat mengerikan. Tekanan gravitasi dari arah penghalang membuat mereka bertiga tidak dapat bergerak sedikitpun.


ROOOAAARRR!!!


“Setelah bertahun-tahun lamanya akhirnya aku dapat bebas! Kalian serangga rendahan berani membangunkan sang Raja dari tidur panjangnya!” suara yang bengis dan keji terdengar.


‘Suara ini!’ Mercurius berusaha menggerakkan tubuhnya namun dia kesulitan.


‘Jangan bilang Naga Hitam telah bangkit sepenuhnya?!’ Venus memikirkan hal yang sama dengan Mercurius.


Sedangkan Saturn menarik kembali Archie dan menggigit bibir bawahnya hingga berdarah karena menyadari sosok Naga Hitam sudah berada di hadapan mereka bertiga.


“Tiga serangga yang dapat membuatku bangkit! Kalian akan kubabisi!” Naga Hitam menyemburkan api hitam kearah Mercurius, Venus dan Saturn.


“Sial!” Mercurius berteriak dan menatap marah Naga Hitam.


“Jadi hanya sampai disini perjalanan kita...” Venus sudah pasrah dan memejamkan matanya.


Sedangkan Saturn tersenyum lebar dan tertawa, “Hahahaha! Mati terbakar hingga habis tidak buruk juga!”


Saat api hitam itu sudah berada sangat dekat dengan mereka, ketiganya dikejutkan dengan sosok Leo yang terbang rendah dengan kecepatan tinggi kemudian berdiri dihadapan mereka bertiga tanpa terkena tekanan gravitasi.


“Kerakusan Yang Terdalam!” Semburan api hitam sepenuhnya lenyap seperti tersedot kedalam telapak tangan Leo.


Melihat hal ini Mercurius, Venus dan Saturn dibuat tercengang tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


“Kalian bertiga terlihat sangat berantakan. Sisanya serahkan padaku,” ucap Leo penuh percaya diri seolah-olah Naga Hitam lawan yang mudah dia hadapi.


“Leo!” ujar ketiganya yang masih tidak percaya dengan apa yang barusan dia lihat.