Leo Avalon

Leo Avalon
L A 50 - The Five Great Demon Lords



L A 50 - The Five Great Demon Lords


Situasi di Kerajaan Soul perlahan membaik setelah satu minggu sejak pertempuran itu. Pembantaian yang dilakukan Chiesa ini tercium kelima Raja Iblis Agung yang sepakat untuk berdamai dan tidak mengotori citra nama mereka.


“Chiesa, bisa kau jelaskan tindakanmu ini?! Kau telah membuat nama kami terlihat buruk di mata Bahamut!” Terlihat Dragon menegur Chiesa.


Lima orang yang sedang berkumpul ini menunjukkan tubuh bayangan mereka semacam proyektor. Orang yang pertama kali berbicara setelah semua bertemu adalah Dragon yang terlihat tidak sejalan dengan tindakan Chiesa.


“Senior Dragon, aku tidak ingin mendengar itu darimu. Kau harusnya berkaca pada dirimu sendiri,” ujar Chiesa dan membuat Dragon marah.


“Bocah! Kau baru lahir kemarin sore sudah berlagak setara denganku!” Dragon tersulut emosi dan membuat Chiesa tertawa.


“Kemarin sore katamu?! Aku sudah hidup selama tiga puluh tahun lebih didunia ini! Apa kau bodoh, Senior?!” Chiesa mengejek Dragon dan itu membuat Dragon lepas kendali.


“Kubunuh kau!” ujar Dragon sebelum dihentikan oleh Gaia.


“Hentikan, Dragon! Chiesa! Kita berkumpul karena ingin membahas masalah tentang tujuan Kekaisaran Bahamut setelah mereka menaklukkan wilayah di Benua Light! Berpuluh-puluh tahun yang lalu mereka menggantinya dengan Benua Bahamut! Perburuan mereka belum berakhir!”


Gaia angkat bicara dan membuat semua orang terdiam. Tatapan mereka jatuh ke arah Chiesa tepat setelah Gaia menatap pria tersebut.


“Chiesa, apa kau melakukan kontak dengan mereka?!” Gaia bertanya.


“Tidak, aku tidak melakukan kontak dengan mereka.” Chiesa memberikan jawaban.


Gaia tidak lagi bertanya setelah mendengarkan jawaban Chiesa. Sosok yang berwujud seperti seorang pria paruh baya itu memejamkan matanya dan membuat sosok lainnnya angkat bicara.


“Hentikan tindakan konyolmu, Gdanks,” sahut Kazan.


“Konyol? Kau itu yang konyol Kazan! Kau seorang manusia dan membunuh banyak manusia. Berbeda denganku yang seorang Iblis, aku mengincar Ras lain!” sindir Gdanks.


“Bawahanmu itu selalu merepotkan! Terlebih dirimu itu! Kita tidak pernah akrab dari dulu!” Kazan memilih untuk berdebat lebih jauh.


“Setelah ini aku berharap kalian tidak melakukan tindakan bodoh yang dapat membuat kalian lenyap. Bertarung dengan Kekaisaran Bahamut itu seperti kalian mencoba pertarungan dengan Raja Iblis yang lainnya.” Gaia mengingatkan sebelum wujudnya menghilang.


Satu demi satu wujud mereka menghilang dimulai dari Gaia, Gdanks, Dragon, Kazan dan Chiesa.


“Hanya Gaia yang pernah melihat kemampuanku dan niatku. Orang itu terlalu khawatir.” Chiesa tersenyum dan menekan aura sihirnya.


“Keseimbangan dunia? Persetan dengan semua itu! Aku akan menghancurkan keseimbangan itu dan menciptakan dunia yang jauh lebih indah dimana tidak ada satupun orang yang perlu lagi menderita!” Chiesa berniat melakukan sesuatu dan memulai perjalanannya yang baru setelah Kekaisaran Soul direbut kembali.


Diwaktu yang sama Hera besama semua anggota Galaxy membahas rencana mereka kedepannya. Namun rencana kedepan yang Hera bahas itu masalah tentang Kerajaan Gaspar dan Kerajaan Silica.


Hera meminta mereka semua menahan diri untuk melanjutkan pertempuran mereka.


“Untuk saat ini mari kita do'akan dan kenang sosok Earth yang telah pergi meninggalkan kita...” ucap Hera sebelum akhirnya pertemuan itu bubar.


Sebelum kembali ke kamarnya Leo bertemu dengan Hera dan membahas mengenai tujuannya tersebut. Langkah awal Leo adalah memastikan dirinya dapat masuk kedalam Akademi Carta.