Leo Avalon

Leo Avalon
L A 47 - Pertempuran Vildahala



L A 47 - Pertempuran Vildahala


Sebelum Leo dan yang lainnya sampai di Vildahala, pertempuran terjadi disana. Pasukan pemberontak yang dipimpin Kakek Heitor bersama Jorge bertemu dengan Chiesa yang berniat membantai penduduk disana.


Chiesa yang ingin bermain-main dengan pasukan pemberontak pun tidak menggunakan kekuatan penuhnya dan hanya menahan serangan mereka sebisanya.


Akhirnya perlawanan pasukan pemberontak pun tidak berpengaruh sedikitpun kepada Chiesa. Para penduduk yang dilindungi pasukan pemberontak gagal melarikan diri saat Chiesa membunuh semua pasukan pemberontak satu demi satu dihadapan penduduk Vildahala.


“Inilah kenyataan yang harus kalian hadapi! Perbedaan selalu membawa dunia pada hal yang buruk! Kekuatan lah satu-satunya yang absolut didunia ini!” Chiesa menatap dingin semua penduduk yang melarikan diri.


Dan saat Chiesa hendak mengepakkan kedua sayapnya menciptakan badai, Chiesa merasakan sebuah aura mendekat.


‘Para pengganggu selalu berdatangan!’ Chiesa mendecakkan lidahnya dan menatap bayangan seseorang yang berpijak diatas tanah dan bebatuan.


“Empat orang tikus sama sekali tidak berpengaruh terhadap diriku!” Chiesa tersenyum menyeringai dan mengeluarkan aura sihir yang pekat.


Leo, Mars, Nggere dan Zeketaryan pun membagi tugas mereka. Namun saat Nggere melihat kepala Kakek Heitor dan Jorge terpisah dari badannya, seketika pria itu tidak dapat menahan emosinya.


Nggere menyerang Chiesa yang seharusnya itu menjadi tugas Mars. Tanpa rencana Nggere mendekati Chiesa berdasarkan amarah.


“Nggere! Jangan biarkan amarah menelanmu! Kita tidak bisa menghadapi bedebah itu tanpa rencana!” seru Zeketaryan namun semua terlambat.


Saat Nggere begitu dekat dengan Chiesa, tubuhnya terpotong menjadi dua bagian. Chiesa hanya menghembuskan nafas dari mulutnya dan angin yang sangat tajam berhembus kearah Nggere dengan sangat cepat memotong tubuh pria itu menjadi dua bagian.


“Nggere...” Zeketaryan tidak percaya dengan kemampuan Chiesa yang dapat membunuh Nggere dengan sekali tarikan nafasnya.


Sementara itu Mars dan Leo menyadari bahwa kemampuan Chiesa sangat jauh diatas mereka.


“Angin itu sangat berbahaya! Leo, Zeketaryan, pusatkan aura sihir pada mata kalian! Angin tajam yang tak kasat mata dari serangan Chiesa dapat membunuh kita dengan mudah jika kita lengah!” Mars mengingatkan.


“Aku mengerti.” Zeketaryan pun mengikuti saran Mars.


Sedangkan Leo sudah melakukan itu sejak Nggere terbunuh dan bergidik saat mengetahui dirinya tidak dapat menyalin kemampuan Chiesa.


Leo bergidik bukan karena takut melainkan karena dia tidak mengetahui apakah dirinya dapat bertahan hidup atau mati ditangan Chiesa.


Pertarungan pun dimulai saat Zeketaryan maju kedepan menyerang Chiesa yang melayang di udara dengan tenang. Saat Zeketaryan semakin dekat, hembusan angin yang kencang menerpa tubuh Zeketaryan dan menghempaskan tubuhnya.


Mars pun maju mencoba melakukan perlawanan kepada Chiesa, namun menyadari elemen angin yang dimiliki Chiesa membuat Mars tidak dapat berbuat banyak saat berulang kali melepaskan serangan hebat kepada Chiesa.


“Kalian semua bukanlah tandingan ku! Bekerjasama juga tidak akan dapat membuat kalian mengalahkanku!” Chiesa menahan pukulan Mars dan melempar tubuh pria itu kebawah.


“Anggota Galaxy yang dirumorkan setara dengan Raja Iblis Agung itu hanyalah kebohongan. Kalian hanya sekumpulan orang-orang berdarah bangsawan yang dendam kepadaku dan Gdanks!” ujar Chiesa meremehkan Mars.


Mars hanya diam saat menyadari perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh. Bahkan saat melakukan kerjasama dengan Leo dan Zeketaryan, serangan mereka sama sekali tidak berpengaruh kepada Chiesa.


“Kemampuan yang unik.” Chiesa memperhatikan serangan Leo yang bervariasi dan membuatnya sedikit tertarik.


Sehingga saat Mars dan Zeketaryan menyerangnya, Chiesa membuat keduanya terkapar dengan mudahnya. Bahkan Chiesa melepaskan satu pukulan yang menembus perut Zeketaryan dan mengakhiri nyawanya.


“Zeke-” Mars terkejut karena Zeketaryan yang dikenal kuat dibunuh dengan sangat mudahnya.


“Selanjutnya dirimu!” Chiesa menatap Mars yang sudah banyak kehilangan aura sihir.


Namun sebelum Chiesa mencapai Mars, Leo terlebih dahulu mencapai Chiesa dan menggunakan kemampuan yang belum dilihat Mars.


Seekor Naga Hitam yang kecil berada dipundak Leo dan membuat Leo dapat menggunakan kemampuan teleportasi membawa Chiesa ke sebuah hutan yang tidak ada penghuninya di Kerajaan Soul.


“Leo!” Mars berteriak dan menyadari jika Leo ingin mengorbankan dirinya.


“Keparat! Sialan!” Mars mencoba bangkit berdiri dan mendeteksi keberadaan Leo.


“Mars! Kau berhasil melindungi penduduk, dimana Leo?”


Saat Mars dalam keadaan putus asa, Saturn bersama Venus dan Mercurius datang. Ketiganya menanyakan kondisi Leo karena melihat Leo tidak ada.


Setelah Mars menjelaskan, Saturn langsung mencari keberadaan Leo dan mendeteksinya.


“Bocah itu!” Saturn mengumpat dan mengutuk dirinya.


“Dia tidak boleh mati! Cepat cari keberadaannya!” ujar Saturn kepada Mars, Mercurius dan Venus.